
...🖤🖤...
Elenora duduk dipinggir lapangan basket, siang ini ia duduk menemani Galaksi dan beberapa teman lainnya untuk bermain basket. Sejak kepergian Helena siang itu, Elenora menjadi lebih banyak berpikir soal perasannya. Apakah ia masih menyukai teman baiknya itu, atau malah sudah pudar karena sikap laki-laki itu menjadi lebih menyakiti perasaannya.
"Bosan tidak?"
Elenora menoleh kesamping, Galaksi berdiri didekatnya sembari membuka botol dingin dan tangan lainnya membersihkan keringat menggunakan handuk kecil. Elenora tidak lihat kapan permainan basket telah selesai, ah, mungkin karena ia terlalu sibuk dengan pikiran.
"Tidak juga," Elenora berdiri, membenarkan posisi tasnya dibahu. "Aku kekelas dulu ya, pak Baskoro memberi kabar kalau ada yang mau dibahas sebelum ulangan."
"Okay, nanti kabarin pulang jam berapa?"
Elenora menggeleng. "Duluan pulang saja, aku akan pergi bersama Lynne untuk mencari kado, mamanya ulang tahun."
"Baiklah, terima kasih sudah menemani."
"Tidak masalah."
Mereka saling melambaikan tangan, Elenora berjalan menyusuri koridor fakultas arsitektur dengan pelan. Fakultas ini memang memiliki lapangan untuk mereka jadikan lapangan basket, dia menunduk sapa saat berpapasan dengan Floretta, kekasih Biundra.
__ADS_1
"Elenora..."
Panggilan perempuan itu membuat Elenora menghentikan langkah. Berbalik dan menatap seseorang yang memanggilnya.
"Apa kabar?"
"Baik bu,"
"Boleh minta waktunya, ada yang ingin saya katakan."
Membicarakan soal apa? Atau wanita dihadapannya ini dengan Biundra sedang bertengkar, tapi Elenora belum mengatakan apapun pada Biundra.
"Ee,, saya.."
Sekitar dua jam Elenora sibuk dengan kelasnya, pak Baskoro tidak membiarkan siapapun untuk meninggalkan kelas dadakan ini. Elenora berjalan keluar kelas dengan terburu-buru, jan sudah menunjukkan pukul empat sore, pasti ia telah membuat Floretta menunggu. Bahkan karena janji dadakan ini, ia membatalkan janji untuk menemani Lynne mencari kado untuk mamanya, digantikan oleh Clara. Teman-temannya sedikit memahami jika sesuatu telah terjadi hingga Floretta mendadak ingin berbicara dengan Elenora.
Suasana cafe sedikit renggang, mungkin karena ini sudah sore. Elenora berjalan menyusuri tempat-teman yang sekiranya ada sosok Floretta, hingga dilantai atas, dilantai balkon Floretta terlihat duduk manis menyesap kopi dan menatap layar macbook.
"Maaf terlambat."
Wanita s*xy itu mendongak, menggeleng kecil sembari tersenyum tipis. "Ouh, tidak, saya senggang, kebetulan bertemu teman dan baru saja pergi. Silahkan duduk."
__ADS_1
Elenora duduk dihadapan Floretta sesuai titahan.
"Mau pesan sesuatu, saya traktir." Tangan jenjang Floretta terangkat tinggi, membuat salah satu pelayan datang dengan membawa menu. "Saya rekomendasikan minuman dan cemilan enak,"
Elenora hanya mengangguk saat melihat Floretta membacakan pesanannya kepada pelayan didekat mereka, dan saat pelayan itu permisi pergi, Floretta menatap Elenora sebentar.
"Kamu tidak terburu-buru kan?"
"Ah tidak, sedang tidak ada kelas lanjutan dan tugas juga sudah selesai. Pak Baskoro menjelaskan secara detail untuk keseluruhan, jadi kami hanya tinggal mengerjakan tugas yang dikumpul minggu depan." Jelas Elenora, untuk apa juga dia menjelaskan hal ini pada Floretta, tapi dia sedang berusaha agar tidak gugup saat ini.
"Saya perlu membicarakan soal Biundra."
Mata Elenora melebar, ia langsung menggeleng cepat dan mengatupkan kedua tangannya didada. "Sumpah bu, saya sama sekali tidak mengatakan apapun pada Biundra soal ibu dipameran lukisan itu, bahkan saya dan Biundra belum mengobrol apapan."
Alis Floretta hampir menyatu karena bingung, namun dia terkekeh mendengar penjelasan Elenora. "Astaga Elenora. Kalaupun kamu bicarakan hal itu pada Biundra, saya tidak masalah. Andres adalah mantan suami saya, kami memang dekat karena kami bersahabat dan Biundra tau akan hal itu."
"Hah? Ap-apa, Tuan Andres mantan suami bu Floretta?"
Floretta mengangguk mantap. "Saya dan Andres itu sama seperti hubungan kamu dan Biundra, tidak jelas. Mereka mencintai kita, tapi mereka tidak tau bagaimana cara mengakuinya."
"K-kita?" Jika Floretta mengatakan kita, kata itu menandakan bahwa dirinya termasuk kedalamnya.
__ADS_1
"Biundra mencintai?"
^^^To be continued 🖤🖤^^^