Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Mimpi Aneh


__ADS_3

Doni baru kembali pukul sepuluh malam, bukan karena pekerjaan melainkan ia ingin sedikit melupakan Lana meskipun tak berhasil sam sekali, bahkan saat pulangpun ia sudah di sambut oleh Lana yang tertidur di sofa ruang tamu karena menunggu dirinya.


"Lana..." gumam Doni saat ia beru membuka pintu dan melihat Lana yang tertidur pulas sambil terduduk dengan punggung yang di sandarkan.


Doni berjalan perlahan mendekati keponakannya yang sudah memenuhi hatinya, ia duduk di sebelah Lana sambil memperhatikan wajah imut sang keponakan.


"Sudah pulang Om?" tanya Lana yang sudah bangun sejak Doni membuka pintu meskipun matanya masih tertutup. Doni segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Hmm." deheman Doni menjawab pertanyaan Lana sekaligus meredakan rasa terkejutnya karena keponakannya yang tiba tiba bangun dan hamoir saja memergoki dirinya yang sedang memperhatikan wajah cantik keponakannya.


"Om..."panggil Lana kini matanya sudah terbuka lebar menatap Doni yang hendak berdiri namun segera ia urungkan setelah mendengar panggilan Lana dan kembali duduk


"Hm." Doni kembali berdehem sambil menatap Lana


"Mulai besok Kak Setya gak perlu antar jemput Lana, karen mulai besok Kak Arin yang akan menemani Lana.." jelas Lana mengalihkan pandangannya ke arah depan. Doni mengerutkan keningnya mencoba mencerna ucapan keponakannya yang nampak tenang.


"Kak Arin akan jadi Asisten pribadi Lana, dan Kak Arin juga yang akan menjadi pengawal Lana." Doni mengerti


"Kamu habis dari markas?" tanya Doni memastikan fikirannya


"Hmm.." jawqb Lana


"jadi kamu sudah mendapatkan irangmu sendiri!" Lana hnya mengangguk membenarkan ucapan Doni


"Kenapa gak bilang sama Om?"tanya Doni sedikit kecewa karena keponakannya tak memberitahukan hal ini padanya terlebih dahulu. Lana terfiam sesaat sambil menarik nafasnya perlahan juga membuangnya perlahan.


"Om sibuk dan Lana gak mau ganggu, lagi pula Lana bisa mencari pilihan Lana sendiri.." jawab Lana, kini ia sudah berdiri dan menatap Omnya yang masih duduk di sofa dengan mendongakan kepala agar bisa menatap keponaknnya


"Lana ke kamar dulu." ujar Lana segera pergi dqn meninggalkan Doni yang masih menatp kepergian keponakannya.

__ADS_1


"Kamu menghindari Om Lana!" ujar Doni. Lana menghentikan langkahnya saat mendengar perkataan Omnya, ia juga sedikit berfikir jawaban apa yang harus ia berikan.


"Gak, perasaan Om saja." jawab Lana kembali melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalm kamar tak lupa ia mengunci pintu.


"Mungkin iya!" lirih Lana, ia sudah duduk di sofa yang hanya muat untuk satu orang di kamarnya.


"Tapi Om merasa kau menjauhi Om Lana.." lirih Doni juga beranjak dari sana menuju kamarnya.


Lana mengamvil kotak kecil tempat ia menyimpan liontin pemberian Ayahnya, di mana ternyata Liontin itulah yang selama ini di incar oleh sang Kakek untuk bisa menguasai semua aset kekayaan milik Ayahnya.


"Maaf Yah, Lana baru menyadari jika ini sangat penting bagi keluarga Angkara." ujar Lana menatap foto Ayah dan juga Bundanya.


"Lana akan berusaha untuk menjaga dan mengambil apa yang seharusnya jadi milik kita." Lana yang yang biasanya tak menangis, kini tak mampu menahan air matanya. Lana merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya hingga membuat gadis itu menangis.


"Ayah, Bunda, Lana rindu." ujar Lana semakin terisak


"Tunggu Lana Yah, Bun.." lirih Lana, entah mengaa ia ingin mengatakan hal itu malam ini.


Lana kembali menyimpan benda peninggalan sang Ayah, kemudian merebahkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk untuk mengistirahakna tubuhnya yang terasa lelah.


Lana mulai terpejam dan mulai terbawa ke alam mimpi, namun baru saja terlelap ia merasa berada di tempat yang aneh.


"Tempat apa ini, gelap sekali?" monolog Lana menatap sekitarnya, namun ia tak mampu menggerakan tubuhnya yang terasa kaku hnya kepalanya saja yang mamou ia gerakan ke sana kemari. Lana mulai panik dan terus berusaha menggerakkan tubuhnya namun hasilnya tetap sama.


"Akhh, kenapa tubuhku terasa kakh dan gak bisa di gerakin sih!" lirih Lana terus berusaha


Cukup lama ia berusaha namun hasilnya tetap sama. Lana berhenti sejenak, dan tiba tiba ada cahaya yang bersinar sangat terang hingga membuat matanya terasa silau hingga ia menutup mata.


"Cahaya apa itu, terang sekali.." gumam Lana mengintip di sela sela matanya yang terpejam.

__ADS_1


"Sial, aku masih belum bisa menggerakkan tubuhku.." Lana kembali bergumam namun ia tak lagi berusaha menggerakkan tubuhnya saat melihat seseorang di tengah tengah cahaya yang menyilaukan mata.


"Hei, siapa di sana?" teriak Lana, meskioun ia panik namun Lana masih berusaha tenang. Tak ada jawaban, namun seseorang itu terus berjalan ke arahnya, sedangkan Lana tak bisa mengenali orang yang semakin dekat dengannya karena cahaya yang terlalu terang, bahkan ia tak bisa menebak apakah itu wanita atau laki laki.


"Siapa kau?" tanya Lana. Seseorang yang kini sudah berada di hadapannya tersenyum dan Lana baru bisa memastikan jika orang itu seorang wanita yang cantik pastinya namun tak begitu jelas di mata Lana yang masih terasa silau.


"Aku akan membawamu ke suatu tempat.." jawab Seseorang misterius di hadapannya. Lana mengerutkan keningnya terus berusaha melihat orang di hadapannya meskioun cahaya orang itu terlalu terang.


"Kenama?" tanya Lana


"Ke suatu tempat, namun sekarang bukan saatnya." jawab Orang misterius itu lagi, ia sedikit menunduk hingga Lana bisa melihat mata seseorang itu dengan jelas. Mata indah berwarna merah dengan bulu mata panjang lentik nan tebal, juga kelopak yang lebar, membuat Lana tertegun mengagumi sosok yang masih berdiri di hadapannya.


"Kembalilah, aku akan membawamu jika waktunya sudah tiba.." Lana kembali mengerutkan keningnya mendengar ucapan seseorang di hadapannya yang sudah berdiri seperti semula, dan setelah ia mengatakan hal itu seiring cahaya yang memudar sosoknyapun menghilang dari pandangan Lana.


Pagi menjelang, Lana yang berada di dunianya dan sedang tertidur terbangun seketika dan merasa sesuatu yang aneh, ia kembali mengingat mimpi anehnya yang baru saja ia alami.


"Itu tadi apa! terasa seperti nyata!" gumam Lana


"Matanya bahkan sangat indah dan terasa nyata di pandanganku!" Lana masih mengungat mata orang misterius itu, ia sangat mengagumi mata indah yang ia yakini jika orang itu seorang wanita.


"Tapi siapa dia?" Lana kembali memikirkan wanita yang ada dalam mimpinya dan tak menemukan jawaban apapun.


"Ah, sudahlah kurasa itu hanya mimpi.." lanjutnya mencoba melupakan mimpinya barusan. Lana segera beranjak dari tempat tidur, ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap siap berangkat ke sekolah.


Lanjut up lagi nih Kakak.


Makasih makasih makasih orang baik...


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2