Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Menjadi Kekasih tanpa Sengaja


__ADS_3

Masa liburan telah usai, Lana juga semua siswa akan kembali ke sekolah menuntut ilmu demi masa depan, namun berbeda dengan Lana yang menjadikan pendidikannya hanya untyk balas dendamnya.


"An..." panggil Rosa segera berlari mendekati Lana yang baru turun dari mobil. Lana segera meboleh dan tersenyum tipis pada Rosa sahabatnya


"Lama ya gak ketemu, kangen juga aku sama kamu.." ujar Rosa setelah ia sudah berada tepat di hadapan Lana yang hanya tersenyum sekilas kemudian beralih menatap Setya yang masih berdiri di belakangnya


"Kak, An masuk dulu.." ucap Lana kini ia semakin dekat dengan Setya, bahkan ia memanggul Kakak padanya meskioun di tempat ramai.


"Baik Nona.." jawab Setya tetap menaruh hormat pada Lana meskipun gadis itu sudah sering mengatakan jika ia ingin di perlakukan seperti adiknya saja.


Lana dan Rosa segera masuk ke dalam gedung sekolah, mereka berjalan menuju ke kelas.


"Selama liburan ke mana aja An?" tanya Rosa


"Di rumah aja." jawab Lana tanpa menoleh


"Ah, pasti membosankan!" ujar Rosa dengan wajah di buat suram


"Tidak juga." jawab Lana tetap fokus menatap lurus ke depan


"Ya bagimu, bagiku itu sangat membosankan." ucap Rosa menatap Lana sekilas dan kbali menatap ke hadapannya di mana kelas mereka sudah terlihat. Lana dan Rosa segera masuk dan memilih kursi yang sama seperti sebelumnya.


"Lalu apa kegiatanmu selama liburan di rumah aja?" entah mengapa Rosa sangat penasaran tentang masa liburan Lana


"Tidak ada, hanya makan, tidur dan menonton tv." jawab Lana cuek, dan Rosa tentu sudah biasa.


"Haish, ternyata hidupmu sangat monoton ya An!" Rosa tak habis fikir dengan kehidupan sahabatnya itu, yang terlihat amat sangat membosankan. Jika saja Rosa tahu tentang kehidupan Lana yang sebenarnya, mungkin gadis itu akan merasa takut berteman dengannya. Lana hanya tersenyum tipis mendengar ocehan Rosa.


Beberapa menit berikutnya kelas sudah kembali penuh dengan anak anak yang usianya tak jauh dari Lana, mereka sudah duduk di kursi masing masing.


"Selamat pagi anak anak.." sapa Guru Pria yang sudahxtak muda lagi, terlihat dari sebagian kepalanya yang botak serta rambut putih yang menghiasi kepalanya di bagian belakang.


"Selamat pagi Pak..." jawab semua siswa kecuali Lana.


"Karen ini hari pertama jadi Bapak hanya akan memberikan kalian nasihat saja juga kata kata mutiara." ucap Guru Pria di hadapan mereka semua. Para siswa bersorak malas mendengar ucapan Guru Pria itu...


"Ha ha ha, kalian ini sudah bosan rupanya dengan kata kata mutiara bapak!" ujar Guru itu dengan tawa menggelegar.


"Pak..." panggil siswa pria yang duduk paling depan


"Ya Crish ada apa?" tanya Pak guru mendekati meja siswa yang berna Crish..


"Buat hiburan aja pak, kan ini hari pertama sekolah.." usulnya membuat pak guru berfikir sejenak kemudian ia kembali bertanya pada Crish


"Hiburan macam apa yang di maksud Crish?" Crish tersenyum cerah mendapat pertanyaan yang memang sudah ia tunggu


"Putar botol saya rasa menarik Pak!" jawab Crish namun ada nada seperti meminta pendapat yang lain juga Pak Guru sendiri


"Hmm, boleh juga." jawab Pak Guru tersenyum lebar


"Baik, semua kita akan mulai bermain, kalian bisa menggeser kursi dan meja ke pinggir dan duduk melingkar di bawah.." perintah Pak Guru dan segera di laksanakan oleh para siswa dengan semangat kecuali Lana.


"Dasar kekanak kanakkan sekali.." gumam Lana tak suka dengan permainan macam itu. Ia pun segera duduk di samping Rosa sedang di sisinya yang lain adalah Crish.


Pak Guru berdiri memutari siswanya, ia telah membawa botol yang akan di letakkan di tengah tengah mereka semua yang sudah duduk membentuk lingkarang besar.

__ADS_1


"Baik, Bapak akan mulai! jika ujung botol ini mengarah pada salah satu kalian maka kalian harus mengambil kertas yang ada di dalam kotak itu kemudian menjawabnya dengan jujur. Paham.." jelas Pak Guru yang sudah bersiap memutar botolnya


"Paham..." jawab semua siswa dan Pak Gurupun mulai memutar botol dengan kuat.


"Yey, Crish kau yang pertama!" ujar siswa wanita yang menyukai Crish dengan semangat


"Ya aku tahu..." jawab Crish malas, ia segera mengambil selembar kertas dan mulai membacanya dengan keras.


"Siapa orang yang kau suka?" pertanyaan yang tertulus di kertas untyk Crish


"Aku..." teriak wanita yang menyukai Crish tadi, dan semua matapun menatapnya sambil tertawa. Crish hanya memutar bola matanya malas


"Tidak ada..." jawab Crish


"Sungguh?" tanya Pak Guru tak yakin.


"Ya, tentu saja Pak Mura.." jawab Crish ia segera kembali ke tempatnya dan sempat melirik Rosa yang berada di sisi lain Lana.


"Kau menyukai Rosa, kau berbohong Crish.." gumam Lana dan Crish masih bisa mendengarnya dengan jelas, pemuda itu menoleh pada Lana tak percaya jika gadis di sampingnya yang terkenal dingin dan cuek bisa tahu tentang perasaanya pada Rosa.


"Kau..." ucap Crish. Lana hanya tersenyum tipis dan permainan kembali di mulai.


Pak Mura kembali memutar botolnya dan kali ini berhenti mengarah pada Rosa.


"Ahh, kenapa aku!" ujar Rosa merasa gugup sendiri.


"Rosa maju kedepan." panggil Pak Mura dan Rosa segera maju ke depan. Rosa segera mengambil kertas di dalam kotak kemudian ia mulai membacanya perlahan.


"Mengatakan perasaan pada orang yang kau suka!" tulisan di dalam kertas yang Rosa baca


"Sudah kau lakukan saja, siapa yang kau suka?" ujar Pak Mura tetap pada senyumannya menatap Rosa yang merasa kesal.


"Haish, Pak masalahnya aku tak menyukai siapapun, jadi siapa yang akan aku tembak.." jelas Rosa menggerakkan bola matanya ke kanan dan ke kiri.


"Crish saja.." teriak Lana tersenyum simpul melirik ke arah Crish yang segera menoleh ke arah Lana dengan mata melotot kian tak percaya.


"Gadis ini.." lirih Crish


"Hm, baiklah.." jawab Rosa kemudian berjalan ke arah Crish dengan santai


"Jadi kau mau berpacaran denganku?" tanya Rosa, entah itu pernyataan cinta atau seperti seorang yang mengancam saja. Bahkan wajah Rosa terlihat biasa saja dan sangat santai, tapi wajah Crish justru memerah saat mendengat perkataan Rosa.


Pak Mura semakin tersenyum melihat Rosa yang menyatakan cinta seperti orang yang bertanya sesuatu saja, tapi Pak Mura juga bisa melihat dari tatapan Crish jika anak itu menyukai Rosa.


"Jawab ya Crish.." ujar Pak Mura tersenyum, jika Crish menjawab ya bukankah secara tidak langsung merwka resmi berpacaran. Lana tersenyum ia merasa jika Pak Mura sedang menjebak mereka dengan sebuah hubungan.


"I...iya a..aku menerima.." jawab Crish terbata.Semua siswa bertepuk tangan kecuali gadis yang menyukai Crish ia tampak kesal pada Lana dan Rosa.


"Ha ha ha, kalian boleh duduk.." ujar Pak Mura tertawa.


Pak Mura kembali memutar botol dan kali ini yang kena gadis yang menyukai Crish. Ia segera mengambil kertas dan membacanya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" isi tulisan yang ia dapat. Gadis itu sempat berfikir sejenak kemudian ia menatap Crish dan Rosa bergantian


"Aku akan merebut Crish dari Rosa.." jawabnya lantang menatao tak suka pada Rosa. Lana menatap gadis di hadapannya, ia merasa jika gadis itu pasti akan melakukan hal hal yang akan menyulitkan sahabatnya, dan tentu saja ia tak akan tinggal diam.

__ADS_1


"Baik baik, sepertinya akan ada persaingan.." ujar Pak Mura...


"Kembalilah.." gadis itupun kembali ke tempatnya namun matanya terus menatap tak suka pada Rosa yang nampak cuek dan biasa saja karena ia sendiri belum paham akn perkataan juga jawaban dari Crish barusan yang menandakan jika mereka sudah resmi jadian di hadapan Pak Mura.


Botil. kembali berputar kencang, dan kali ini Lanalah yang mendapat giliran. Seerti yang lain Lana juga mengambil kertas dan mulai membacanya


"Siapa yang akan kau lindungi?" isi dari lembar kertas di tangannya


"Entahlah, tapi mungkin mereka yang dekat denganku.." jawab Lana, namun penuh dengan tanda tanya.


"Kenapa begitu An?" tanya Pak Mura


"Ya, karena aku tak tahu siapa dan apa yang akan merwka alami, yang jelas aku akan melindungi merwka semampuku." jawab Lana. Pak Mura tersenyum mendengar jawaban Lana.


"Baik, kembali.." Lan segera kembali ke tempatnya menatap Rosa sekilas kemudian menatap tajam pada gadis yang selalu menatap tak suka pada Rosa.


Permainan terus berlanjut hingga jam istirahat berbunyi dan baru merek hentikan, tawa dan sorakkan terdengar mengasikkan bagi mereka semua. Permainan barusan sangat membuat otak medeka jadi refresh kembali.


"Ah, seru sekali ya An!" ujar Rosa


"Ya, bahkan sekarang kau sudah mendapatkan kekasih berkat permainan itu.." jawab Lana tersenyum tipis menatap Rosa yang juga menatapnya tak mengerti


"Eee, tapi kan ity hnya permainan.." ujar Rosa


"Tidak untukku Ros.." tiba tiba Crish mendekati mereka dan menatap Rosa serius


"Maksudmu apa Crish?" tanya Rosa semakin tak mengerti


"Aku menyukai kamu, dan aku menganggap yang tadi itu sungguhan dan kita sudah menjadi kekasih.." jawab Crish semakin mendekati Rosa yang terlihat gugup dengan tatapan Crish padanya. Lana hanya diam duduk di tempatnya, tak berniat pergi dan tetap duduk di sana, namun senyumannya jelas terlihat di bibirnya yang manis dan imut.


"Aku sungguh menganggapmu kekasihku Ros, jadi bisakah kita berpacaran sungguhan?" tanya Crish, jujur ia sudah tak mampu lagi menahan perasaannya menyukai Rosa dalam diam, dan sejak ada yang mengetahui perasaannya ia jadi lebih berani di tambah lagi sepertinya ia sadar jika Lana memang sengaja membantu dirinya dan Rosa.


"Apa yabg harus aku jawab?" tanya Rosa ia masih bingung


"Jawab saja ya.." saran Lana tanpa menolwh ke arah Crish ataupun Rosa.


"Hmm, ya baiklah akan aku coba.." jawab Rosa pada akhirnya, Crish tentu saja bahagia ia memeluk Rosa yang terkejut dengan perlakuannya karena ini adalah kali pertama ia di peluk oleh laki laki selain Papahnya.


"Terima kasih Ros.." ujar Crish bahagia, Rosa hanya mengangguk dan Crish segera melepaskan pelukannya pada Rosa yang masih tampak bingung.


Dari balik pintu kelas, ada yang mengawasi Crish dan juga Rosa tatapan tajam dan marahnya ia berikan pada Rosa yang terlihat sedang tersenyum pada Crish yang juga tersenyum bahagia karena akhirnya mereka sungguh berpacaran.


Lana menyadari itu tentunya, ia hanya tersenyum simpul mengetahui siapa yang telah menatap jahat pada temannya dan ia tak akan tinggal diam jika gadis itu mengganggu sahabatnya, namun Lana akan tetap diam selama gadis itu masih diam dan belum bertindak jauh.


Gadis itupun pergi dari sana dengan wajah kesal, dan bertekat pasti akan merebut Crish dari Rosa bagaimanapun caranya, dan tentu saja Lana tak akan tinggal diam.


Lanjut up sahabatnya Lana dan pacarnya...


Makasih yang masih setia sama Lana dan Om Doni.


Jangan lupa buat kasih like sama dukungannya ya..


Makasih orang baik....


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2