
...🖤🖤...
"Elll,,,," Biundra merengek dihadapan Elenora, dia melupakan image didepan teman-teman Elenora. "Yaaa, bantuiiinnn.."
"Gue sibuk,"
"Bentaran doang El, yaa.. Gue udah bosen niihhh.." Biundra bergerak mengendus leher Elenora dengan manja. Biundra benar-benar lupa sedang berada dimana. "Yaa, pleasee!!!!"
"Minta tolong yang lain aja."
"Muanya lo, El." Biundra memasang wajah sedih. "Janji deh, apapun yang lo minta gue kasih."
Elenora menghela napasnya. "Yalah."
"Yey,"
"Janji ya nurutin semua yang gue mau!!"
"Iya kitty, janji."
"Okedeh,"
"Ke apart gue ya, jam lima."
"Yaa..." Biundra mengecup pipi Elenora dan berlalu pergi.
Ketiga teman Elenora menatap heran, lagi lagi Biundra meminta Elenora untuk berperan sebagai selingkuhan Biundra. Hal itu akan terus dilakukan jika Biundra sudah merasa bosan dengan kekasihnya.
__ADS_1
"Udah dong El,"
"Ini terakhir."
"Yakin?"
"Iya." Menatap teman-temannya sedih. "Beneran terakhir."
"Gue kasihan sama lo El, gak tega gue." Movie mengerucutkan bibirnya. "Rasanya pengen teriak ke telinga Biundra. Kasih tau dia soal perasaan lo itu."
"Jangan dong,,,,"
"Nanti ngerusak pertemanan gue." Sambung Clara.
Elenora terkekeh. "Idih tauu..."
"Templet." Jawab Clara.
"Kali aja, ini kesempatan gue kan?"
"Ini pasti kemakan cocok logika Lynne kan?" Cerca Clara. "Gak usah dengerin dia, gue kalau denger cocok logikanya langsung overthinking sama Gerario."
"Ehh, terus gimana hubungan lo sama Gerario?" Potong Movie, dia ingat soal keluhan Clara yang berhasil memutuskan kekasihnya itu.
"Balikanlah pasti." Elenora nyerocos.
"Idiih tauu.." Clara menjawab mengikuti gaya Elennora. "Dia dateng bawa bunga seabreg. Nyokap-bokap sampai bingung mau ditaruh dimana, belum lagi cokelat sama cemilan yang terpaksa dibagiin ke anak-anak kecil di komplek gue. Karena itu nyokap bujuk buat gue nerima Gerario lagi, terus bokap nasehati banyak soal pengertian."
"Makan pengertian bakal kayak gue, Clara." Elenora menyelipkan kisah sedihnya.
__ADS_1
"Nasib cinta kita gak ada yang bener."
Clara dan Elenora menoleh pada Movie, masalahnya apa yang gak bener dari hubungannya? Wah, pasti ada yang tidak benar, itu isi kepala dua manusia yang sedang galau soal kisah cinta masing-masing.
"Gue gak perlu spill, yang jelas kisah gue gak sebahagia didepan kalian." Jelas Movie sedih, perempuan itu terlihat tidak ingin menceritakan kelanjutannya.
Elenora dan Clara sama-sama mengangguk. Mereka harus mencoba pahami bagaimanapun kondisi Movie, sahabat mereka itu akan menceritakannya sendiri nanti setelah siap.
...🖤🖤...
Elenora menatap cermin diapartemennya, dia menghela napas pelan. Sudah lama dia selalu berperan sebagai sahabat jal*ng Biundra, dia selalu berakting menggoda Biundra dihadapan kekasih teman baiknya itu. Elenora mengangguk, kedua tangannya terkatup didada, semoga saja ini yang terkahir. Dan semoga Biundra sadar tentang perasaannya.
Elenora menoleh kearah pintu, seseorang sudah menekan tombol sandi apartemennya.
Saat pintu terbuka, terlihat Biundra berdiri dan menatap tersenyum padanya. "Udah siap,"
"Dari tadi, lama!!" Ketusnya, meraih tas pemberian Biundra beberapa waktu lalu hasil dari membantu Biundra agar putus dari pacar fakultas kedokteran itu. Elenora tidak mengenal kekasih Biundra waktu itu, karena memang tidak dikenalkan oleh laki-laki itu, sedangkan kali ini Biundra mengenalkannya.
Biundra bergerak menghampiri Elenora, mengusap puncak kepalanya. "Sorry, macet," kepala Biundra mendekat dan bibirnya berbisik tepat ditelinga Elenora. "You look hot today."
Elenora menjauhkan tubuhnya, "stfu."
Biundra mengerutkan dahi. "Apaan tuh?"
"Shut the f*ck up."
"Shiit, dapet singkatan dari mana?" Mengelus pipi Elenora lembut. "Jangan ngomong kasar dong."
"Ini jadi gak sih?" Menghempaskan tangan Biundra secara kasar.
__ADS_1
"Iya jadi dong baby,"
^^^To be continued 🖤🖤^^^