
Lana mengintip ke kamar Doni dengan hanya memasukkan bagian kepalanya di pintu yabg ia buka sedikit dan melihat jika Omnya itu masih tertidur pulas.
"Dasar Om pemalas..." Lana kembali menutup pintu, ia berjalan ke dapur untyk membuat sarapannya sendiri.
"Masak apa ya?" monolog Lana saat berdiri di depan dapur dengan keduangan di letakan di pinggangnya.
"Hmm, ini aja deh.." Lana mengambil dua buah telur kemudian memasaknya menjadi telur mata sapi kesukaannnya.
"Dah jadi..." ucapnya saat telur yang ia buat sudah matang bahkan ia menghiasnya dengan saus seperti orang tersenyum.
"Satu buat Lana satu buat Om Doni, tapi Om Doni belum bangun..." pikir Lana
"Ah biarlah taruh di sini aja nanti juga kalo bngun di makan.." Lana segera memakan sarapannya dengan nikmat hingga selesai ia mencuci piringnya kemudian beranjak dari sana menuju pinggir danau untuk sekedar menghirup udara segar.
Doni yang baru terbangun agak siangpun segera membersihkan dirinya, bahkan bokongnya masih sedikit terasa sakit.
"Ah, masih agak sakit rupanya.." lirihnya saat hendak berjalan ke kamar mandi.
"Kekuatan Lana benar benar besar sampai aku yang lebih besar darinya saja bisa terpental hanya dengan dorongan tangan mungilnya..." ujar Doni saat ia sedang mandi sambil menyabuni tubuhnya kemudian menyiram dengan air.
"Ah lapar! bocah itu sudah bngun apa belum?" monolog Doni saat ia susah keluar dari kamarnya dengan pakaian serba hitam. Jika sudah begitu berarti Doni akan pergi bertemu seseorang seperti biasanya.
Donicmenuju kamar Lana namun ia tak menemukan keponakannya di sana, pertanda jika Lana sudah bangun. Doni menuju dapur namun bukan Lana yang ia temui tapi satu piring nasi dengan telur mata sapi yang sudah di beri saus dengan wajah tersenyum. Dan benar saja setelah melihat itu Doni jadi tersenyum, ia kemudian duduk dan menyantap sarapan yang di buat keponaknnya yang jahil namun terkadang sangat perhatian dan posesif padanya.
Doni sberkeliling mencari keponakannya namun tak kunjung menemukan Lana, hingga ia sampai di pinggir danau dan melihat jika Lana sedang asik membaca buku, bukan buku pelajaran tapi novel...
"Di sini rupanya!" ucap Doni ikut duduk di samping Lana yang menoleh ke arahnya.
"Baru bangun Om.." Lana kembali ke halam buku berikutnya setelah mengatakan hal itu.
"Ya, dan terimakasih sarapannya.." ujar Doni tulus
"Sama sama.." Lana masih fokus dengan bacaannya yang hampir selesai.
"Cepat bersiap, Om mau ajak kamu ketemu seseorang.." ujar Doni sambil berdiri Lana mendongakan kepalanya menatap Doni yang sudah berdiri.
"Mau ke mana? ketemu siapa Om?" tanya Lana bertubi membuat Doni kembali mendengus.
__ADS_1
"Haish, banyak tanya udah sana bersiap jangan lupa pake pakaian seper yang Om pake..." ucap Doni.
Lana hanya mengangguk kemudian beranjak juga dari duduk nyamannya dan berjalan melewati Doni menuju Villa.
Satu jam Doni menunggu dengan kesabaran yang hampir habis, sangat lama menunggu wanita jika di suruh bersiap.
"Sudah, kita berangkat..." Doni menatap Lana yang baru datang dengan pakaian yang ia kenakan.
"Dengan seperti ini?" tanya Doni menunjuk Lana dari ujung kaki sampai kepala dengan telunjuknya. Bagaimana tidak, saat ini Lana memakai dres selutut dengan bagian atasnya hanya sejari menunjukkan sebagian bentuk tubuhnya yang bisa membuat siapa saja yang melihat akan terlena.
"Ya tentu, kenapa?" Lanapun menjawab dengan santai bukankah tadi Omnya mengatakan jika ia harus memaka serba hitam.
"Tdikan Om bilang pake baju hitam, ya Lana pake hitam lah terus kenapa?" lanjutnya memperhatikan dirinya sendiri yng terlihat cantik.
"hah, terserah kau saja..." jawab Doni pasrah dengan tingkah keponkannya, meskipun Lana sudah didik dengan sangat keras oleh Doni akan tetapi sifat aslinya yang feminim tidak lah berubah hanya saja kini ia lebih kuat dan berani dari sebelumnya.
"Ayo, ikut Om..." ujar Doni setelah ia merasa tak mungkin menang jika berdebat dengan keponakannya yang genius sekaligus pintar ngeles.
Doni menuntun jalan dengan berjalan di depan Lana yang terus mengoceh apa saja yang ia ingin katakan, namun Doni sama sekali tak berniat untyk merespon keponakannya itu dan tetap berjalan.
"Om, kita ngapain ke gubuk?" tanya Lana kemudian ia sedikit menjauh Dari Doni dan menatap Omnya itu oenuh selidik.
"Nggak kok, Lana kan cuma nanya doang. he..." ucap Lana kembali mengikuti Doni yang sudah masuk ke dalam gubuk.
Lana tercengang saat ia sudah memasuki gubuk yang terlihat dari luar namun saat sudah memasukinya ini seperti sebuah lab yang sangat megah, belum lagi ada ruang bawah tanah yang sangat indah dalam pandangan Lana.
"Om, ini tempat apa?" tanya Lana saat mereka sedang menuruni tangga menu ku u ruang bawah tanah dan akan menemui seseorang di sana.
"Ikut saja nanti. juga Lana akan tahu.." jawab Doni.
Mereka sampai di satu ruangan cukup besar dengan fasilitas yang lengkap di dalamnya.
"Tuan dan Nona Muda telah tiba.." teriak salah satu penjaga di ruangan yang akan mereka berdua masuki.
("Tuan, Nona Muda! apa itu aku dan Om Doni yang dimaksud?") batin Lana, ia menoleh ke belakang tak ada siapapun pertanda jika fikirannya memanglah benar.
Doni dan Lana sudah masuk, mereka di sambut semua orang yang ada di ruangan itu dengan menundukkan kepala mereka termaksud orang yang duduk di depan orang orang yang menaruh hormat pada Doni dan Lana.
__ADS_1
Lana terkejut dengan sikap semua orang pada mereka berdua, Lana hanya bisa diam dan mengikuti kemanapun Doni melangkah..
"Tuan, Nona Muda silahkan duduk..." ujar seorang pria baruh baya mempersilahkan mereka berdua untuk duduk di samping nya.
Doni dan Lana menuju tempat yang sudah orang itu siapkan, tak ada senyuman yang Doni tunjukkan membuat Lana sedikit merasa takit dan janggung dengan keadaan ini.
"Bagaimana! apa kita sudah bisa bergerak sekarang?" tanya Doni membuka suaranya saat mereka sudah duduk dan di ikuti oleh semua irang yang berada dalam ruangan itu bahkan Setyapun berada di sampin Doni.
"Sudah Tuan, bahkan kami sudah sangat siapa jika Tuan dan Nona Muda membutuhkan tenaga atau bahkan nyawa kami sekalipun.." jawab Pria Paruh baya di Samping Doni.
"Bagus, sekarang Lana juga sudah siap untuk membantu merebut milik Ayah dan juga Kakak yang sudah mereka renggut secara paksa.." ucap Doni penuh amarah, bahkan ia menggebrak meja di depannya. Lana sedikit terkejut dengan sikap Doni barusan, bahkan ini pertama kali baginya melihat Om Doni menunjukkan amarahnya.
"Lana.." panggil Doni menatap keponakannya yang terlihat masih bingung.
"Ya Om!" jawab Lana memandang Doni
"Mereka adalah pengikut Kakek dan Ayah kamu.." Doni memperkenalkan satu persatu dari mereka, Lana hanya melihat wajah mereka sekilas kemudian beralih menatap Doni.
"Merekalah yang selama ini memberikan informasi pada Om tentang keadaan di luar sana, dan mereka juga yang akan membantu kita untuk mengambil apa yang sudah menjadi hak kita.." Lana hnya mengangguk mendengarkan penjelasan yang di berikan Doni padanya.
"Mohon bimbingannya, aku Lana akan berusaha yang terbaik." ucap Lana sambil berdiri tak lupa ia sedikit menundukkan wajahnya biar bagaimanapun ia yang termuda.
"Jngan lakukan itu Nona Muda, kami akan melakukan apapun untuk Tuan dan Nona bahkan kami rela jika harus mengorbankan nyawa demi keturunan Angkara..." jelas salah seorang pria yang usianya tak jauh dari pria paruh baya di aamping Doni.
"Aku mengerti, kesetiaan kalian benar benar tak bisa di ragukan.." Lana tersenyum menatap satu persatu pengikut keluarga Angkara secara turun temurun. Lana tak menyangka karena ternyata masih ada orang yang kesetiaannya seperti mereka membuat semangat dalam diri Lana untuk sampai tujuannyapun semakin berkobar.
"Kami akan kembali ke Villa.." ujar Doni berdiri dari duduknya diikuti Lana yang selalu berada di dekatnya, kemudian semua orang yang ada di ruangan itu.
"Satu bulan lagi kita akan menjalankan misi yang sudah kita rencakan sejak lama..." lanjutnya menatap semua orang yang segera mengangguk menyetujui ucapannya.
Doni dan Lana kembali ke Villa untuk memepersiapkan diri mereka menghadapi musuh mereka yang sebenarnya, namun sebelum itu mereka masih harus menyembunyikan identitas mereka hingga salah satu dari mereka berdua bisa masuk dan menjadi orang dalam untuk bisa menjadi duri bagi orang yang menjadi target utamanya.
Lanjut up...
jangan lupa likenya sama dukungannya...
Makasih orang baik.....
__ADS_1
🙏🙏🙏