FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Do you love me?


__ADS_3


...🖤🖤...


"Hum..." Elenora menatap Biundra bingung, begitupun Biundra, laki-laki itu kebingungan dengan mata Elenora yang berkaca-kaca. "Gak bisa ya? Gue aja gitu, laki-laki yang lo punya, setelah kak Quin, setelah bokap lo?"


Elenora masih membisu, bibirnya kelu.


"Ya. Sorry kalau waktu itu gue minta lo untuk berubah mandiri. But, this is not what i want. Gue cuma mau lo mandiri, tidur sendiri, kekampus sendiri, belanja sendiri, gue mau itu karena gue takut kalau gue sibuk sama tugas terus gak bisa ada buat lo. El, gue cuma mau lo mandiri untuk itu, gue gak minta lo mandiri sampai lo cari laki-laki lain."


Elenora tetap menahan mulutnya untuk bungkam.


"Gue perduli sama lo El, lo gak pernah kayak gini...."


"Kayak gini gimana?" Kalimat itu lolos juga dari mulutnya, "emang seharusnya gue gimana Bi?"


Biundra maju dan berhasil meraih tangan Elenora untuk ia genggam. "Lo gak pernah biarin siapapun untuk masuk ke apart lo El, dan lo biarin Galaksi keluar-masuk."


"Galaksi teman yang baik, gue nyaman ngobrol sama dia."

__ADS_1


"Lo suka sama dia?"


"Like it or not, that's my business." Jawab Elenora tegas, memang benarkan? Suka atau tidak ia pada Galaksi, Biundra tidak berhak mempertanyakannya. "Galaksi baik, dia selalu tau apapun yang gue perluin..."


Biundra berdecak, membuat Elenora menghentikan kalimat memujinya. Biundra menunduk, justru karena ia tau bahwa Galaksi baik, Biundra tidak ingin Elenora melangkah terlalu jauh pada Galaksi, pada sebuah perasaan.


"Stop memuji dia."


"Karena memang dia sebaik itu Bi,"


"STOP GUE BILANG!!!!"


Lagi. Lagi-lagi Biundra memulai pembicaraan dengan membentak, Elenora kebingungan dengan mental Biundra yang berubah-ubah. Elenora tau kalau Biundra tidak sakit, mental Biundra normal, Biundra tidak mungkin memiliki kepribadian ganda kan?


"Maksud lo?"


"Dia nurut sama lo,"


"What do you talking abot? Gue gak ngerti...." Elenora melebarkan matanya. "Brengs*k lo Biu, lo pikir gue deket sama Galaksi karena mau tidur sama dia? Gue gak kayak gitu..."

__ADS_1


"Terus, kenapa lo seseneng itu sama dia."


"Lo sakit Biu?"


"LO YANG SAKIT!!!"


"STOP TERIAK-TERIAK KE GUE!!?" Elenora tidak ingin kalah dalam pertengkaran ini. "Lo nanya kayak gitu sama gue, seakan-akan gue ini cewek yang deket sama cowok cuma mau nudurin doang HAH!!!"


"Kita kayak gini juga lo dulu yang mau El,"


Elenora menggeleng. "Gue dulu cuma mau ngerasain cium*n doang Bi, gak sampai tidur bareng." Elenora menaruh bukunya keatas meja dengan keras. "Lo yang ketagihan buat tidur sama gue,"


Elenora menyadari kalau pertemanan aneh mereka terjadi karena dirinya. Elenora bukanlah gadis berparas menawan saat sekolah menengah pertama hingga menengah atas. Bahkan disaat semua teman sekelasnya menceritakan soal cium*n pertama mereka, Elenora hanya mendengarkan karena tidak ada yang mau mendekatinya. Hingga saat SMA, Elenora yang sangat dekat dengan Biundra sejak SMP, meminta laki-laki itu untuk memberikan rasa penasarannya. Elenora tidak memahami apa yang Biundra pikirkan saat menerima permintaannya, hingga sebuah cium*n berubah adegan dewasa sudah sering mereka lakukan dari bangku menengah atas hingga bangku kuliah.


Sesuatu yang membuat Elenora senang, karena Biundra selalu memberikan perhatian kepadanya, meskipun Biundra selalu dikelilingi banyak gadis.


"Lo nyesel ngelakuinnya sama gue El?"


Elenora menggeleng. "Sedikitpun gue gak pernah memikirkan soal menyesal Bi, gue bahkan selalu merasa seneng ngelakuin itu sama lo."

__ADS_1


Ruangan diselimuti dengan diamnya mereka. Hingga tangan Biundra mengelus puncak kepala Elenora, membuat perempuan itu mendongak. "Do you love me?"


^^^To be contiuned 🖤🖤^^^


__ADS_2