Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Pertunangan


__ADS_3

Satu minggu setelah kepergian Farid, acara pertunangan Doni dan Lana tengah di gelar dengan begutu besar dan mewah. Ada banyak keluarga bangsawan yang hadir termaksud dengan keluarga Dirgantara juga kedua sahabat Lana yaitu Crish dan Rosa bersama keluarga mereka kecuali Farid tentunya karena pria itu sedang menenangkan dirinya di suatu tempat. Farid tahu akan kabar pertunangan Lana juga Doni bahkan ia juga di undang hanya saja hatinya belum sanggup untuk melihat Lana yang bersanding dengan laki laki lain.


"Ah! aku fikir kamu akan berjodoh dengan anakku Nona Lana..." ucap Papah Diego, ya yang di maksud adalah putranya Diego yang rupanya memang menaruh hati pada gadis itu. Lana hanya tersenyum tipis, sejak awal ia sam sekali tak pernah menaruh perasaan lebih pada pria yang usianya 2 tahun lebih tua darinya.


"Semoga Tuan Diego mendapatkan gadis yang baik dan cantik Tuan, hanya saja bukan gadis yang di samping saya karena dia sudah menjadi milik saya..." sahut Doni tegas namun masih terdengar sopan, ia juga memberikan senyuman tipis pada Tuan Dirgantara yng juga tersenyum kikuk atas ucapan Doni.


"Benar.." jawab Tuan Dirgantara. Iapun segera berlalu dari sana menuju ke tempatnya bersama sang istri setelah mereka memberikan selamatnya.


Diego pun maju dan memberikan selamat pada Lana dengan wajah dinginnya, meskioun ia juga memiliki perasaan pada Lana akan tetapi ia sadar jika Lana tak pernah punya rasa akan dirinya karena itu Diego tetap bersikap biasa saja walau hatinyapun terasa sakit atas pertunangan Lana yang secara tiba tiba baginya.


"Selamat An..." ucap Diego tersenyum tipis mengulurkan tangannya yang segera di sambut oleh Lana dengan senyuman yang sama. Diego masih memanggil Lana dengan panggilan An..


"Makasih. Ah! ya Kak Amira?" tanya Lana setelah tangan keduanya terlepas. Doni hanya diam tanpa menjauhkan pandangannya dri dua orang yang masih mengobrol santai di sampingnya.


"Kak Amira masih harus menjalankan pengobatannya di sana, jadi kemungkinan baru bisa kembali 1 atau 2 tahun lagi..." jawab Diego datar. Lana hanya mengangguk, setelah tak ada lagi yang akan di bicarakan, Diego pun undur diri dia akan lebih dulu kembali ke kediamannya.


"Kalau begitu saya pamit, karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan.." ujar Diego sopan pada Lana juga Doni


"Ya, terimakasih Diego..." jawab Lana kembali tersenyum. Diego hanya mengangguk dan bersalaman pada Doni lalu turun dari sana berjalan santai menuju mobilnya.


"Ah! ternyata sesakit ini ya cinta yang tak terbalaskan.." gumam Diego, ia memegang dadanya yang terasa sesak sebab perasaannya yang cukup besar pada Lana. Diegopun segera melajukan mobilnya menuju Apartemen miliknya sendiri karena ia butuh kesendirian sedang di rumah akan ada Mommy dan Daddy.


Acara pertunangan Lana dan Doni sudah sampai pada puncaknya, dan semua tamu undanganpun sudah ada yang berpamitan dan kembali ke rumah masing masing termaksud dengan keluarga Dirgantara juga kedua sahabat Lana.


"Gue pamit An.." ucap Rosa. setelah ia melepaskan pelukannya. Lana tersenyum dan mengangguk saja.

__ADS_1


"Gue juga An..." ucap Crish menjulurlan tangannya dan segera di terima oleh Lana sambil terus tersenyum ramah.


"Titip Rosa, di jada jangan sampai kamu sakitin dia, kalo gak kamu tahu akibatnya kam Crish...." ancam Lana dengan senyuman miringnya, Crish hanya berdecak kesal dengan ancaman Lana, takut tentu saja akan tetapi ia sangat mencintai gadisnya jadi tentu saja ia akan menjaga kekasihnya itu.


"Tentu saja." jawab Crish malas. Lana kembali tersenyum sedangkan Rosa tertasa kecil melihat ekspresi wajah kekasihnya.


"Kami pulang dulu.." lanjut Rosa kembali memeluk Lana.


"Hmm, hati hati kalian..." ucap Lana dan keduanyapun berlalu dari sana keluar dari gedung pertunangan Lana dan Doni yang kini sudah sangat sepi hanya tinggal mereka berdua juga para boddygard juga para pelayan saja.


"Kita juga pulang, kamu pasti capek..." ucap Doni penih perhatian apalagi saat melihat wajah lelah Lana yang sudah duduk kembali di kursinya.


"Hmm." Lana hanha berdehem dan segera bangkit lagi dari duduknya, namun Lana yang baru saja berdiri di kejutkan dengan Doni yang tiba tiba saja menggendongnya.


"Aaaa...." teriak Lana kaget, ia mengalungkan tangannya ke leher Doni yang tetap fokus pada jalannya menuju mobil lalu meletakan Lana dengan pelan ke dalamnya barulah ia juga ikut masuk ke dalam.


"Baik Tuan...." jawab supir dan segera melajukan mobil itu menuju kediaman Angkara.


Lana masih diam begitupun dengan Doni, mereka masih hanyut dalam fikiran masing masing.


"Kenapa diam?" tanya Doni menatap Lana yang masih setia dengan pandangannya yang terarah ke luar jendela mobil.


Lana menggeleng ia menoleh pada Doni dan tersenyum manis. " Gak papa cuma masih gak nyangka aja kita bisa sama sama kayak sekarang, bukan sebagai Om dan keponakan tapi pasangan..." jawab Lana tenang, meskipun bukan itulah jawaban sebenarnya yang membuat dirinya melamun sejak tadi. Doni tersenyum ia menarik pinggang Lana hingga gadis itu bergeser dan kini sudah berada dalam pelukan Doni.


"Mulai hari ini dan seterusnya, kita akan selalu bersama..." ucap Doni mencium bibir Lana sekilas dan kembali memeluknya. Lana hanya mengangguk tersenyum, namun saat ia sudah berada dalam pelukan Doni wajahnya berubah cemas, entah apa yang membuatnya merasa sangat tak nyaman.

__ADS_1


"Dan ingat kau tak boleh dekat dengan pria lain terutama Diego itu aku sangat tidak suka..." lanjut Doni kembali menatap Lana dengan tatapan tak suka, Lana terkikik melihat wajah Doni.


"Kau mulai posesif ya!" ucap Lana lembut ia kembali meletakkan wajahnya di dada Doni.


"Tentu saja! kau adalah calon istriku, tentu saja aku akan sangat posesif padamu..." jawab Doni tanpa keraguan dan malu.


"Ya baiklah sayang..." ucap Lana masih terdengar lembut. Doni tersenyum puas saat mendengar jawaban juga panggilan Lana barusan, hatinya sangat berbunga bunga.


"Ah! rasanya aku ingin terbang melayang jkka kau terus memanggilku sayang Hanny..." ucap Doni ia kembali mencium bibir Lana dan menye sapnya pelan, lalu melepaskannya menatap manik mata Lana yng selalu bersinar di matanya.


"Berhentilah terus menciumku, lihat ada supirmu di depan.." tegur Lana, jujur ia sangat malu sebab tak ada oenghalang di mobil itu hingga supir Doni tentu saja bisa melihatnya.


"Supirku bukan orang yang kepo, jadi dia takkan berani melihat..." jawab Doni santai kembali mengecup bibir Lana sekilas yang kini wajahnya sudah memerah karena malu. Sang supirpun hanya tersenyum kecil, ia merasa bahagia sebab Tuannya itu tak pernah sebahagia ini setelah kepergian keluarga yang ia tahu adalah keluarganya.


"Kau ini..." ucap Lana pelan kembali menenggelamkan wajahnya yang memerah di dada Doni.


Sepanjang perjalanan tak lagi ada obrolan dari keduanya, Lana yang kelelahan malah tertidur dalam pelukan Doni yang selalu setia memeluk calon istrinya itu.


Mobil teah masuk ke dalam Mansuon keluarga Angkara, Doni segera menggendong Lana menuju kamarnya. Ia membaringkan Lana ke atas tempat tidur dengan pelan agar tak. mengganggu tidur nyenyak gadis kecilnya yang sudah memenuhi hati juga fikirannya. Setelahnya, Donipun ikut berbaring di samping Lana ia memeluk tubuh Lana yang ia miringkan hingga kini tubuh mereka saling berhadapan.


"Salamt malam sayang, dan selamat istirahat calon pendamping hidupku..." bisik Doni di telinga Lana yang masih pulas dengan tidurnya bahkn sma sekali tak merasa tergangu akan keberadaan Doni yang terus memeluknya. Doni mengecup bibir juga kening Lana sekilas kemudian iapun ikut tertidur sambil terus memeluk Lana. Malam panjang dan penuh kebahagiaan bagi keduanya, entah besok atau lusa kebahagiaan ini akan terus berlanjut atau hanya sebatas ini, tapi yang mereka tahu malam ini akan menjadi salah satu malam terindah bagi mereka berdua...


Lanjut nih, maaf dah gak up beberapa hari....


Makasih ya.....

__ADS_1


😊🙏🙏


__ADS_2