FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Bodoh soal perasaan


__ADS_3


...🖤🖤...


BRAK!!!


"Anjiirrr, kaget cokkk!!" Arnav mengumpat kaget, dia tengak asik menghisap nikotin dan dikejutkan oleh suara gebrakan dihadapannya. "Kenapa lo?"


Yang ditanya tidak menjawab. Arnav menatap Jason dengan tatapan bertanya, Jason yang juga tidak tau permasalahannya malah mengangkat bahu tidak tau.


Jason menepuk bahu laki-laki yang datang ke ruangan mereka dengan wajah muram. "Kenapa Bi? Berantem sama Elenora?"


"BANGS*T, ANJ*NG, F*CK, MATII LO SEMUA." Arnav, Jason dan Xena menatap bingung, Biundra datang dengan wajah emosi. Saat ditanya hanya diam saja, ketika didiami malah mengeluarkan kalimat umpatan. "Emang gue salah kalau gue lihat isi chat nya?"


"Konteksnya apa dulu? Lo gak kasih sinopsis tapi langsung ngasih inti masalah, ya mana ada yang paham." Jawaban Jason disetujukan oleh Arnav dan Xena dengan kepala yang dianggukan.


"Ini siapa yang lagi lo musuhin? Orang baru atau orang lama?"


Biundra menatap Arnav tajam. Meminta maksud dari ucapannya.


Arnav terkekeh. "Maksud gue gebetan baru atau Elenora."


"Ck, Elenora." Jawab Biundra malas, dia menyandarkan tubuhnya pada sofa lebih dalam, hampir seperti setengah berbaring, membiarkan kaki panjangnya menekuk. "Dia tuh kenapa sih?"


"Kenapa?" Tanya Arnav, Jason dan Xena bersamaan.


"Yakan gue gak sengaja lihat roomchat dia sama Galaksi, terus malah marah-marah gak jelas."


"Tapi lebih kelihatan lo yang marah-marah gak jelas loh Bi," Xena bersuara dan mendapat tatapan bingung serta kesal oleh Biundra. "Yakan?"


Jason dan Arnav menggeleng tidak paham.


Xena berdecak. "Ya siapa coba yang gak marah kalau roomchat dilihat sama orang lain."


"Gue bukan orang lain, jing." Menendang meja dihadapannya, hingga membuat semua terguncang. Untung Xena cekatan meraih kaleng yang hampir jatuh karena dia menaruh terlalu pinggir. "Denger ya, gue bukan orang asing."


"Bi," Arnav menepuk bahu Biundra, mencengkram kuat. "Are you jealous?"


"Jealous? Gue ke Elenora?"

__ADS_1


"Yalah, gak mungkin lo ke Galaksi kan?" Xena memicing, "lo normal Bi?"


"Ck, gak lucu." Biundra berdecak lagi. "Kenapa gue harus cemburu?"


"Ya terus kenapa lo marah?"


Biundra menghela napas kesal, "gue cuma kesel karena Elenora marah-marah gak jelas hanya karena gue lihat chat dia. She is too much."


"She's not exaggerating. Dia memang melakukan hal yang seharusnya, jangankan lo yang cuma temen baiknya, gue ke Lynne aja gak pernah saling buka-buka hape." Jason menjawab, "ponsel itu termasuk barang pribadi Bi, gak semua orang boleh sembarangan lihat apa lagi lo cuma temen dia doang."


"Tapi...."


"She's not yours." Xena memotong. "Lo emang udah berteman lama dan bahkan model pertemanan kalian itu gak biasa. Tapi bukan berarti dia jadi milik lo."


Arnav mengangguk, menatap Biundra yang terdiam mungkin memikirkan atau malah tidak masuk kedalam pikirannya. "Bi, lo masih menyangkal soal lo suka sama Elenora."


"Gue suka kok sama dia,"


"Suka yang ada di diri lo beda sama suka yang kami pikirin, Biundra." Xena nampak kesal, tapi mereka harus menyadarkan Biundra tentang konsep persahabatan mereka.


"Denial aja terus."


"Coba gini deh," Jason mengambil alih perhatian. "Gue tau lo lagi deket sama dosen fakultas sastra, tapi coba lagi lo tanya sama hati kecil lo, rasa lo ke Elenora itu sama gak sih kayak rasa lo ke dosen itu."


"Ya bedalah."


"Bedanya?" Biundra diam sebentar, menimang jawaban, membuat Jason tersenyum tipis. "Gak bisa jawab kan lo?"


"Bi, Elenora gak pernah cek hape lo kan?" Xena kini yang bertanya.


Biundra mengangguk.


Xena menggeleng. "Lo gak boleh selfish, Bi. Elenora aja gak pernah cek hape lo, kenapa lo cek hape dia?"


"Gue gak berniat, cuma tiba-tiba notif pesan dari Galaksi masuk, terus gue gak sengaja baca kalau Galaksi mau gantiin gue buat nemenin Ele kemanapun kalau gue gak bisa. Kesel lah gue," alis Biundra hampir menyatu. "Makanya gue kepo sama isi chat mereka."


"Jadi lo buka lah roomchat Elenora?"


"IYA!!"

__ADS_1


"Gak bisa gitu Bi, itu privacy tau. Lo gak ada hak buat lihat isinya, lagian apa salahnya kalau Galaksi mau deketin Elenora?" Biundra tidak menjawab. "Galaksi single and she's too. Gak ada salahnya dong."


"Gak bisa gitu dong Jas."


"Jason bener kok," Xena memotong kalimat penolakan Biundra, Arvan ikut mengangguk menyetujui Xena. "Siapa sih yang gak suka Elenora? Honestly, I used to like it. Dia perempuan cantik, baik, humble."


"F*ck, lo suka Ele?"


Xena mengangguk. "Mungkin sekitar dua kali Elenora bantuin gue pas ban motor gue bocor, padahal dia gak kenal gue. Itu sekitar awal tahun kita masuk kuliah. Tadinya mau gue deketin, ternyata dia emang baik kesemua orang, dan parahnya dia deket sama lo. Ya gue batalin buat ngejer, apa lagi pas tau konsep persahabatan kalian itu."


"Meskipun suka ganggu anak-anak yang pendiam, tapi Elenora suka membantu mahasiswa atau mahasiswi yang di bully." Arnav mengacungkan tanda setuju pada kalimat Jason. "Dulu ada mahasiswi yang dibully sama senior karena gayanya yang kampungan. Sama Elenora dibantu dan gak ada yang berani deketin cewek norak itu lagi, malah sekarang mereka beteman baik."


"Siapa?"


"Movie," ketiganya mengangguk. "Movie berubah penampilan setelah berteman dengan Elenora."


Xena bertepuk tangan. "Back to the topic deh, kalau lo gak gerak buat nyari tau perasaan lo. Gue mau maju."


Biundra berdecih. "Elenora normal Xen, gak mungkin suka cewek."


"We never know."


"Bangs*t."" Biundra mendelik kesal. Xena hanya terkekeh. "Gue udah dapet jawabannya."


"APA!!!" Mereka bertanya bersamaan.


"Perasaan gue biasa aja."


"Yakin?" Arnav mencoba mengguncang jawaban Biundra.


"Sure." Biundra mantap menjawab.


"Gue maju nih." Perempuan tomboy itu bertanya maju.


Biundra menggeleng. "Lo ataupun Galaksi, ataupun laki-laki dan perempuan diluaran sana. Gak ada yang bisa deketin Elenora, selagi ada gue."


Ketiga teman Biundra hanya menggeleng melihat kepergian Biundra. Mereka tau kalau Biundra bodoh soal perasaannya. Jadi, maklumi saja.


^^^To be continued 🖤🖤^^^

__ADS_1


__ADS_2