
...🖤🖤...
"Widihhh, kelihatannya ada yang perang dingin nihh." Ledek Clara padanya, mendengar ledekan itu Elenora hanya diam pura-pura tidak dengar. Clara menyenggolnya, berharap ia merespon ledekan itu.
Elenora menoleh menatap datar Clara. "Bac*t..."
"Widihhh,,," Clara cekikikan mendengar umpatan Elenora.
"Claraa, udah dong. Jangan diledek Ele-nyaa." Lynne duduk disebelahnya, menyodorkan kertas tugas padanya, ia bangun kesiangan tadi, jadi tidak masuk kelas pertama. Beruntung ia memiliki sahabat seperti Lynne, perempuan itu terus membantunya. "Bagus El, lo memang harusnya marah sama Biundra. Dia terus saja membuat lo dalam masalah."
Elenora menyandarkan kepalanya keatas meja, menumpu dagu dengan punggung tangannya, tangan lainnya ia gunakan membaca tugas diatas kertas. Masuk tidaknya pertanyaan dari tugas, tidak masalah, yang terpenting ia menulikan semua kalimat ejekan dari para sahabatnya. Kecuali Lynne.
"Lumayan loh, ada seminggu lebih mereka bener-bener gak teguran."
"Biasanya, El,, El,, El..." Movie berbicara dengan nada persis seperti Biundra saat memanggilnya, ia mendengus kesal, ledekan masih berlaku.
Clara menepuk lengan Movie. "Atau begini Mov, Kitty, Kitty, please help me, ya ya ya.."
Keduanya tertawa, Elenora melirik kearah Lynne, terlihat sebenarnya perempuan itu juga ingin tertawa, mungkin karena menghargai membuat Lynne hanya diam sembari menahan senyum.
__ADS_1
"Ketawa aja Lyn, i'm okay."
Lynne menoleh padanya, dia menggeleng kecil dan meraih cup coffe didepannya. "Sebetulnya itu sangat lucu El, tapi gue kepikiran gimana kalau ada diposisi lo."
"Jangan dipikirin Lyn, nikmati aja kayak Ele." Balas Movie, membuatnya hanya kembali mendengus kesal. "Benerkan? Lo karena terlalu suka sama Biundra, makanya semua kebodohan lo itu menguasai diri lo El. Yakin deh."
"Gue setuju," ucap Clara setelah menegah ice coffe. "Contohnya gue nih ya, setiap berantem sama Gerario, gue selalu nyumpahin dia dan rasanya gue gak akan lagi mau balikan ataupun maafin tuh orang. Tapi ujungnya, dengan alasan gak enak sama keluarganya dia yang terus desak gue buat balikan dan keluarga gue yang gak enak sama keluarga Gerario, buat gue akhirnya balikan sama Gerario. Padahal faktanya gue itu emang masih cinta sama Gerario, i swear, padahal sejauh apapun kami bersama, gue tetep sering tersakiti karena Gerario."
Movie tertawa paling besar. Lalu dia berdehem sebentar. "Actually, gue juga punya masalah sama Ivano. Sumpah, cerita ini gak pernah gue ceritain kesiapapun."
Mereka bertiga mulai mendengarkan Movie, selama ini Movie terlihat sangat bahagia bersama Ivano. Tidak pernah terlihat ada masalah. Selalu terlihat romantis jika bersama. Apa yang akan diceritakan oleh Movie.
"Really?" Lynne lebih dulu bertanya, ya, ini tidak pernah ada dalam pikiran semua orang.
"Ivano masih belum bisa lepas dari mantannya, mereka putus dua bulan sebelum sama gue, i think mereka pacaran selama enam tahun."
"WOW!!"
"Yeah, gue gak tau apa yang buat perempuan itu kepikiran untuk selingkuh dari Ivano. Padahal dia laki-laki yang sempurna, dan setelah puncaknya Ivano tidak kuat diam. Dia minta putus. He's dissperated, dan keluarganya ngenalin dia ke gue, kebetulan bokap gue dokter langganan bokapnya Ivano." Movie menyesap coffe ditangannya. "Katanya, gue mampu membuat dia lupa sama mantannya. Begonya gue percaya, padahal enam bulan terakhir mereka masih berhubungan."
"Hah!! Kok lo gak kasih tau kita..."
__ADS_1
"Ya buat apa, gue cuma mau sama kalian itu seneng-seneng doang." Movie tersenyum tipis. "Gue gak mau campur adukin kesenangan kita gara-gara Ivano."
"Jadi, hubungan lo sama mas Ivano."
"Sekarang baik. Dulu sering berantem, dan Ivano selalu mint gue bertahan, karena katanya, mantannya itu depression. Jadi, butuh penyemangat, i guess.." Movie menghela napas, "sekarang gue berasa hambar banget pacaran sama Ivano."
"Yang penting duit ngalir Mov,"
Movie terbahak mendengar ucapan Clara, perempuan itu mengangguk. "Lumayan sih, makanya El, gue tuh suka menghujat lo karena sebenernya gue seneng ada yang senasib."
"Sialaan!!!" Elenora mengumpat.
"Tapi jujur, gue emang gak respect kalau lo berhubungan sama Biundra. Karena menurut gue, dia beneran gak bisa stay sama satu perempuan, jadi gue rasa Ele gak akan betah sama itu laki-laki."
Lynne mengetuh mejanya. "Kalau menurut gue sih."
"Apa lagi ini!!!" Lynne kembali menggunakan cocok logikanya disaat seperti ini.
Movie berdiri. "Gak!! Udah, gak usah bikin El berharap atau malah menambah overthinking,"
^^^To be continued 🖤🖤^^^
__ADS_1