FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Keluarga Collins


__ADS_3


...🖤🖤...


Elenora tertawa keras dalam pelukan pria gagah dan tampan. Terkadang Elenora lelah karena hidupannya dikelilingi oleh laki-laki tampan. Kavindra adalah anak ke-dua dari keluarga Collins, yang artinya kakak laki-laki Biundra. Anak pertama keluarga Collins adalah Evelyndra, perempuan itu sedang berada di Singapura menghandle perusahaan kedua milik keluarga Collins.


Sebenarnya keluarga Collins hanya memiliki anak kandung, Kavindra dan Biundra, sedangkan Evelyndra adalah anak angkat mereka. Nyonya Collins cukup menyukai gadis kecil campuran indonesia-china yang tidak sengaja terlantar saat itu, membuatnya berniat mengadopsi gadis kecil itu tentu setelah persetujuan Tuan Collins.


"Kak Ely kapan pulang, tante?" Elenora bertanya pada Helena yang sedang menikmati kue buatan mamanya. Elenora duduk santai, bersandar didada tegap Kavindra.


Kavindra mencubut pipi gemas Elenora. "Kenapa tanya kak Ely sih, tanya kak Kavi aja dong yang ada."


Elenora terkekeh.


"Gak usah tanya soal kak Ely ya, dia sama sibuknya seperti kakakmu." Helena malas membahas soal putri satu-satunya.


Elenora mengangguk, dia menatap Kavindra lagi. "Kak Kavi kapan pulang?"


"Kamu tanya pulang ke tempat kerja atau pulang ke rumah?"


Elenora mendengus. "Ke tempat kerja dong,"


"Besok kayaknya."


"Kak, El mau dong di anter kekampus sekalian kakak pulang." Elenora merengek. "Pertama kali kakak antar aku pas semester awal kan?"


Kalimat Elenora membuat Kavindra terdiam sejenak untuk memikirkan, lalu dia mengangguk. "Boleh deh, memangnya gak dianter sama Quin?"

__ADS_1


"Enggak, kak Quin besok ada pertemuan di Jerman. Nanti malam berangkat."


"Sama saja dengan kak Ely, gila kerja." Masih mengelus pipi Elenora. Perempuan itu juga mengangguk, mengingat bagaimana sikap kakaknya yang gila kerja itu.


"Gak ada bedanya sama kakak dong!!"


"Beda dong sayang," Helena mulai bersuara setelah kenyang dengan kue. "Kan kak Kavi bela Negara, wajar kalau sibuk. Lah kakak kamu? Perusahaannya mau di besari seperti apa lagi?"


"El gak tau tante, katanya mau manjain El sama ke kayaannya, tapi sampai sekarang El gak nikmati itu. Karena kak Quin sibuk sama kerjaan." Eluh Elenora, dia tidak berani mengeluh panjang di hadapan mamanya sendiri. Bisa panjang kali lebar kalau sampai mengadu di hadapan Nyonya Oxley itu. "Setiap El pulang, mama cuma ngeluh karena kak Quin belum mengenalkan perempuan satu pun."


"Mama kamu masih saja," Helena menggeleng. "Kak Ely saja belum berpikiran kesana,"


"Apa kita jodohkan saja kak Quin sama kak Ely."


"Ngawur!!" Kavindra mengelus puncak kepala Elenora gemas. "Mana mau kak Ely sama adiknya sendiri."


"Kamu aja deh,"


"Sama kak Kavi?" Menjawab tawaran Helena dengan pertanyaan.


Kavindra semakin gemas. "Sama Biu dong."


"Ogah."


"Awas kepincut." Ledek Helena. "Lagian heran banget sama kalian, akrab tapi kok gak tertarik satu sama lain sih."


Elenora diam. Tidak mungkin dia menceritakan soal perasaan sukanya kepada anak ketiga keluarga ini. Tersadar dari lamunan, Elenora menggeleng. "Biu, udah punya pacar."

__ADS_1


"Kata siapa?"


Elenora menatap Kavindra. "Kata tante, kemarin Biu bawa pacarnya ke rumah."


Kavindra menatap sang mama. "Emang iya ma?"


Helena yang mendadak di serang pertanyaan langsung bersikap kebingungan. "Emang tante ngomong itu?"


"Loh, ada kok."


"Kamu salah."


"Serius tante," Elenora menatap bingung. "Jangan buat El salah paham, gara-hara itu kami berantem."


Kavindra mendorong tubuh Elenora jauh dari dadanya. "Kenapa kalian berantem?"


Tentu saja mata Elenoda mendadak lebar, dia kelepasan mengatakan hal itu, bagainama ini?


Elenora menggaruk kepalanya. "Anu.."


"Anu apa?" Helena berdiri, berpindah duduk untuk lebih dekat dengan Elenora dan kavindra. "Kenapa kalian harus berantem?"


"Soalnya..." Elenora menelan saliva yang mendadak mengeras. Tuhan tolong bantu Elenora. Elenora menatap nyonya dan pewaris Collins. "B-Biu biasanya anter El belanja bulanan, tapi kemarin Biu bohong eh malah ke rumah bawa pacarnya, makanya El kesel."


Kedua orang di hadapannya mengangguk percaya tapi terlihat dari wajah mereka tidak percaya, Elenora hanya diam, membiarkan anak dan ibu itu berpikir lain terhadapnya.


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


Aku merasa cerita soal keluarga ini harus dipost bersamaan. Happy reading 🖤🖤


__ADS_2