FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Kebersihan


__ADS_3


...🖤🖤...


Elenora melepaskan tangannya dari mengalungi leher Biundra, ciuman kecilnya sudah berhenti sejak laki-laki di hadapannya ini tertawa. Mulai dari hanya terkekeh sampai tertawa besar, meremas perutnya karena merasa lelucon yang baru di berikan adalah lelucon besar, Biundra seperti tidak bisa menahan tawanya lagi. Benar-benar lepas.


Biundra mengusap wajahnya, masih dalam ekspresi tertawa laki-laki itu bertanya pada Elenora , "jealous? Are you kidding me?"


Elenora masih diam di sana. Mulutnya benar-benar tertutup rapat saat tawa Biundra semakin mengeras, hatinya berdenyut. Elenora menunduk karena tidak kuat mendengar tawa Biundra yang semakin terdengar mengejek. "Stop laughing, Biu?"


Masih menyisakan tawanya, Biundra mengangguk. "Sorry sorry, puncak komedi El, lo kacau parah!!"


Elenora memasang wajah bertanya.


"Lo mimpi?" Menjitak kepala Elenora keras, membuat Elenora meringis sakit. "Ya kali gue cemburu. Ngaco!!"

__ADS_1


"Mana tau." Mengelus bekas jitakan.


"Gue cuma gak mau kena penyakit. Lo kan tau kalau kita sering tidur bareng, kalau lo sembarang sama orang terus ternyata dia punya HIV nularin ke lo, terus lo tidur sama gue terus nular ke gue. Gimana?" Biundra duduk di sofa single di dekat pintu kamarnya. Menatap Elenora yang masih terdiam. "Jawab El, gue bener kan? lagian kalau lo emang lagi nafsu kan bisa minta sama gue. Udah berapa kali coba gue bilang sama lo, kalau mau tinggal bilang, gitu kok susah."


Biundra menggeleng dengan wajah tersenyumnya.


Elenora yang semula menunduk meratapi kebodohannya, kini sudah menegakkan kepala menatap Biundra. Dia lupa sedang menaruh perasaan pada siapa? Biundra, sahabat laki-laki yang tidak akan pernah melihat kearahnya. Elenora mengangguk paham. "Gak usah khawatir, he is safe."


"You sure? Lo seyakin itu dia bersih." Ucap Biundra datar. "Lo bilang gak tau dia siapa, tapi lo seyakin itu El. Bahkan mungkin lo aja gak tau dia dateng ke sana udah mandi atau belum."


Benarkan? Biundra tidak perduli soal apapun tentangnya.


Mungkin sebenarnya Biundra paham yang di bicarakannya, tapi berhubung laki-laki itu tidak menyadari perasannya, makanya Biundra tidak tau kalau Elenora sedang mencoba memacing rasa cemburunya.


"Okey. Jadi gimana?"

__ADS_1


Elenora mengangkat bahu. "Gimana apanya?"


"Dia? nurut gak? lo mau cari cowok yang nurut di atas ranjang kan?"


Elenora mengangguk. "He is hot, gue bener-bener puas, sayangnya gue gak tanya nama ataupun tukeran nomer."


"Okey stop. Mulai sekarang lo gak usah tidur sembarangan. Kalau lo pengen, sama gue aja. Lebih aman." Ungkap Biundra.


"Padahal lo selalu gonta-ganti pacar, bisa aja lo kena HIV dari pacar-pacar lo itu." Sarkas Elenora, dia membalikkan tuduhan Biundra padanya tadi.


Biundra menatap Elenora. "El, gue selalu pakai pengaman. Dan gue gak pernah sembarangan tidur sama perempuan ya, gue selalu pendekatan sama mereka lama, kalau bersih ya gue gas, kalau gak bersih ya gak akan gue pacarin."


Elenora mengangguk. Kalau seperti itu, kenapa Biundra tidak memacari dirinya saja. Dirinya lebih jelas aman dan bersih kan?


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


__ADS_2