FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Nyonya Collins


__ADS_3


...🖤🖤...


Didalam apartemen miliknya sendiri, Biundra termenung menatap keluar jendela. Apartemennya berada dilantai 15 dan langsung menghadap kejalan utama, jadi dia dapat melihat langsung bagaimana kondisi aktivitas kota ini. Setelah menghabiskan waktu diapartemen Xena dan mengobrol banyak, ia memilih pulang ditengah malam. Biundra tidak langsung tidur, ia sempatkan membuat kopi instan karena merasa belum mengantuk dan Biundra duduk sembari menyesap kopi instan yang baru dia buat tadi. Pikirannya ada pada dialog bersama teman-temannya tadi, soal bagaimana perasaannya dan perasaan Elenora saat melakukan hubungan. Dulu, saat pertama melakukannya dan Elenora menangis, ia hanya berulang kali meminta maaf dan berjanji untuk selalu ada disisih Elenora. Saat mereka merasa nyaman melakukannya, Biundra melupakan soal ketakutan Elenora dan malah semakin menyukai melakukan hal menggembiarakan itu bersama Elenora, mereka tidak pernah membahas perasaan masing-masing. Dia bohong soal pernah membahasnya bersama Elenora saat SMA, karena sejujurnya ia dan Elenora belum pernah membahasnya, Biundra hanya menyimpulkan dari yang dia lihat saja.


Mungkin berdebar adalah hal yang wajar saat melakukannya, tapi setelah itu Biundra melihat Elenora tampak biasa saja. Hal itu yang membut Biundra menyimpulkan kalau Elenora tidak memiliki rasa padanya.


Setiap ia bertanya soal perasaan Elenora padanya, perempuan itu selalu menjawab biasa saja, itu bisa disimpulkan tidak memiliki rasa bukan?


Arghh.. Biundra meremas rambut dengan kedua tangannya. Pusing sekali memikirkannya.


...🖤🖤...


"Eungghhh.." Biundra menggeliat dari balik selimutnya, bau harum memasuki indra penciumannya. Ia mengucek mata dengan kedua tangannya, berdiri dari tidurannya mencari sumber bau harum ini.


Seseorang telah sibuk didapurnya, kompor yang hanya menyala ketika Elenora yang menghidupkan kini sudah menyala oleh tangan seseorang.

__ADS_1


"Mama..."


"Hei, morning baby," Biundra menunduk agar mamanya dapat mencium pipinya dengan mudah. "Mama berisik ya sampai kamu terbangun."


Biundra menggeleng, masuk kedalam kamar mandi untuk membasuk wajah, dan kembali lagi untuk menghampiri mamanya. "Kapan sampai?"


"Satu jam yang lalu,"


"Sama siapa?"


"Sama pak Tejo, beliau didepan gedung bersama satpam. Mengobrol and enjoy a cup of coffee." Jawab mamanya.


Helena tertawa. "Kamu seperti wartawan ya, banyak bertanya."


Biundra malas menanggapi. "Mama belum pernah masuk sendiri kecuali Biu sendiri yang membukakannya."


Ungkapannya membuat Helena mengangguk paham. "Mama punya orang dalam?"

__ADS_1


"El?"


"Yap."


Kepala Biundra menoleh kekanan dan kekiri, mencari sosok Elenora disana. Masih belum puas hanya mencari dengan mata, Biundra berdiri mulai menyusuri apartemennya. Pencarian nihil, ia kembali kedapur. "Terus El dimana??"


"Kamu ini. Memangnya ini zaman kapan, ya mama tinggal telepon sajalah." Helena menggeleng heran, "kamu tidak kekampus?"


"Gak ada kelas ma," Biundra memeluk sang mama dari belakang, mengikuti kemanapun mamanya bergerak didapurnya.


"Apartemen kamu rapi, kamu jarang bawa teman kesini ya?" Biundra mengangguk. Petugas bersih-bersih apartemen Biundra datang setiap satu minggu sekali saja, dan Helena selalu mendapat laporan bahwa apartemen putranya selalu bersih dan rapi, membuat mereka memutuskan pembersihan dilakukan dua minggu sekali. "Kamu tidak pernah bawa teman perempuan ya?"


"El kadang kesini.."


"Your girlfriend sayang, bukan Elenora." Helena dibuat heran oleh putra kecilnya, sudah kenyang dia diberitahu oleh orang-orang kalau Elenora terlalu menempel pada Biundra sejak kecil, padahal kalau boleh jujur sebenarnya Biundra lah yang selalu menempel pada perempuan cantik itu. "Untung kalian dikota, coba saja kalau kalian hidup dikampung, pasti sudah digrebek sama para tentangga karena kalian selalu tidur bersama. Ya meskipun kalian tidak berbuat yang macam-macam."


Dalam pelukan itu, Biundra hanya tersenyum tipis menanggapi kalimat terakhir sang mama, 'tidak berbuat macam-macam' rasanya Biundra ingin tertawa keras. Ia dan Elenora bukanlah teman baik seperti yang keluarganya pikirkan. Apa ya kira-kira respon semua keluarga, keluarga Collins dan keluarga Oxley jika tau anak terkahir kedua keluarga itu telah berhubungan lebih dari sekedar teman kecil.

__ADS_1


^^^To be continued 🖤🖤^^^


__ADS_2