
"Nona..." panggil Arin saat Lana dan Rosa baru keluar dari gedung sekolah.
"Ada apa Kak Arin?" tanya Lana. Arin menoleh ke arah Rosa yang masih bedada di sisi Lana.
"Ah, aku pulang dulu An, hati hati dahhhh.." Rosa seakan mengerti dengan tatapan Arin dan ia memilih meninggalkan Lana dan Asisten barunya.
"Huff, aku lebih suka Kakak tampan itu yang mengantar An.." gumm Rosa sambil sesekali ia menoleh ke belakang dan melihat Lana yang sudah masuk ke dalam mobil.
"Kak yakin?" tanya Lana saat Arin sudah melajukan mobilnya menuju ke tempat Farid akan membawa Crish.
"Aku tak akan membiarkan mereka di pisahkan.." gumam Lana, ia mengepalkan kedua tangannya matanya menatap tajam ke arah depan dan itu bisa di lihat oleh Arin.
("Nona sangat mirip dengan Tuan Besar..") batin Arin
Sejam lebih mereka menempuh perjalanan dan tiba tepat waktu. Lana segera turun bahkan sebelum Arin membukakan pintu untuknya, ia berlari masuk ke dalam Bandara dan mencari keberadaan Farid juga Crish.
"Tunggu..." teriak Lana saat melihat orang yang ia cari kini berada di hadapannya dan masih membelakanginya. Crish lebih dulu menoleh dan melihat Lana yang menatapnga kesal.
"An.." gumam Ctish tak percaya jik gadis itu berada di tempat yang sama dengannya dan untuk apa? itulah yang ada di benak Crish saat ini.
"Crish.." panggil Farid, namun Crish malah diam saja hingga Farid ikut berbalik dan melihat Lana yang berdiri tak jauh dari mereka.
Farid nampak tertegun, ia merasa sangat mengenali gadis manis di hadapannya, terutama mata Lana yang sangat mirip dengan mata gadis kecil yang selalu ia rindukan.
"Siapa?" tanya Farid masih memperhatikan Lana yang tetap berdiri di hadapan mereka dengan tatapan mengarah pada adiknya. Arin juga baru sampai di belakang Lana sambil mengatur nafasnya.
"An..." lirih Crish, Farid menoleh sekilas pada adiknya kemudian kembali beralih pada gadis di depan sana yang mulai berjalan perlahan mendekati mereka berdua.
Pletakk...(Anggap itu bunyi ketokan kepala dari tangan Lana yang kerasa ya..)
"Kau..." Farid nampak terkejut saat melihat adiknya di pukul gadis yang nampak lembut
"Aww, An apa yang kau lakukan!" ringis Crish menatap Lana dengan tangannya masih mengelus kepalanya yang terasa ngilu.
"Apa kau akan pergi dan membuat sahabatku terluka hah!" Lana nampak marah, ia berteriak kerasa saat mengatakan hal itu bahkan kedua tangannya kembali terkepal. Crish kembali diam, ia juga tak ingin berada di posisi ini hnya saja jika terus berada di negara di mana Papah dan Mamahnya berada ia akan terus tersiksa.
"Aku, aku..." Crish ingin mengatakan sesuatu namun suaranya tercekat di tenggorokkannya
"Kau laki laki yang tak punya keberanian sama sekali, kau seorang pria yang lemah Crish.." ujar Lana ia semakin emosi. Farid hnya diam menatap gadis yang ia lihat sangat marah pada adiknya.
"Siapa kau?" tanya Farid. Lana menoleh pada Farid, ia sejak awal tak begitu memperdulikan pria yang sejak tadi berdiri di samping Crish
"Maaf Tuan, tapi saat ini saya tidak sedang bicara dengan Anda.." jawab Lana membuat Farid cukup terkejut mendengarnya begitupun dengan Crish
"An, akh harus pergi karena Paah dan Mamahku.." lagi, Crish tak mampu melanjutkan ucapannya
"Aku tahu, taoi tak bisakah kau berusaha untuk mempertahankan apa yang menjadi keinginanmu tanpa harus meninggalkan sahabatku?" tanya Lana kini pandangannya sedikit menurun ke bawah sejenak saat mengatakan hal itu, dan kembali menatap Crish yang juga menatapnya.
"Tak bisakah kau tetap berada di sisinya seperti yang kau katakan Crish! bukankah seirang pria yang bisa di percaya adalah ucapannya dan bahkan kau juga sudah berjanji untuk selalu bersama sahabatku!" Lana menatap tajam Crish yang terperanjat atas tatapannya, ia bahkan sampai sedikit mundur kebelakang karena tatapan Lana yang membutnya agak takut.
"Aku takkan membiarkanmu pergi begitu saja." ujar Lana memegang tangan Crish dan hendak menariknya, namun seketika langkah Lan terhenti saat tangan Crish yang satunya di tahan oleh orang lain.
"Aku yang akan mebawa Crish pergi dari kota ini, dan kau tak bisa menghalangi kami.." Farid mengatakan itu dengan serius. Lana tersenyum miring mendapati penolakan dari seseorang.
"Kau Farid?" tanya Lana, kepalanya sedikit memiring dan ia juga melepaskan pegangannya pada tangan Crish yang kembali mundur mendekati sang Kakak
__ADS_1
"Ya!" jawab Farid mengerutkan keningnya karena gadis di hadapannya yang tak pernah ia temui sebelumnya bahkan tahu namanya.
"Apa kau melupakanku?" tanya Lana, menatap pria di hadapannya dengan penuh kekecewaan. Farid nampak bingung, ia merasa tak pernah bertemu dengan gadis di hadapannya meskipun awalnya ia mengenali mata gadis itu.
"Apa kita pernah bertemu Nona?" tanya Farid semakin mengerutkan keningnya. Crish pun nampak bingung dengan situasi saat ini.
"Kau melupakannya ya!" ujar Lana kembali tersenyum miring dan menunduk sejenak.
"Tak masalah, kau memang seharusnya melupakanku.." Lana kembali menatap Farid.
Lana baru mengingat Farid saat ia di dalam mobil dan melihat pria itu secara langsung, Lana berlari bukan hanya ingin mengejar Crish tapi juga ingin melihat kembali masa lalunya yang sempat mengisi hari hari bajagianya dulu sebelum tragedi kematian kedua orang tuanya dan menghilangnya pria itu secara tiba tiba, dan kini mereka di pertemukan kembali. Pria itu adalah Farid, yang dulu selalu membuatnya tersenyum dan selalu menjaganya kapanpun dan di manapun.
"Kakak mengenal An?" tanya Crish yang merasa ada sesuatu di antara Lana dan kakaknya
"Aku rasa tidak!" jawab Farid, karena ia memang tak mengenali gadis di hadapannya yang menatap dirinya penuh rasa kecewa. Crish kembali menatap Lana
"An, biarkan aku pergi dan aku berjanji akan kembali dan akan menjaga Rosa selamanya, tapi saat ini aku harus pergi.." ujar Crish mencoba memberi pengertian pada Lana sahabat dari kekasihnya.
"Tidak, jika kau pergi hari ini maka selamanya kau fidak akan pernah melihatnya lagi." ancam Lana membuat bola mata Crish membulat sempurna.
"An, apa yang kau maksud?" tanya Crish
"Kau akan tahu jika. kau sudah pergi Crish, dan saat itu jangan pernah berharap kau bisa menemuinya lagi selamanya.." Lana kembali mengancam Crish yang nampak panik, senyuman Lana nampak seperti seorang penjahat saja.
"An, tolong jangan lakukan apapun yang akan menyakiti Rosa.." ujar Ctish merasa aneh dengan sikap Lana
"Heh, bukan aku yang menyakitinya Crish, tapi kau!" jawab Lana sambil menunjuk Crish dengan telunjuknya, namun tatapannya sedikit ia alihkan pada Farid yang kembali mengerutkan keningnya melihat lirikan mata Lana barusan.
"An..." lirih Crish menatap Lana yang kembali tersenyum sinis padanya.
("Kenapa aku merasa gadis ini selalu menyinggungku dari tatapannya..") batin Farid terus menatap Lana.
Crish sendiri nampak bimbang atas ancaman Lana yang terlihat serius. Ia kembali menatap sang Kakak juga melihat ke arahnya.
"Kak, maaf aku tak bisa kehilangan Rosa, Crish sangat mencintai Rosa Kak.." Crish melepaskan pegangan tangannya pada Farid yang terkejut dan membulatkan matanya penuh menatap adiknya yang kini berjalan menjauh darinya dan menuju ke arah Lana yang tersenyum miring sambil menatap ke arahnya.
"Kau mengambil keputusan yang benar Crish.." ujar Lana menepuk bahu Crish yang masih menunduk, ia hanya harus memikirkan bagaimana caranya agar kedua orang tuanya tak lagi mengancam dirinya dan membiarkan ia hidup bahagia dengan pilihannya sendiri.
"Aku akan membantumu Crish, jangan khawatir aku sudah mengurus segalanya." ucap Lana kembali menepuk bahu Crish dan tersenyum manis. Crish menatap Lana yang tersenyum manis padanya, ia masih tak mengerti dengan ucapan Lana barusan
"Aku sudah mengurus Hana dan mulai saat ini kau akan hidup damai tanpa bayang bayang dari keluarga gadis sialan itu." ujar Lana membuat Crish kembi melotot menatapnya tak percaya, namun Lana malah kembali tersenyum manis padanya dengan kedua mata yang ia tutup hingga bulu matanya yang panjang dan lentik di atas bersatu dengan yang di bawah.
"Dia..." lirih Farid setelah melihat gadis yang sejak tadi membuatnya bingung, matanyabterbuka. lebar mulutnya bahkan terbuka sedikit dengan kaki sebelah yang mundur kebelakang.
Lana masih mendengar lirihan Farid dan ia kembali menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sama saat di awal ia bertanya.
"Ah, kau sudah ingat ya!" Lana tersenyum sinis.
"I..itu sungguh dirimu?" Farid nampak syok, ia bingung haruskah senang, namun tatapan gadisnya nampak penuh rasa kecewa padanya
"Bukan, aku adalah aku dan dia adalah dia." jawab Lana, wajahnya kembali dingin dan datar, ia segera menarik tangan Crish menjauh dari sana meninggalkan Farid yang masih terkejut karena bisa berjumpa lagi dengan gadis kecilnya yang sudah bertahun tahun tak pernah ia lihat dan selalu ia rindukan.
"Kau, sungguh Ana.." lirih Farid menatap kepergian Lana juga Crish dan Arin yang selalu setia berada di belakang Nona Mudanya.
("Kau masih mengingatku Kak Fa..") batin Lana, ia sedikit tersenyum namun tak berniat untuk berbalik ataupun menoleh ke belakang untuk sekedar melihat Farid yang selama inipun selalu ada dalam ingatannya.
__ADS_1
"Ana..." lirih Farid lagi, ia baru tersadar dan hendak mengejar Lana namun gadis itu sudah menghilang meninggalkan Bandara bersama Crish.
"An, kau mengenal Kakakku?" Crish memberanikan dirinya untuk bertanya pada Lana, ia sungguh penasaran dengan hubungan sahabat kekasih nya itu dengan Kakaknya.
"Mungkin ya, tapi mungkin juga tidak." jawab Lana menatp ke luar jendela dengan kedua tangannya yang ia lipat di depan dada wajah datar dan dingin kembali terpaut di wajahnya.
"Kau selalu menjawab dengan teka teki yang tak bisa aku tebak An!" ujar Crish merasa percuma bertanya pada Lana. Mereka sama sama diam, hingga mobil yang di bawa oleh Arin sampai di sebuah rumah nesar milik keluarga Crish.
"Turunlah.." perintah Lana yang melihat pria di sampingnya masih tetap diam di dalam mobilnya
"An aku..." Crish tak mamou melanjutkan ucapannya dan Lana mengerti apa yang akan Crish katakan
"Bukankah sudah ku katakan, orang tuamu tak akan memaksamu lagi karena aku sudah membereskan sumber masalah keluargamu.." ujar Lana membuat Crish kembali menatapnya, dan ia semakin penasaran apa yang sudah Lana lakukan pada Hana dan keluarganya.
"Baiklah.." jawab Crish dan segera turun.
"Sampaikan salamku pada orang tuamu Crish.." ujar Lana dengan senyjm simpulnya membuat Crish merasa merinding sendiri, ia hanya mengangguk dan masuk ke rumahnya setelah mobil yang Lana naiki sudah pergi dan meninggalkan kediamannya.
"Crish..." panggil Mamah Crish dan segera memeluk putranya yang mereka kira sudah pergi ke inggris dan meninggalkannya
"Mamah.." lirih Crish, ia baru merasakan pelukan sang Mamah setelah sekian lama. Crishpun hanya diam saja dan tak berniat untuk membalas pelukan Mamahnya ia hanya masih merasa terkejut.
"Maafkan Mamah Nak, Mamah sudah sangat memaksakan dirimu juga Kakakmu.." lirih Mamah, ia sudah menangis dan semakin membuat Crish merasa heran namun juga terharu.
"Mah.." Crish segera membalas pelukan sang Mamah yang semakin menagis mendapatkan balasan dari putranya
"Crish anak Mamah..." Mamah dan Crish saling berpelukan dan menangis, hingga Papahnya turun dari lantai atas dan ikut memeluknya membuat Crish kembali terkejut dan tangisnya semakin tumpah.
"Papah juga minta maaf sayang, Papah tak akan melakukan kesalah itu lagi dan membiarkan anak anak Papah membenci Papah.." Papah juga sudah menangis dengan memeluk Anak dan Istrinya. Mereka bertiga saling berpelukan cukup lama dan saling melepaskan saat Crish mulai menarik tangannya.
"Mamah dan Papah tidak akan memaksakan Crish lagi?" tanya Crish mencoba meyakinkan dirinya lagi
"Ya Nak.." jawab Mamah mengelus pipi anaknya yang sudah lama tak pernah ia lakukan
"Maafkan Papah, seharusnya Papah yang bekerja lebih keras dan tidak mengharapkan bantuan dari orang lain hingga mengorbankan kalian anak anak Papah." ujar Papah menatap Crish penuh penyesalan.
"Tidak Pah, Crish juga minta maaf karena selalu membuat Mamah dan Papah kecewa." ujar Crish menatap Mamah dan Papahnya bergantian.
"Baiklah Nak, sebaiknya kamu Istirahat Mamah dan Papah akan pergi sebentar.." Mamah mencium kening Crish begitupun dengan Papahnya setelahnya mereka pergi meninggalkan Crish yang masih bingung dan heran dengan keadaan yang baru saja ia alami.
"Aku merasa An telah melakukan sesuatu! tapi apa?" gumam Crish, iapun segera naik ke atas menuju kamar untuk beristirahat..
Faridpun membatalkan kepergiannya dan memilih kembali ke apartemen miliknya yang sudah ia beli saat baru kembali dari Inggris beberapa waktu lalu.
"Anaku, gadis kecilku.." gumam Farid, ia meneteslan air mata saat mengingat hadis kecilnya yang kini sudah tumbuh remaja dan sangat cantik.
"Ana..." lirih Farid, air mata tiba tiba saja jatuh dan mengenai tangannya yang sedang menyetir.
Nih Kak lanjutannya, maaf lama upnya..
Semoga selalu suka deh...
Makasih orang baik...
😊🙏🙏🙏
__ADS_1