FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Xena


__ADS_3


...🖤🖤...


"Ehh Elenora."


Alis Elenora hampir menyatu karena bingung dengan sosok perempuan tomboy dihadapannya ini. Pakaian perempuan itu terlalu berantakan untuk ukuran wanita, rambut panjang dengan model bawah berwarna merah dan pada bagian atas berwarna abu-abu yang digelung. Bawahnya menggunakan celana lebar berkantong warna hitam dan atasannya kaos pendek putih oblong, Elenora pusing melihat perhiasannya yang serba hitam ditambah chooker yang melingkar di leher.


Astaga.


"Yap," Elenora tersenyum tipis, dia tidak tau tapi tidak berani bertanya siapakah perempuan itu.


"Don't you remember me? Sakit hati gue," Eluhnya, duduk di hadapan Elenora tanpa meminta izin. Dahi perempuan itu mengkerut. "Beneran gak inget gue, El?"


Dengan senyum tipis tidak enak, Elenora menggeleng.


"Karena lo cantik gue maafin."


"Thank you," ucap Elenora membuat perempuan di hadapannya terkekeh. "Emang siapa, by the way? Lo sama sekali gak ada di memori gue loh."


"Xena." Ucapnya ketus, perempuan itu mengambil steak kentang dipiring Elenora dan menyantapnya. "Lo pernah dua kali bantu gue sewaktu motor gue bermasalah."


Elenora menatap wajah perempuan dihadapannya, cukup cantik untuk ukuran perempuan tomboy pada umumnya, Elenora yakin tidak ingat karena perempuan ini selalu mengenakan masker.


"Ouh, gak inget, sorry."

__ADS_1


"It's okey." Kepala Xena menatap kesana dan kemari. "Gak sama Biundra??"


"Enggak," Elenora menatap sebentar. "Kenal sama Biu?"


"Banget."


"Are you the one being approached by him too?"


Perempuan itu menggeleng kuat, bibirnya tersenyum menolak. "No, bukan yang seperti itu. Ya pokoknya gue deket sama dia, like you and him."


Elenora dan Xena menoleh pada laki-laki yang baru saja tiba membawa nampan dan dua mangkuk soto. Xena terlihat tersenyum, yang dibalas langsung pada laki-laki disamping Elenora.


"Xen, mau aku pesenin."


"Enggak, lagi gak akur." Elenora menjawab dengan wajah murung. Namun tersenyum hangat saat Galaksi menaruh mangkuk soto kehadapannya. "Thank you,"


"Biundra emang begoo, you know that." Xena berdiri. Membuat Galaksi dan Elenora mendongak. "Itu Arnav, gue kesana dulu. Selamat makan."


Elenora melihat perempuan tomboy itu berlari menghampiri laki-laki bernama Arnav, salah satu teman dekat Biundra yang dia tau setelah Jason.


"Aku baru tau."


"Apa?" Galaksi ikut menatap arah mata Elenora. "Xena?"


Elenora mengangguk.

__ADS_1


"Anak seni, temen deket Biundra juga. Kamu gak tau?"


Elenora kembali menghadap Galaksi yang sudah berpindah kehadapannya. "Gak pernah dikenalin."


"Dia kalau kelas selesai ya langsung nongkrong diruang musik, atau kecafe."


Elenora menunduk, hatinya terenyuh teringat kalimat Xena yang mengatakan bahwa perempuan itu dekat dengan Biundra sama seperti dirinya dan Biundra. Mereka lebih? Pertemanannya dan Biundra kan lain, yang membuat Elenora sedih karena ada teman lain yang Biundra miliki.


"Jangan khawatir."


Elenora menggeleng, soal khawatir sudah dia miliki sejak dulu.


"She doesn't like boys."


Elenora mendongak, dia merasa salah dengar, tapi Galaksi mengatakannya dengan sangat lantang.


"Apa?" dia perlu mengulai yang dia dengar.


"Xena, menyukai wanita."


"Ouh," Elenora sempat takjub, dia kembali menyantap makanannya. Begitukah? Jadi dia tidak perlu sedih.


Galaksi tertawa kecil. Mengelus puncak kepala Elenora dengan gemas dan mencubut pipi Elenora.


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


__ADS_2