
...🖤🖤...
Suara kata sandi terdengar, membuat Elenora menutup pintu dengan sangat pelan dan berlari kearah depan tanpa suara. Masuk sosok tinggi menenteng plastik, laki-laki itu melepaskan sepatu dan menaruhnya kedalam rak. Mungkin belum menyadari keberadaan Elenora.
"Hai..." Sapa Elenora lembut. Laki-laki itu mendongak melihatnya, sempat kaget saat melihat dirinyalah yang berdiri diruang tamu dengan senyum yang mengembang.
Elenora tau, Biundra masih kesal padanya.
Jadi Elenora pahami jika tatapan Biundra tidak bersahabat padanya.
"Tante telpon gue tadi, katanya nomor lo gak aktif gitu."" Elenora berbicara dengan bibir amat melengkung.
Biundra berjalan melewatinya tanpa menatap ramah. "Forgot to charger."
"Ouh, ya?" Elenera masih mempertahankan senyumnya. "Kata tante, gue suruh ingetin lo kalau siang ini makan siang bersama, om gak bisa lama-lama disini."
Ucapnya panjang lebar, Biundra hanya mengangguk mendengarnya.
Elenora menggaruk pelipisnya, Elenora bahkan tidak marah lagi, tapi kenapa Biundra bisa semarah itu? padahal laki-laki itu yang bersikap aneh.
"Okey, kalau gitu gue balik." Elenora berbalik, berjalan menuju pintu.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanyanya saat Elenora meraih tas yang dia taruh diatas sofa.
"Um. Hang-out sama Movie."
Biundra tersenyum meremehkan. "Gak bosen, semalam sudah ketemu sampai pagi. Siangnya sudah mau ketemu lagi."
"Kenapa harus merasa bosan?" Yakan? Biundra memang masih marah padanya, dilihat dari bicaranya saja Elenora sudah tau kalau Biundra sedang marah. Padahal biasanya laki-laki itu tidak pernah perduli seberapa banyak dirinya bertemu dengan para sahabatnya. "Lah, lo sendiri?"
"Gue?" Menunjuk dirinya, laki-laki itu bersandar dilemari yang diberi pajangan berbagai miniatur mobil, tangannya bersidekap menatap Elenora. "Kenapa sama gue?"
Elenora mengangguk. "Lo gak bosen ketemu sama pacar lo terus?"
"Beda konsep El,"
Elenora berbalik, kembali berjalan menuju pintu sembari menggumam. "Dah ah, mau pergi, gak penting gue disini."
"Hai kak El,"
Elenora menghentikan langkahnya lagi, lagi dan lagi, sampai kapan dia disini? Elenora berbalik, dia mengembangkan bibirnya saat mendengar suara lembut penyapanya.
"Hai.." Elenora melambaikan tangannya. "Kamu sudah bangun?"
Perempuan mungil itu mengangguk, berjalan kearah Biundra sembari mengucek matanya, sungguh imut bukan?
__ADS_1
"Apa suara ku membangunkanmu? sorry." Elenora meminta maaf tanpa alasan.
Elenora melihat kearah Biundra, ia tersenyum tipis saat mata Biundra hanya terfokus pada sosok mungil disampingnya. Sosok mungil yang tenggelam dalam kaos oversize yang Elenora yakini adalah milik Biundra, teman baiknya.
Oh God. Tolong jangan buat Elenora melihat kemesraan yang tidak akan pernah dia bayangkan.
Jesslyn masih menguap dengan manis dipelukan Biundra. "Ouh, enggak kak. Aku memang sudah bangun kok," Jesslyn tersenyum tipis, melirik Elenora saat Biundra mendadak mencium pelipisnya, dan bergeser ke bibirnya. "Kak El sudah mau pergi?"
"Em, yap," Elenora mengalihkan pandangannya, baru saja dia berdoa agar tidak melihat sesuatu yang tidak mengenakan, malah terjadi. Elenora melihat kearah ponsel yang menyala lalu dia menunjukkannya pada dua orang yang mungkin saja tidak terlihat oleh mereka karena jarak jauh mereka. "Movie menelpon ku setiap dua puluh lima menit, takut aku lupa."
Perempuan dalam rangkulan Biundra mengangguk. "Have fun kak,"
"You too." Tangan Elenora melambai, saat tengah memakai sepatu bootsnya dia menatap Biundra dan Jesslyn. "Umm Jesslyn, tolong ingatkan Biu untuk makan siang bersama keluarganya di Cafe Alatas, okey."
"Oh, iya kak," tersenyum.
"Jangan sampai terlambat."
"Siap kak," Jesslyn membalas dengan tertawa kecil.
Elenora mengangguk, dia keluar sembari menerima panggil dari Movie. "Iyaaa, astaga, ini meluncurrr..."
^^^To be continued 🖤🖤^^^
__ADS_1