
...🖤🖤...
"Ell, sayang..."
Elenora menggeliat manja, ahh perasaan matanya baru saja terpejam, seseorang telah membangunkan tidur nyenyaknya..
"Eumm.."
"Hei, wake up baby."
Mata Elenora mengerjap pelan, memicing untuk memperjelas pandang, ada pria tampan tengah berbaring disampingnya. "Aih, siapa nih ganteng banget."
Pria itu terkekeh. "Gak usah ngasal, bangun yuk, udah jam berapa nih."
"Ya ampun kak Quinn." Elenora merengek kesal, dia baru sampai tengah malam, dia ingin tidur lebih lama lagi. Tapi sepertinya kakak laki-lakinya itu tidak menerima dia untuk tidur panjang.
"Kamu seperti sedang pindah tempat tidur. Jangan pulang kalau kesini cuma mau tidur." Aquinora menyindir sembari mengangkat tubuh Elenora dengan menarik kedua tangannya. "Anak gadis harus bangun pagi, bantuin mama."
"Ahh, kakak bentar duluuu.." Elenora menarik tangannya, melepas dari kerasnya tarikan sang kakak. "Lima menit lagi please!!"
"Kamu gak mau ketemu sama Kivandra?"
Nama yang disebutkan oleh Aquinora berhasil membuat perempuan pemalas itu terduduk. Dia menatap kakaknya.
"Kak Kiv pulang?"
"Um," Aquinora mengangguk. "Kakak dengar, dia gak lama disini, mungkin cuma beberapa hari."
"Tidak!!! Masa depan El!!" Aquinora hanya menggeleng melihat adiknya yang langsung berlari menuju kamar mandi.
__ADS_1
Aquinora berjalan keluar dari kamar Elenora, menuruni anak tangga dengan pelan dan menyusuri rumah megah itu hingga ke dapur. Memeluk wanita elegan yang sedang memotong kue buatannya.
"Quin, don't touch me. Mama kesusahan potong kuenya." Rengek wanita anggun itu, membuat Aquinora melepaskan pelukan. Berjalan memutar meja permanen sampai di hadapan sang mama. "Adik kamu sudah bangun?"
"Sudah. Sedang mandi,"
"Kamu kasih tau kalau Kavindra pulang?"
"Eum."
Mamanya mengangguk, menatap jam dinding. "You don't go to the office? Ini sudah jam delapan kak."
Ungkapan sang mama membuat Aquinora ikut menatap jam ditangannya. "Just a minutes mam, Quin sekalian antar El kerumah keluarga Collins."
"Kan cuma di sebelah, adik kamu bisa jalan kaki ke sana."
Aquinora tersenyum tipis. "Sekalian menyapa, sudah lama Quin tidak bertemu mereka."
"Makanya jangan sibuk kerja dong, sesekali ambil cuti dan bermain disekitaran rumah." Mamanya mengoceh lagi. "Kamu ingat anak tertua dari keluarga Davis. Baru menikah di umur ke empat puluh lima."
"Don't close your eyes, Quin." Mamanya menggeleng. "Kamu tau maksud mama kan? Mama tidak ingin kamu menikah terlalu lama, cobalah sekali-kali cuti dan terima tawaran mama untuk kenalan dengan anak-anak teman arisan mama."
"Maa, come on." Aquinora menatap malas, bahkan tatapannya saja sudah mengarah pada tangan mamanya yang memasukkan potongan kue ke dalam kotak. "Jangan memaksa Quin menikah, Quin masih ingin bermanja sama mama dan memanjakan Ele."
"Kapan mama merasa dan melihat itu? Yang mama tau, kamu hanya sibuk pada laptopmu saja!!" Wanita itu mendengus kesal. "Paling tidak kamu ambil cuti untuk mengajak adikmu berlibur, masa libur di perusahaan sendiri saja tidak bisa."
Aquinora membatalkan kalimat bantahan, dia melihat Elenora tengah berlari menuruni tangga dan akan menuju ke dapur. Aquniora berdiri, mengecup sang mama sekilas, lalu berjalan melewati sang adik.
"Kakak tunggu di mobil."
...🖤🖤...
__ADS_1
"Pasang sabuk pengaman. Kebiasaan."
Elenora menendengus sembari menuruti, masalahnya adalah, tempat tujuan mereka hanya beberapa meter tidak jauh. Rumah yang akan dia sambangi hanya di sebelahnya, terasa jauh karena pagar dan halaman masing-masing yang luas.
Ketika sampai, Elenora berlari riang menuju pintu utama yang langsung terbuka saat ia dan sang kakak baru akan naik pelataran rumah.
"Ele,, oh my God." Wanita dengan dress merah selutut, bersanggul elegan berlari mendekatinya dan memeluk erat. "I miss you."
Elenora terkekeh. "El juga kangen tante,"
"Padahal baru sebulan tidak bertemu," wanita elegan itu menatap Aquinora yang bersuara. "Apa kabar tante?"
Wanita itu mendengus kesal, meraih tangan Aquinora yang terulur. "Fine, kamu bagaimana Tuan Oxley, apa pekerjaanmu banyak?"
"As always, menumpuk." Aquinora menyerahkan papper bag berisi kue yang mamanya buat. "Dari mama."
"Auh," menerimanya dan mengintip sekilas. "Mamamu sudah santai ya, pagi-pagi sudah membuat kue."
"Mama selalu senggang." Aquinora merapikan jasnya. "Tante maaf, sepertinya Quin harus pergi, ada rapat."
"Loh, tidak mau sarapan disini?"
"Sudah."
"Tidak ingin menyapa Kavi?" Wanita itu bertanya lagi. Wanita itu tau apa yang tengah terjadi antara anak keduanya dengan anak pertama keluarga Oxley dua tahun lalu, kejadian itu membuat mereka perlahan menjauh.
Aquinora menggeleng. "This is not the time, nanti Quin yang akan kabari Kavi sendiri untuk bertemu."
"Baiklah, hati-hati sayang." Wanita itu memeluk Elenora yang melambaikan tangannya pada Quinora. "Kamu pasti belum sarapan?"
Elenora mengangguk.
__ADS_1
"Tante masak steak, yuk masuk."
^^^To be continued 🖤🖤^^^