FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Cerita dari Floretta


__ADS_3


......🖤🖤......


"Kamu tidak tau itu?"


Dadanya Elenora berdegub kencang, sangat kencang, rasanya ingin keluar.


"Sejujurnya sejak dari awal saya mulai menyadari kalau Biundra menyukaimu, saat kami sedang dekat, disela cerita dia selalu membahas tentangmu. Saya sama sekali tidak keberatan. Namun saat party, kamu ingat? sewaktu kita bersama dance floor, kamu bersama Galaksi saat itu." Floretta meraih cangkirnya dan dia teguk sedikit. "Itu pertama kalinya kami berciuman, tapi saya menyadari kalau tatapan matanya tertuju padamu, dia tidak menikmati ciuman kami."


Elenora menunduk. Saat itu, Elenora juga melakukan hal yang sama, berciuman dengan Galaksi tapi matanya menatap Biundra.


"Saat itu, saya mulai mencari tau soal hubungan kalian. Banyak sekali yang bercerita bahwa hubungan kalian lebih dari sekedar teman, tapi diantara kalian tidak ada yang menyadari soal perasaan itu. Hingga saya mendengar cerita antara Lynne dan Jason, bahwa mereka berdua sedang merencanakan agar kamu mengakui perasaanmu dan sekaligus mengadarkan Biundra. Katanya itu gagal."


Elenora menggeleng kecil. Dia tidak tau soal itu.

__ADS_1


"Biundra sama seperti Andres, kami juga menjalin hubungan seperti kalian saat kuliah. Andres dan Biundra sama bodohnya, mereka memperlakukan kita layaknya milik mereka, tapi disisi lain terkadang mereka seakan tidak menginginkan kita." Floretta meraih tangan Elenora dan ia elus lembut. "Kami menikah karena saya yang menyadari perasaan itu terlebih dahulu, dan kehidupan pernikan kami tidak seindah yang saya bayangkan. Andres masih menjalin hubungan dengan perempuan manapun, tapi saat kami berpisah, Andres menginginkan saya tetap berada disisihnya karena dia tidak rela jika saya menjalin hubungan dengan seseorang."


Floretta tertawa kecil, melipat kedua tangannya didada dan bersandar. "Biundra juga melakukan hal yang sama padamu kan? Tidak terima jika kamu dengan orang lain, karena yang dia inginkan hanya dia yang dekat denganmu."


Elenora masih senantiasa mendengarkan, sepertinya Floretta hanya ingin seseorang mendengarnya.


"I see, Biundra takut saat tau kamu dekat dengan Galaksi, bukan karena Galaksi laki-laki yang buruk. Precisely because Galaksi is a good man, Biundra is afraid that you will choose someone who is better than him."


Astaga. Elenora ingin menangis, apakah cerita ini benar?


"Bu, dia bilang kalau dia..."


"Merasa cocok sama saya?" Elenora mengagguk. "Dia merasa begitu karena saya dewasa, dia tipe laki-laki yang manja. Dia akan merasa cocok kepada semua perempuan jika mampu memanjakannya, bukan?"


Elenora menunduk, dia masih bingung dengan pernyataan kalau Biundra memiliki perasaan yang sama dengannya. Haruskah ia bahagia?

__ADS_1


"Malam itu pernah dia menangis memeluk saya, mengatakan bahwa kalian bertengkar karena kamu menolaknya membantu, awalnya saya tidak tau apa yang harus kamu bantu hingga kalian bertengkar. Dan akhirnya saya tau. Kamu selalu membantunya?"


Elenora mengangguk. "Dia tidak ingin lebih dulu memutuskan hubungan, karena katanya dia takut menyesal, makanya dia selalu meminta bantuan saya. Agar pacar-pacarnya marah dan lebih dulu memutuskannya."


"Dasar anak itu," Floretta menggeleng sembari tersenyum tipis. "Sekitar seminggu setelah kalian berantem, apa dia mendatangimu? Dia nekat pergi saat rintik hujan, padahal saya sudah memintanya menginap, tapi dia nekat pergi katanya ingin menemuimu. Setelah itu dia tidak ada kabar hingga kini."


Elenora menerawang pandangan.


"Hari ini hari kedua saya kekelas Biundra untuk mencarinya, ponselnya sulit dihubungi. Tapi kata teman sekelasnya, Biundra izin libur. Saya tidak tau harus mencarinya kemana."


"Kemarin dia baru dari apartemen saya bu, tapi bukannya beberapa hari yang lalu dia pulang kerumah."


"Pulang? Tidak mungkin, setahuku mamanya yang sering kemari malahan. Biundra bilang malas pulang karena sedang tidak baik denganmu." Elenora menelan salivanya. Tiba-tiba dia teringat akan Mimpi itu.


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


__ADS_2