Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Bertemu Lagi


__ADS_3

Dua hari belakangan, Lana terlihat begitu bahagia entah apa yang membuatnya selalu tersenyum ceria seperti dulu. Senyum yang jujur dan tulus dari hatinya yang bahagia.


Setya yang selalu berada di sisi Lana ikut bahagia melihat keceriaan Nona Muda sekaligus pujaan hatinya itu.


"Nona.." panggil Setya saat mereka sudah berada di dalam mobil dan sesekali melirik Lana dari kaca di depannya.


"Hmmm.." jawab Lana, ia masih fokus dengan hp di tangannya sambil sesekali tersenyum.


"Sepertinya Nona sedang bahagia!" ucap Setya


"Ya, begitulah..." jawab Lana. Setya tak berani melanjutkan pertanyaannya dan hanya mengangguk sambil tersenyum.


Beberapa menit, mereka sudah sampai di tempat les bahasa dan Diego yang terkenal dingin dan cuek terhadap wanita tiba tiba menghampiri dirinya dan mengajaknya masuk bersama.


"Mau bareng?" tqnya Diego saat sudah di depan Lana dan Setya yang baru membuka pintu mobil untuk Nonanya.


"Boleh..." jawab Lana segera turun dari mobil dan beranjak meninggalkan Setya dengan segala rasa cemburu di hatinya, namun tak bisa melakukan apapun karena ia sadar jika Lana adalah Nona Mudanya dan tak mungkin menjalin hubungan dengan dirinya.


"Begini rasanya cemburu..." pikirnya kemudian masuk ke dalam mobil dan sibuk mengurus pekerjaannya melalui laptop yang selalu ia bawa kemanapun.


Semua mata tertuju pada Lana dan Diego yang sedang berjalan bersama. Ada yang cemburu ada pula yang iri akan keberuntungan Lana ataupun Diego yang bisa berjalan bersama seperti itu.


"Cieee....." ujar teman sebangku Diego


"Jadian ya...." ledeknya lagi, namun Lana ataupun Diego sama sekali tak terusik dengan ucapannya. Sikap dingin serta cuek mereka membuat orang yang ingin menggoda mereka justru di buat kesal.


Lana dan Diego berjalan memisah, karena Lana memilih kursi di pojok kanan sedangkan Diego duduk di kursi sebelah kiri depan.


Sejak perjalanan mereka sama sekali tak bicara satu sama lain, hanya saat di depan saja Diego yang bicara mengajak Lana untuk masuk bersama.


"Tumben bisa bareng sama cewek es balok?" tanya teman sebangku Diego yang penasaran.


"Diamlah Alex..." jawab Diego dengan tatapan tajamnya.


"Baiklah baiklah..." ucap pria yang di panggil Alex sambil memundurkan separuh tubuhnya kebelakang saat melihat tatapan tajam Diego.


"Dasar, yang satu es beku dan yang satu es batu..." ucapnya pelan.


Lana terlalu fokus dengan bacaannya, hingga ia sama sekali tak menyadari jika guru les mereka sudah masuk dan memulai pelajarannya.


"An.." panggil Guru les wanita di depan sambil menatap Lana.

__ADS_1


Lana segera mengangkat kepalanya, ia mengerutkan dahinya menatap Guru di depannya yang sangat ia kenal dan kagumi.


"Bu Misya!" ujar Lana dengan wajah tak percaya, hingga beberapa detik berikutnya ia tersenyum karena ternyata Guru Cantiknya juga mengajar les di tempat yang sama.


"Ya Bu..." jawab Lana masih dengan senyum yang merekah.


Semua mata tertuju padanya yang tersenyum termaksud Diego, ia sama sekali tak menyangka jika gadis dingin itu bisa tersenyum semanis dan secantik itu.


"Kamu baca apa?" tanya Bu Misya, ia tak percaya jika kembali di pertemukan dengan gadis imut di hadapannya saat ini.


"Tidak ada Bu.." jawab Lana segera menutup buku novel yang ia baca sejak tadi dengan sebelah tangannya...


"Baiklah, kita lanjutkan setelah itu maju dua orang untuk saling berkomunikasi dengan yang sama seperti yang ibu jelaskan. Paham semua!" jelas Bu Misya tegas.


"Jelas Bu..." jawab semua yang ada di kelas.


"Wah, takdir memang sedang baik padaku, bagaimana kami bisa beryemu kembali..." ucap Lana pelan menatap Guru idolanya.


"Gadis itu lagi, takdir ternyata ingin kami bertemu lagi..." Bu Misya menatap Lana yang terus tersenyum bahkan terkadang ia memergoki Lana yang melirik ke arahnya. Senyumannyapun mngembang saat melihat tingkah konyol Lana di hadapannya.


"Gadis imut.." ucapnya lagi sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Sudah Bu..."


"Hmm, Diego maju kedepan bersama teman sebangkumu.." ucap Bu Misya menyuruh Diego maju.


Diego dan Alex maju ke depan dan mulai berbicara dengan bahasa Jepang.


"Cukup baik, di perlancar lagi.." puji Bu Misya namun tetap memberikan nasihat.


Terus berlanjut hingga giliran Lana yang maju, tapi ia tak ada teman karena duduk sendiri.


"An maju sini, kamu akan berpasangan dengan Ibu..." Lana segera maju dengan semangat karena ia bisa mengambil kesempatan untuk bertanya pada Guru Cantiknya.


Lana lebih dulu berbicara biasa dan di jawab dengan Bu Misya, terkadang Bu Misya melakukan hal yang sama pada Lana dan di jawab dengan lancar. Sampai di pertanyaan terakhir Lana justru meminta no hpnya...


"Anak ini, mencari kesempatan ya?" jawab Bu Misya tersenyum sambil mencubit pipi Lana yang sangat menggemaskan menurutnya. Tidak tahu aja gimana Lana di hadapan teman temannya.


Bu Misya tak menjawab, tapi ia menuliskan angka angka di sebuah kertas kemudian memberikannya pada Lana yang segera menerima dan menyimpannya di saku baju kemudian kembali ke kursi.


"Cukup sampai sini.." ujar Bu Misya

__ADS_1


"Sampai ketemu minggu depan.." lanjutnya kemudian keluar meninggalkan kelas.


Lana dan yang lain mulai membereskan buku buku mereka dan menyimpannya ke dalam tas. Jadwal les mereka memang dua jam saja tapi itu di lakukan hampir setiap hari dan hanya libur di hari sabtu dan minggu.


"Bareng?" Diego kembali mengajak Lana keluar bersama namun kini tak hanya berdua karena Alex selaku membuntuti Diego di sampingnya.


"Hmm..." jawab Lana kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan beriringan dengan Diego di samping kanannya sedangkan Alex berada di sisi Diego yang lain.


"Kamu kenal sama Bu Misya?" tanya Diego yang penasaran hubungan Lana dengan Bu Misya guru les bahasa jepang baru mereka.


"Kenal, tapi gak terlalu kenal.." jawab Lana wajahnya masih sama seperti saat mereka masuk bersama. Dingin dan cuek, ekspresi Diegopun hampir sama dengannya.


"Oh ya! kenal di mana?" kali ini Alex yang bertanya


"Dia guru di sekolahku..." jawab Lana tanpa menoleh membuat Alex sedikit merasa di kacangin. Sedangkan Diego sama seperti Lana yang fokus menatap ke arah depan mereka meskipun saling bicara.


"Apa rasanya bicara tanpa melihat lawan bicara?" monolg Alex menatap Lana dan Diego bergantian.


"Jalan lihat depan bukan ke samping Lex!" tegur Diego mengetahui jika temannya itu sedang memperhatikan mereka.


"Ya ya ya, kau memang selalu tahu gerak gerik ku ya.." jawab Alex memanyunkan bibirnya mendapat teguran dari Diego.


Mereka sudah sampai di parkiran, Diego lebih dulu mengantar Lana sampai ke depan mobilnya dan melihat Setya yang sudqh membukakan pintu mobil untuk Lana.


"Nona..." ucap Setya menatap Lana yang sedang berhadapan dengan Diego, Lana segera masuk.


Diego bisa melihat Setya yang menatap dirinya tak suka, tapi ia berpura pura tak tahu dan tetap bersikap biasa saja..


Mobil yang di naiki Lana sudah melesat dan menjauh dari tempat parkir. Diego segera menuju mobilnya dan mulai mengendarainya sendiri.


"Gadis yang dingin, tapi sangat manis..." ujar Diego saat ia sudah berada di dalam mobil. Tanpa ia sadari senidiri senyuman terpaut di bibirnya meski sangat tipis namun jika di lihat dengan seksama maka akan terlihat senyumannya.


Lanjut up...


Mbak Lana dan Mas Diego.. he he he....


Makasih yang dah mampir baca, jangan lupa buat like sama dukungannya ya....


Makasih orang baik.....


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2