FWB (Friends With Benefit)

FWB (Friends With Benefit)
Tips cara melupakan dari Galaksi


__ADS_3


...🖤🖤...


"El, are you okay?" permainan berhenti, petikan gitar tidak lagi terdengar, hanya suara tangisan yang keluar dari Elenora. Semua panik, karena merasa ledekan mereka malah membuat Elenora bersedih.


"Sorry El,,"


"No no, it's okay," Elenora mengusap air matanya, masih mengalir namun bibirnya mengembang lucu, tertawa melihat semua orang panik. "Gak tau, pengen nangis aja."


Galaksi membersihkan air matanya yang terjatuh, mulus dikedua pipinya. "Mau pulang?"


"Um," Elenora mengangguk.


Galaksi berdiri dan mengangkat tangan Elenora, membantunya agar mudah berdiri.


"El,"


Elenora menoleh pada Movie yang berdiri. "Gak apa-apa Mov, rasanya seneng banget bisa kumpul gini, jarang kan kita ngelakuin ini. Kalian lanjut aja, gue mau pulang."


"Be careful," Elenora mengangguk pada Jason.


...🖤🖤...


Galaksi memarkirkan mobil Elenora dengan sangat rapi, mereka pergi menggunakan mobil Elenora, sedangkan motor Galaksi dititipkan diapartemen Elenora. Mereka berdua keluar dari mobil, berjalan beriringan menuju lift.


"Eum, Galaksi..."


"Ya." Galaksi menghentikan langkahnya, menatap Elenora. "Kenapa?"

__ADS_1


"Mau jalan-jalan ditaman sebelah gedung ini gak?"


Galaksi tampak menimangnya, laki-laki itu tau jika Elenora sedang membutuhkan teman, dan Galaksi bukanlah Biundra, tidak mungkin dia menginap diapartemen Elenora untuk menemani. Dengan senang hati Galaksi mengangguk, mengikuti Elenora yang sudah memutar jalan menuju pintu belakang.


Taman area gedung-gedung apartemen memang cukup bagus, memiliki fasilitas bermain yang cukup banyak. Karena ini sudah terlalu malam, tidak ada yang terlihat sedang bermain atau sekedar menongkrong.


Mereka berdua duduk diayunan, bersebelahan, tanpa mengeluarkan suara. Galaksi sangat memahami kondisi Elenora saat ini, ketika Lynne menyanyikan lagu cukup menyedihkan, Elenora menangis. Ditanya kenapa, perempuan itu hanya menggeleng dan mengatakan tidak apa-apa. Galaksi diam, memandang keatas, menatap cantiknya bintang.


"Nangis aja,"


Elenora menoleh, melihat Galaksi yang mengadah keatas. "Siapa yang nangis?"


"Kamu." Balas Galaksi. "Gak usah ditutup-tutupin Elenora, aku tau kamu. Untuk melupakan seseorang memang sangat sulit,"


"Memang pernah merasakan?"


"Pernah."


"Ya. Tidak percaya,"


"Sedikit."


"Tapi sudah lupa kok untuk sekarang,"


"Bagus deh," Elenora menunduk. "Gak enak ngerasain ini."


"I feel you, but the best way is not to forget, it's better to let it remain in the heart. That's better, in my opinion." Galaksi tersenyum tipis, "Elenora, kalau mau menangis, boleh kok."


Galaksi berdiri, dia menghampiri Elenora dan berdiri tepat didepannya. Elenora semakin tertunduk dengan kedua bahu mulai bergetar, Galaksi berjongkok, meraih tangan Elenora dan menggenggamnya.

__ADS_1


"Memangnya aku salah kalau menyukai Biu?"


"Not, you are innocent." Mengelus punggung Elenora. "Aku tidak akan menyalahkan Biundra, karena aku tau, he doesn't realize his feelings for you, beautiful."


Elenora mengusap air matanya, masih dengan jejak air mata dan mata yang memerah tersenyum pada Galaksi. "Can i hug you?"


"Sure," Galaksi berdiri, merentangkan kedua tangannya. Elenora melihat itu tersenyum dan langsung berdiri menghamburkan diri dalam pelukan hangat Galaksi. "Everything gonna be okay, right? I'am here for you."


...🖤🖤...


Setelah banyak menangis, Elenora kembali keapartemennya. Galaksi sudah pulang sejak dia menolak untuk diantarkan sampai kelantai apartemennya. Setelah membersihkan diri, ia memasukkan diri kedalam selimut untuk memulai mimpinya. Menjelang tidur, Elenora menatap kearah jendela yang tidak dia berikan horden, Elenora mengingat perkataan Galaksi lagi, soal bagaimana cara terbaik untuk melupakan Biundra.


Disela matanya mulai terpejam, Elenora merasakan sebuah tangan dingin melingkar diperut rampingnya. Elenora membeku, dia tidak mendengar suara pintu apartemennya terbuka. Ah mungkin karena diluar hujan.


Elenora mencoba tenang, berharap bukan hantu atau orang jahat yang bisa saja mencelakainya. Elenora berbalik dengan perlahan.....


"Biu,"


"Sshhh.. Let me sleep hug you." Elenora tidak menjawab, membiarkan Biundra mengeratkan pelukannya, merapatkan kepala, ada sebuah kecupan singkat dibahunya. Elenora tidak merespon apapun, mungkin karena hampir seminggu mereka tidak bertegur sapa, membuat perasaan kesalnya menghilang digantikan oleh perasaan rindu. Jadi dia biarkan Biundra tidur memeluk dirinya.


Rasanya Elenora baru memejamkan matanya, namun pergerakan dari seseorang disampingnya membuatnya membuka mata.


Mata Elenora melebar. "B-Biu,,,"


"Hmm.." Suara Biundra sangat kecil, bahkan hampir tidak terdengar karena suara hujan. "Tidak bisakah aku saja yang kamu miliki, jangan ada orang lain."


"Biuu,,,"


Tubuh Biundra yang berada diatasnya semakin merendah, memeluknya erat, Elenora tidak mampu berkata apapun saat telinganya dikecup pelan, merambat kerahang, lalu kedagu dan bertahan dibibir. Biundra menjauhkan kepalanya, menatap Elenora.

__ADS_1


"I love you......"


^^^To be continued 🖤🖤^^^


__ADS_2