
...🖤🖤...
"El, lo beneran tidur sama strangers??" Astaga. Ini masih pagi, dan Lynne sudah memberinya pertanyaan berat. Bahkan Elenora baru datang dan belum duduk pula, mereka tidak memberika sedijit waktu untuknya duduk. "Astaga, gimana? Langsung bisa move on?"
"Lyn, emang semudah itu?" Clara nimbrung. Mata perempuan itu menatap layar laptop, jari-jarinya sibuk menekan semua abjad di atas keyboard. Anehnya, pagi-pagi perempuan itu sudah berada di kelasnya. "Kan butuh proses, ya kali baru tidur langsung cinta."
"Ya bisa aja kan? Cinta satu malam."
"Lagu dong," sambung Movie. Dari tiga teman Elenora, Movie yang paling semangat saat Elenora memutuskan untuk tidur dengan pria asal pada saat mereka di club malam itu. Bertemu dengan foreign boy itu juga tidak di sengaja, tiba-tiba saja laki-laki itu mendekati Elenora dan menawarkan bantuan. Semula Clara, Lynne serta Movie tidak mengizinkan, tapi laki-laki itu mengatakan dia mengenali Elenora membuat mereka mengizinkan.
Mereka bertiga kembali menatap Elenora.
"Lo beneran gak kenal laki-laki itu El?"
Elenora menggeleng menatap Movie, "gue sama sekali gak kenal, pas dia bangun juga dia gak ngomong apa-apa."
__ADS_1
"Kalian gak ngomongin soal perbuatan panas kalian gitu?"
Elenora menggeleng lagi. "Kelihatannya dia tipe one night stand gitu deh, jadi ya udah lewat aja gitu."
Memang banyak laki-laki model seperti itu, karena mereka memang berada di dunia itu, Elenora tidak mempermasalahkannya.
"Ya skip lah."
"He'eum. Gue tetep mau cari pacar, tapi gak mau tidur sembarangan lagi, ketemu pasangan sembarangan di club gitu biasanya kurang baik."
"Bener juga."
"Kenapa?"
Elenora mengusap ke dua lengannya yang mendadak berdiri bulu kuduknya. "Kalian tau, Biu marahin gue habis-habisan tadi." Elenora mengeluarkan buku tulisnya dengan mulut tetap mengoceh. "Bahkan dia bentak-bentak gue, ada yang lapor ke dia kalau gue tidur sama laki-laki yang gak dia kenal."
"Terusss..."
__ADS_1
"Gue jawab gak kenal sewaktu dia tanya siapa laki-laki itu. Dia tambah marah dong."
Clara menggebrak meja. "Tebakan gue bener kan? Dia ada feel sama El, buktinya dia marah karena El tidur sama laki-laki lain."
Elenora menggeleng. "Bukan ituuu, dia gak mau kalau gue ketularan penyakit dari sembarang orang, terus gue nularin dia."
Wajah Movie menatap masam. "Yakin karena itu?"
"Kalau kata gue sih, ada dua sisi." Lynne mulai menela'ah, dia mulai menggunakan metode cocok logika. "Pertama, emang bener karena takut ketular penyakit. Dan kedua, karena dia gak terima lo tidur sama orang lain."
Elenora menatap Lynne sebentar. "Tapi Lyn, cocok logika kedua lo itu ya karena cocok logika pertama loh."
"NO!!!" Lynne menggeleng kuat. "Dia melarang keras lo untuk gak tidur sama sembarangan orang kan?"
"Iya, bahkan dia bilang kalau gue lagi pengen ya minta sama dia aja."
"Nah... Nah... Nah...." Lynne menggebrak meja berulang-ulang. "Denger kan? Kalau El lagi pengen, tinggal bilang dia aja. Itu tandanya, Biundra cuma mau El sama dia aja."
__ADS_1
"Jangan buat gue berharap deh Lyn." Elenora lemas, dia jadi berharap lagi. "Gue mau move on loh, jangan ngomongin soal cocok logika lo."
^^^To be continued 🖤🖤^^^