Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Jebakan


__ADS_3

Hingga tengah malam Doni maupun Setya tak kunjung kembali atau sekedar kabar dan itu cukup membuat Lana menjadi khawatir.


"Kenapa sampe sekarang Om Doni sama Kak Setya belum pulang juga sih!" gumam Lana yang terus mondar mandir di ruang tamu dengan di temani Arin juga beberapa pelayan.


"Bagaimana Kak, masih belum ada kabar dari mereka?" tanya Lana dengan cemas pada Arin yang baru saja mencoba menghubungi para bawahan nya yang ia perintah untuk mencari keberadaan Doni juga Setya.


"Belum Nona, mereka belum menemukan Tuan Doni ataupun Setya, tapi..." Arin menggantung ucapan nya


"Tapi-" Lana menaikan sebelah alisnya menatap serius ke arah Arin


"Tapi mereka menemukan mobil Tuan juga Setya akan tetapi mereka belum bisa menemukan mereka Nona..." lanjut Arin.


Lana melebarkan mata nya. "Di mana lokasi nya?" tanya Lana masih menatap ke arah Arin


"Di sebelah barat Nona, namun yang saya tahu di sana adalah markas milik Keluarga Tuan Erick akan tetapi sudah sangat lama tidak di gunakan.." jawab Arin.


"Kita ke sana sekarang..." ucap Lana memberi perintah, ia segera pergi bersama dengan Arin juga beberapa anak buah nya


"Ah, kalian segera kabari saya jika Tuan Doni sudah kembali!" ucap Lana tegas pada pelayan yang masih berdiri di sana


"Baik Nona..." jawab mereka serempak.


Lana dan Arin segera menuju ke lokasi di mana mobil Doni di temukan namun tanpa keberadaan pemiliknya.


"Berapa lama lagi Kak?" tanya Lana dengan wajah serius


"Sekitar setengah jam lagi Nona..." jawab Arin sedikit menoleh ke arah belakang kemudi di mana Lana duduk.


"Percepat, aku ingin 15 menit kita tiba di sana.." perintah Lana dan Arin hanya mengangguk saja lalu mempercepat laju kendaraan yang ia bawa.


Seperti yang Lana inginkan, mereka tiba 15 menit di lokasi mobil Doni di temukan. Lana segera turun dan memeriksa mobil kekasih nya itu, namun memang tak ada siapapun di sana.


"Kemana kamu?" gumam Lana bertanya sendiri sambil menatap ke dalam mobil.


Mata Lana membulat saat ia melihat noda darah tepat di kursi belakang kemudi dan tentu saja ia tahu darah diapa itu.


"Masih baru, itu arti nya!" Lana yang mulai paham jika pasti terjadi sesuatu pada Doni pun segera mendekat ke arah Arin juga anak buah nya.

__ADS_1


"Pergi dari temukan Tuan Doni juga Setya, dan jangan pernah kembali sampai kalian menemukan nya. Paham!" perintah Lana dengan tegas


"Baik Nona..." jawab anak buah nya serempak dan mereka segera melaksanak tugas dari Nona mereka dengan mencari Doni juga Setya di setiap tempat.


Lana, Arin juga beberapa anak buah yang tersisa segera menuju ke markas milik Tuan Erick yang sudah Lana musnahkan beberapa waktu yang lalu.


"Akan aku hancurkan kalian jika sampai melukai kekasihku..." gumam Lana, mata nya memerh menahan amarah namun juga wajah khawatir yang tak pernah lepas dari wajah cantik nya.


"Kita sudah sampai Nona.." ucap Arin menoleh ke arah Lana yang terdiam sesaat menatap sebuah bangunan yang sudah sangat lama tak di huni.


"Ini seperti sebuah Villa!" ujar Lana


"Benar Nona, dulu ini adalah sebuah Villa yang di huni anggota keluarga Tuan Erick namun kami tidak tahu siapa mereka..." jawab Arin


Lana kembali diam, dan saat ia menyadari sesuatu mata nya membulat sempurna dengan tatapan tajam ke arah gedung kosong di hadapan nya kini.


"Ikuti aku..." ucap Lana dan segera keluar dari dalam mobil menuju ke arah gedung yang seperti Villa.


"Hati hati.." lanjut Lana saat mereka sudah berada tepat di depan pintu utama nya.


"Nona, apa mungkin!" Arin menghentikan ucapan nya saat melihat anggukkan kepala Lana.


Lana dan Arin masuk dengan perlahan di ikuti oleh anak buah nya yang sejak tadi terus mengikuti mereka.


"Tetap waspada dan jangan sampai lengah.." ujar Lana memeringati.


"Baik Nona..." jawab mereka semua berbarengan.


Lana semakin masuk ke dalam, dan saat menaiki anak tangga Lana melihat bercak darah yang juga masih segar di sana tentu Lana tahu darah siapa itu.


"Tunggu aku sayang..." gumam Lana ia mengepalkan kedua tangan nya dengan wajah amarah nya.


"Nona..." panggil Arin yang nelihat kemarahan Nona nya dan Lana hanya mengangguk seolah memberi kan kode pada Arin juga yang lain agar terus mengikuti diri nya dan naik ke atas


Lana tiba di satu ruangan, dan lagi ia melihat bercak darah di sana. "Mereka di dalam, aku akan masuk.." ucap Lana pada Arin.


"Tidak Nona, biarkan saya yang mengecek nya lebih dulu..." sahut salah satu kepercayaan Lana.

__ADS_1


Lana diam sesaat, dan setelah nya ia mengangguk menyetujui ucapan pria paruh baya di hadapan nya kini.


Dengan hati hati pria itu membuka pintu, dan benar saja Doni juga Setya berada di sana dengan kondisi yang cukup buruk terlebih Doni yang memiliki banyak luka di setiap bagian tubuh nya.


Lana melebarkan mata nya melihat kekasih juga pria yang sudah ia anggap seperti Kakak nya sendiri dalam kondisi mengenaskan.


"Akan aku habisi mereka..." ucap Lana dan segera masuk ke dalam ruangan di mana Doni dan Setya berada, namun kedua nya masih belum menyadari keberadaan Lana sebab mata mereka yang di tutup dengan kain hitam.


"Buka..." perintah Lana pada pria yang tadi masuk lebih dulu.


"Lana, kau-" ujar Doni dengan suara tertatih karena menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya begitupun dengan Setya.


"Nona, Anda gak seharusnya di sini..." ujar Setya sedikit panik


"Akan aku habisi mereka semua..." ucap Lana menggebu gebu dengan hasrat ingin membunuh yang besar.


"Tidak, kau harus pergi sekarang Lana..." ucap Doni ikut panik dengan apa yang akan terjadi nanti.


"Ini jebakan Nona, mereka ingin membunuh Anda..." ucap Setya yang sudah di bebaskan oleh Arin sedangkan Doni masih terduduk dengan Lana yang segera memeluknya erat.


"Apapun itu, aku akan menghabisi mereka semua..." ucap Lana tanpa rasa takut sedikitpun.


"Arin, seharusnya kau membawa Nona pergi jauh.." ucap Setya kecewa


"Maaf, tapi aku juga sangat mencemaskan diri mu karena itu aku tak sampai berfikir jauh. Maaf..." jawab Arin merasa bersalah.


Lana tersenyum tipis. "Jangan marah pada Kak Arin Kak, dia hanya mengkhawatirkan orang yang ia suka dan aku tahu bagaimana rasa nya.." sahut Lana yang mengerti perasaan Arin dan kembali menatap Doni yang juga menatap ke arah nya.


"Kita harus segera bergegas pergi sebelum mereka datang..." ucap Setya yang di bantu Arin untuk berdiri


"Ya..." jawab Lana ia dan beberapa anak buah nya ikut membantu Doni berdiri dan pergi dari sana.


"Tetap waspada..." ucap Lana yang terus memopong Doni yang kesulitan berjalan karena kaki nya yang terluka cukup parah.


"Mau kemana? bukan kah seharusnya kalian menikmati jamuan dari ku para tamu tak di undang!"


Lanjut setelah sekian lama...

__ADS_1


😊🙏🙏


__ADS_2