
...🖤🖤...
"Lo kenapa sih Bi? You have a problem?" Elenora sangat bingung sekarang, secara Biundra datang tidak diundang dengan memasang wajah marah dan mengatakan hal tidak mengenakkan kepada Galaksi. Biasanya Biundra orang yang paling ramah terhadap Galaksi, kenapa sekarang.....
"Lo yang punya masalah!!" Elenora tersentak karena Biundra berbicara dengan nada tinggi, bahkan sembari menunjuk padanya.
Jarak mereka dekat, Elenora menurunkan tangan Biundra. "Apa masalah gue?"
"Lo gak bilang kalau lo ikut club music?"
Elenora sempat mengeluarkan tawa kecil sembari menggeleng. Selama ini Biundra tidak pernah perduli dengan apa yang dia lakukan selama hal itu masih dalam tahap wajar. "Harus?"
"El, lo gak pernah kayak gini sebelumnya."
__ADS_1
"Biu, please stop!!" Elenora mulai pusing dengan sikap Biundra. "Selama ini lo gak pernah mencampuri urusan gue loh, ini cuma club music, kenapa lo semarah ini?"
"Cuma. Lo bilang masuk club music itu cuma?"
"Iyalah. Lo kenapa hiperbola gini sih? Aneh tau gak?" Elenora kembali duduk, merapikan buku-buku bacaan kedalam rak. "Gue aja gak pernah marah lo mau ngapain aja Biu, sewaktu gue tau lo ikut balapan aja apa pernah gue marah, padahal itu bahaya. Even lo kecelakaan aja, gue masih gak bisa marah, ketakutan kehilangan lo itu lebih besar dari amarah gue."
"Those are two different things." Elenora tidak menjawab, Biundra adalah orang yang keras kepala, dia tidak akan paham kalau tidak dengan teriakan. Tapi Elenora malas untuk berteriak atau sekedar meninggikan nada suaranya. "Balapan dan club music dua hal yang berbeda, Elenora."
"It's the same Biu, sama." Sebentar, Elenora menarik napasnya sejenak, ia berdiri dan menatap Biundra. "Jelasin kali ini dimana kesalahan gue Bi, sampai lo semarah ini karena club music."
"Bi-"
"Lo suka mendengarkan musik bukan berarti lo mau main alat musik." Biundra memotong Elenora lebih dulu. "Gue tau El, lo gak pernah suka hal itu, gak ada bakat didiri lo untuk hal itu. Tapi lo..."
"Biu, gue gak boleh berubah kah? Apa gue harus jadi gue yang dulu, apapun bergantung sama lo, apapun harus sama lo. Gue juga mau mandiri, bukannya itu yang lo mau. Gue udah bisa apa-apa sendiri loh, pulang kerumah sendiri meski gak pakai mobil sendiri. Gue bisa belanja bulanan sendiri, bahkan gue udah berani rebutan barang sama ibu-ibu kalau tinggal satu. Gue bahkan udah berani tidur sendiri tanpa lo temenin loh Biu, harusnya lo bangga."
__ADS_1
"Stop El," Biundra terlihat semakin tidak kuat. "El, jawab aja pertanyaan tadi. Lo serius sama Galaksi?"
Elenora tidak bisa menjawab.
"Kenapa?" Elenora mendongak, dia masih tidak bisa menjawab pertanyaan Biundra. "Sekarang lo kemana-mana sama Galaksi, bahkan masuk club music karena Galaksi, lo lebih milih naik motor ssma Galaksi padahal lo gak pernah naik motor."
"Biu, lo yang perlu stop disini." Lagi-lagi sebelum mengeluarkan unek-uneknya, Elenora menarik napas. "Apa yang lo mau dari pembicaraan ini?"
Biundra menatap Elenora dengan mata yang bergerak kebingungan. Ya, Biundra sendiri tidak tau apa yang sebenarnya dia inginkan. Dia hanya mulai kesal ketika Elenora tidak lagi bergantung padanya lagi. "Tolong bergantung lagi sama gue El."
"Kenapa? I thought you weren't happy about it. Gue gak mau lagi menunggu Bi, dulu lo selalu jadiin gue prioritas lo, tapi sekarang sudah tidak lagi kan? Seperti yang lo bilang, ini akhir dari our relationship." Elenora melangkah mundur menjauhi Biundra ketika laki-laki itu hendak meraih tangannya. "Dari kemarin pertengkaran kita selalu lo anggep gue yang salah. You better think again. Kenapa lo selalu anggep gue salah, padahal lo sendiri tau selama ini kalau gue selalu minta maaf kalau gue ada buat kesalahan."
"Gak bisakah lo cukup punya gue aja!!!!"
^^^To be continued 🖤🖤^^^
__ADS_1