Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Kakek Erick


__ADS_3

Di kantor, Doni nampak sedang kesal raut wajahnya sangt tak bersahabat setelah mendengar laporan dari Asisyen setianya yaitu Setya.


"Maaf Tuan, apa kita akan menjauhkan pria itu dari Nona?" tanya Setya, ia juga tak suka Nonanya di dekati oleh pria lain setidaknya untuk saat ini.


"Tidak perlu, tapi awasi terus mereka." perintah Doni Setya hanya mengangguk dan segera memerintahkan baeahannya untuk melaksanakan tugas itu, sedangkan ia tak mungkin melakukannya terus menerus karena ada. banyak pekerjaan yang harus ia dan Doni kerjakan untuk menuju rencana selanjutnya.


"Baiklah Setya, kita sudah hampir sampai ke puncak pbalasan, dan diapkan segalanya.." perintah Doni ia mulai serius saat mengatakan itu dan menatap Setya yang juga menatap Tuannya.


"Baik Tuan.." jawab Setya sedik menunfukkan wajahnya untuk mrmbetikan rasa hormat pada Doni kemudian berjalan mundur beberapa. lngkah dan keluar dari ruangan Tuannya untuk melaksanakan tugas lain yang jauh lebih penting saat ini.


Di perusahaan keluarga Angkara, seorang Pria tua sedang mengamuk karena merosotnya perusahaan yang telah ia rebut dari Keponakannya dengan melenyapkan Keponakan serta Menantu Keponakannya bahkan sampai detik ini ia masih belum bisa menemukan anak kunci dari perusahaan itu.


"Ahhh, sial kalian segera temukan anak itu jika tidak kita tidak akan bisa bergerak lebih jauh.." ujarnya dengan wajah yang merah karena amarahnya.


"Baik Tuan Erick.." jawab seluruh anak buahnya.


"Aku pasti akan menemukanmu anak nakal.." gumamnya, tatapannya tajam mengarah luar jendela yang terbuka lebar juga senyuman smirknya nampak sangat menakutkan.


Tuan Erick, ia adalah Kakek Lana adik dari Kakek kandungnya, dialah yang telah melenyapkan kedua orang tuanya dan yang saat ini sedang ia incar untuk balas dendam.


"Selama apa kalian akan bersembunyi dariku!" lanjutnya tatapan tajamnya berubah menjadi tatapan membunuh, ia sangat kesal karena sudah bertahun tahun mencari anak keponakannya namun masih belum bisa di temukan. Lana adalah kunci dari semua aset yang di miliki Keponakannya yang telah ia lenyapkan, lebih tepatnya Liontin yang di miliki cucunya itu.


"Kau sangat pandai Keponakanku, tapi sayangnya aku akan segera menemukan anakmu dan melenyapkannya untuk segera menyusulmu, dan ya adikmu itu akan aku siksa hingga kematian akan terasa lebih baik baginya.." Tuan Erick kembali menyeringai jahat, ia masih menunjukkan tatapan membunuhnya.


"Tunggu Kakek cucuku tersayang. ha ha ha..." ujar Tuan Erick ia tertawa jahat.


Sedang di sekolah, Lana tengah di interogasi oleh kedua sahabatnya. Mereka begitu penasaran akan hubungan antara Farid dengannya.


"An, kau sungguh tak mengenal Kak Farid?" tanya Crish menatap Lana penuh rasa penasaran.


"Tidak.." jawab Lana dengan wajah dinginnya membuat Crish dan Rosa merasa. jika perkataan Lana benar, namun apa yang mereka. lihat sangat berbeda.


"An, aku merasa kalian punya hubungan di masa lalu! kamu gak mau cerita sama aku!" kali ini Rosa ikut bicara, ia juga sangat penasaran dengan sahabatnya ini. Ana nampak kesal, ia memejamkan matanya cukup lama bahkan beberapa kali terdengar helaan nafas darinya.

__ADS_1


"Ya..." akhirnya satu kata itu mampu membuat keduanya terbengong dan terkejut dengan mata terbuka lebar serta mulut menganga.


"Singkirkan Ekspresi itu!" ujar Lana menatap tajam pada kedua sahabatnya yang kepo setengah mati.


"Kau, sungguh pernah ada hubungan dengan Kak Farid? tapi kan usia kalian..." Crish menggantung ucapannya.


"Aku dan Kak Farid adalah teman masa kecil, dan itu hanya masa lalu setelah ia meninggalkan aku di saat orang tuaku meninggal." jawab Lana meskipun wajahnya tetap dingin namun tatapannya kosong ke arah depan.


"An, maafkan Kakakku.." Crish ikut merasa bersalah, meskipun ia tak tahu kejadian yang sebenarnya namun ia ingin meminta maaf atas nama Kakaknya


"Entahlah Crish, aku hanya masih kecewa jadi jangan oernah menyebut namanya di hadapanku jika tidak kalian akan tahu akibatnya!" ancam Lana dengan tatapan tajamnya membuat keduanya kesulitan bernafas melihat tatapan Lana yang menyeramkan bagi keduanya.


"Ba..baiklah.." jawab keduanya terbata sambil menelan saliva masing masing.


"Bagus.." ujar Lana mengalihkan tatapannya ke arah lain hingga Crish dan Rosa bisa bernafas lega. Lana segera berdiri dari sana dan kembali ke kelas, kedua temannyapun mengikuti dari belakang layaknya seorang bodygard yang selalu setia di belakangnya.


("Aku akan selalu mengingat kejadian itu Kak!") batin Lana.


"Aku akan membalas perbuatanmu pada keluargaku An." gumam Hana yang merasa sangat marah karena ia harus merelakan Crish tetap bersama dengan Rosa.


"Aku pasti akan membalas dirimu.." lanjutnya semakin menatap tajam Lana yang tersenyum dan melirik ke arahnya.


"Awas kau An!" ujar Hana lagi segera mengalihkan tatapannya ke arah lain setelah ia mendapatkan lirikan maut dari Lana dengan senyuman smirknya membuat Hana ngeri sendiri padahal sebelumnya ia menatap tajam pada Lana.


"Lemah..." gumam Lana juga mengalihkan lirikannya ke arah kedua sahabatnya yang semakin menempel saja bahkan mereka tak bisa melihat tempat dan terkadang mengabaikan dirinya yang hanya bisa diam sambil memperhatikan keduanya yang sedang bucin.


"Berhentilah melakukan itu, atau.." Lana kembali mengancam kedua sejoli itu dan mereka tersenyum simpul kemudian kembali ke meja masing masing. Rosapun segera merangkul pundak sahabatnya, ia sangat beruntung memeiliki sahabat seperti Lana terlebih lagi setelah ia tahu kebenaran yang tak pernah ia ketahui jika Crish tidak menceritakannya saat mereka berada di kantin.


"Makasih my besty." ujar Rosa hendak mencium pipi kana sahabatnya, namun dengan cepat Lana menjuhkan wajahnya dari bibir Rosa yang sudah monyong hendak menciumnya. Lana mengerutkan keningnya sambil menatap Rosa heran dengan kelakuan gadis itu.


"Mau apa?" tanya Lana


"Cium kamu!" jawab Rosa jujur dan kembali mendekatkan bibirnya pada sahabatnya, namun lagi lagi Lana menjauhi wajahnya dari Rosa.

__ADS_1


"Sana cium pacar kamu aja, aku gak nafau sama cewek.." ujar Lana mendorong kepala Rosa dengan telunjuknya cukup kuat hingga gadis itu mundur kebelakang.


"Kalo Crish beda lagi An, kamu kan sahabat aku kalo Crish pacar kesayangan aku." ujar Rosa memperbaiki duduknya namun tetap menatap Lana yang juga menatapnya malas.


"Bodo.." jawab Lana mengalihkan pandangannya dri Rosa yang terlihat kesal sendiri.


"Dasar kaku, es dingin.." lirih Rosa namun terdengar oleh Lana yang malah tersenyum tipis mendapatkan cercaan dari sahabatnya.


"Lihat, di hina malah senyum senyum! gak jelas.." lanjut Rosa saat ia melirik Lana yang malah tersenyum.


"Aku lagi baik Ros, jangan buat aku marah karena kau akan babak belur nanti." ucapan Lana sontak membuat Rosa bergidik ngeri, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan dan sedikit menjuhkan dirinya dari sahabatnya itu yang kembali tersenyum tanpa menoleh ke arahnya.


"Kau ini, sangat menyeramkan An." ujar Rosa


"Gadis Manis yang menyeramkan..." lanjutnya semakin membuat senyum Lana melebar namun Rosa malah semakin merinding melihat senyuman sahabatnya itu.


"Haish, berhentilah tersenyum mengerikan seperti itu An.." ujar Rosa ia sendiri merasa takut.


Lana malah nyengir, menatap Rosa dengan tatapan yang menggemaskan membuat Rosa terperanjat kaget dengan mulut menganga.


"Hei, berhenti menatapku seperti itu! kau seperti pria mesum tau.." Rosa malah merasa kesal dengan tatapan Lana barusan, ia terlihat seperti seorang oria mesum saja. Lana malah tersenyum dan kali ini senyumannya sangat manis membuat siapapun yang melihat senyumannya akan langsunh jatuh hati.


"Ku rasa kau memiliki kepribadian Ganda.." ujar Rosa kembali bergidik ngeri. Ia segera menjauh dari Lana dan mendekati Crish.


"Ya ku rasa juga begitu.." lirih Lana menghilangkan senyumannya dan kembali dengan wajah dinginnya.


Lanjut up nih Kak..


Moga syuka selalu ya.


Makasih orang baik...


😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2