FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
What do you mean?


__ADS_3


...🖤🖤...


Biundra tertawa keras saat pintu apartementnya tertutup kasar. Mengabaikan Elenora yang menatap datar pada cincin yang tergeletak dilantai.


"Astaga El," Biundra masih tidak percaya dengan akting mereka barusan. Laki-laki itu menggeleng takjub sembari melangkah menuju dapur, membuka kulkas dan meraih sebotol cola, lalu kembali keruang utama.


"Sumpah ya, dari sekian banyak acting. Baru kali ini loh kelihatan natural gitu." Biundra menegak cola ditangannya sembari menatap pintu dengan pikiran bangga mengingat kejadian yang baru saja terjadi.


First time Biundra melihat Elenora sekeren itu. "Apapun El, gue bersumpah bakal turuti mau lo."


Tidak ada jawaban membuat dahi Biundra mengerut, sejak kepergian Jesslyn beberapa menit yang lalu belum ada suara dari Elenora. Biundra berdiri didepan Elenora yang menunduk, tangan laki-laki itu perlahan menyentuh dagu Elenora dan membawanya untuk mendongak, memperlihatkan wajahnya. Mata Biundra melebar, "oh my God."


Dengan gemetar Buundra menyentuh pipi Elenora yang sontak membuat tangan perempuan itu menepisnya, "you want to go to the hospital? Bibir lo ngeluarin darah, pipi lo merah banget."


Elenora menepis lagi. "Gue mau balik aja."


Biundra memperhatikan Elenora, bergerak merapikan pakaian minimnya, meraih jaket yang langsung menutupi seluruh tubuhnya. Dengan berjalan pelan dia meraih tasnya yang tergeletak dilantai, sebelum membiarkan Elenora pergi menjauh Biundra langsung menahan dengan menarik tangannya.


"Ele, lo marah sama gue?"


Elenora menarik tangannya. "I want to go home. Don't touch me please, bi."

__ADS_1


"No, please say something. What do you want I acc..." Biundra menghentikan kalimatnya lagi saat perempuan di hadapannya menghindar dari pelukannya. "Elee.."


"Are you sure you will comply with all my requests?"


Biundra mengangguk. "Sure."


Elenora menatap Biundra dengan mata berkaca-kaca, Biundra kebingungan dengan tatapan itu. "Kalau gitu, jangan temui gue kedepannya, ini terakhir gue bantu lo."


"What do you mean?"


Biundra berjalan cepat, dia mengejar Elenora yang sudah menutup pintu tidak kalah kasar dari Jesslyn. Biundra panik, Elenora tidak pernah bersikap seperti ini.


"Enggak El,,,, ELENORA!!!!" Biundra memukul pintu lift yang sudah tertutup.


Biundra mengusap wajah dengan gusar, dia sudah sampai dilantai dasar dengan kaosnya yang basah karena keringat. Petugas kebersihan menatap kaget saat pintu darurat terbuka secara kasar, keluar Biundra dengan tampilan acak-acakan.


"El... Tunggu El,,," Biundra berlari menahan tangan Elenora, tidak ada wajah kesedihan dari Elenora. Biundra hanya melihat wajah datar dari perempuan itu. "Are you serious? Please don't talk like that El, please."


"Biu," Elenora melepaskan tangan Biundra. "Please, lo gak usah too much lah, gue mau pulang."


"No El," Biundra berlutut dihadapan Elenora, memeluk kaki perempuan itu dengan kepala yang mendangak menatap Elenora. Wajahnya sudah pasti frustasi, tapi Biundra tidak perduli, apa lagi dengan pandangan seluruh penduduk apartement yang hendak keluar-masuk. Biundra hanya butuh Elenora saja. "Don't go enywhere Ele, gue butuh lo, jangan pergi."


"Biu apaan sih," menggerakkan kakinya, melepaskan tangan Biundra yang melingkar kuat di kakinya. "Gak usah berlebihan, lepas Bi."

__ADS_1


Biundra tidak perduli, dia tetap merengek dikaki Elenora. Meminta perempuan itu untuk bertahan disisinya. "Gue janji gue bakal nurut sama lo, please jangan bilang kayak gitu El, gue gak bisa."


Biundra diam, melihat Elenora menghela napas dan mengelus puncak kepalanya. "Lepas Bi, lo gak malu dilihatin banyak orang??"


Sudah dibilang kan? Biundra tidak perduli, dia hanya ingin Elenora tinggal.


Elenora menghela napas pasrah. "Iya iya iya, gue gak pergi,"


Kalimat Elenora membuat Biundra kembali melihat ke atas, "you sure?"


"Hmm.."


"Don't lie El!!"


"Iya lohhh.."


Hal itu tentu membuat Biundra tersenyum lebar, dia berdiri dan menangkup kedua pipi Elenora, mengelus pipi pada bagian yang merah.


"I'm so so sorry, this is the last time I ask for help." Perempuan itu mengangguk mengiyakan. "Gue gak akan nyeret lo sampai sejauh ini. Okey,"


"Um," Elenora mengangguk lagi.


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


__ADS_2