
'libur telah tiba libur telah tiba, hore hore..'
Lana sedang bersenandung di dalam kamar mandi, sambil menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun. Setelah selesai ia segera memakai dress berwarna hijau muda serta rambut yang sengaja ia urai kemudian keluar dari dalam kamarnya menuju dapur dengan wajah ceria.
Doni menat Lana yang sangat cantik, namun dengan segera ia mengubah ekspresinya menjadi biasa saja sambil melanjutkan sarapannya.
"Mau ke mana pagi pagi! bukankah sedang libur?" tanya Doni namun matanya hanya sesekali saja melirik ke arah Lana itupun jika keponakannya itu sedang tidak melihat ke arahnya.
"Jalan sama Kak Setya.." jawab Lana tetap dengan senyumannya membuat, Doni panas meski keadaan pagi itu cukup dingin.
"Setya?" tanya Doni memicingkan sebelah alisnya.
"Ya, kan Om yang suruh Kak Setya buat nemenin Lana ke manapun Lana pergi selama liburan.." jawab Lana menatap Doni yang kembali teringat akan janjinya jika selama liburan maka Setya akan menemani dirinya.
"Ya..." ucap Doni berusaha tetap bersikap biasa saja kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Lana yang hanya menatapnya sekilas seperti tak perduli jika ia ada ataupun tidak saat di sisinya.
"Aku yang salah, karena sudah membuat janji bodoh seperti itu!" ujar Doninsaat ia sudqh di luar Apartemen dan hendak masuk ke dalam lift.
Setelah kepergian Doni, Setya tiba di apartemen dan sempat berpapasan dengan Tuannya yang hanya diam dengan wajah kesal, bahkan saat ia menyapa Tuannya itu hanya mengangguk kemudian melewatinya begitu saja.
"Eh, ada apa dengan Tuan! sepertinya sedang kesal?" monolog Setya menatap Tuannya yang sudah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan area Apartemen.
Setya segera masuk ke lift dan menuju Apartemen Lana.
"Selamat pagi Nona!" sapa Setya saat ia sudah tiba di ruang tamu dan melihat Lana yang sedang menonton tv.
"Kak Setya..." ujar Lana tersenyum bahagia sambil berjalan menghampiri Setya yang juga tersenyum ke arahnya.
"Akhirnya, dateng juga.." ucap Lana memeluk lengan Setya
"No..na.." gugup Setya saat merasa hangat di bagian lengannya, namun gadis itu tetap melakukan kehendaknya dan Setya hanya bisa menerima dengan segala rasa yang ia rasakan..
"Kita mau kemana Nona?" tanya Setya saat merwka sudah di dalam mobil dan Setya hendak menyalakan mobil.
"Hmm, kita ke alamat ini aja Kak." jawab Lana memberikan sebuah kertas yang bertuliskan alamat rumah ke pada Setya.
"No...na yakin ini alamatnya?" tanya Setya meyakinkan dirinya sendiri saat melihat alamat yang di berikan Lana.
"Hmm, kenapa Kak?" Lana memasang wajah bingung.
"Tidak, nanti aku kasih tahu saat sudah sampai.." jawab Setya segera melajukan mobilnya menuju ke alamat yang sudah ia ketahui.
"Kakak tahu alamat itu di mana?" tanya Lana, Setya hanya mengangguk sambil tersenyum.
Lana kembali fokus pada hpnya dan terkadang ia tersenyum setelah membaca pesan yang masuk di hpnya.
"Nona kita sudah sampai.." ujar Setya setelah mereka menempuh waktu sekitar satu jam setengah.
__ADS_1
"Sudah sampai?" tanya Lana memperhatikan sekitarnya yang terlihat indah dan mewah..
"Ya.." jawab Setya
"Maaf Anda siapa?" tanya penjaga rumah menghampiri mobil Lana yang berhenti tepat di depan gerbang rumah yang ia jaga.
"Saya mau bergemu Bu Cantik, eh maksudnya Bu Misya.." ujar Lana keceplosan memanggil Bu Cantik sudah pasti mereka takkan ada yang tahu.
"Anda siapa?" tanya penjaga itu lagi dengan wajah seramnya namun Lana sama. sekali tak merasa takut.
"Saya siswanya, dan saya juga sudah buat janji untuk bergemu hari ini.." jawab Lana tanpa ragu bahkan ia juga menunjukka oonselnya yang terdapat pesan singkat dari Bu Misya.
Penjaga itu tetap enggan membuka pintu, namun tiba tiba Bu Misya membri perintah agar membiarkan muridnya masuk.
"Silahkan.." ujarnya sedikit menundukkan wajajnya sat ia membukakan gerbang dan mobil yang di naiki Lana memasuki kediaman Bu Misya.
Lana segera turun dari mobil setelah Setya membukakan pintu untuknya.
"Kakak tunggu di sini saja!" perintah Lana, meski enggan dan khawatir jika Nonanya masuk sendirian ke rumah besar di hadaannya namun ia tak bisa menolak perintah Nona Mudanya.
"Baik Nona.." jawab Setya tetap berdiri di depan mobil dan memperhatikan Lana yang sudah masuk ke dalam rumah.
"Kamu sudah datang!" ujar Bu Misya menyambut Lana yang baru masuk di depan pintu sehingga Setya tak bisa melihat wanita yang menyambut Nonanya.
"Hmm." jawab Lana menganggukkan kepala dan tersenyum semanis serta seimut mungkin.
"Uhh, kmu imut sekali dek.." ujar Bu Misya mencubit hidung dan pipi Lana dengan gemas, sedang Lana sangat suka dan menikamati sentuhan lembut dari wanita canyik di hapannya yang ia panggil Bu Cantik saat di sekolah dan Kakak Canyik saat di luar sekolah..
Sejak dulu ia sangat ingin memiliki adik perempuan, tapi siapa sangka justru adik laki laki lah yang harus ia dapat apalagi adiknya itu sangat dingin dan sulit di ajak bicara sedangkan Mamahnya meninggal saat melahirkan adiknya. Belum tahu saja bagaiman sikap Lana jika tak berhadapan dengan dirinya.
"Kakak tinggal sendirian?" tanya Lana yang penasaran mengapa rumah Gurunya itu sangat sepi dan hanya terlihat Bu Misya serta pelayan dan penjafmga di depan saja.
"Ha ha, mana mungkin Kakak tinggal sendiri di rumah sebesar ini dek, bisa mati kesepian Kakak ya walaupun memang Kakak kesepian sih meskipun ada Papah dan adek laki laki Kakak." jawab Bu Misya, ia sangat nyaman bicara dengan gadis kecil di hadapannya.
"Ohhhh, terus Mamah Kakak mana?" tanya Lana yang masih penasaran
"Udah meninggal." jawab Bu Misya namun wajahnya tampak biasa saja.
"Maaf Kak.." ucap Lana tak enak hati
"Gk papa. Ayo masuk..." ajak Bu Misya saat mereka sudah sampai di depan kamarnya.
"Wahh, kamar Kakak indah banget.." puji Lana menatap setiap sudut ruangan kamar Bu Misya.
Mata Lana terhenti di suatu benda kecil seperti gantungan kunci namun terlihat indah di matanya, ia mengambilnya dan tersus menatapnya.
"Kamu suka Dek?" tanya Bu misya yang sejak tadi memperhatikan Lana dari tempatnya.
__ADS_1
"Eheh, gak Kak.." jawab Lana malu kemudian menaruh benda itu ke atas meja di samping tempat tidur yang besar.
"Kalo kamu mau ambil aja, itung itung jadiah dari Kakak.." ujar Bu Misya berjalan mendekati Lana dan mengambil kembali gantungan kunci yang sudah Lana letakan di atas meja kemudian memberikan benda itu pada Lana.
"Buat An?" tanya Lana meyakinkan
"Ya, buat An.." jawab Bu Misya, sontak Lana langsung memeluk Bu Misya dan mencium pipinya kemudian ia memasangkan benda itu di tasnya.
"Wah, cantiknya.." ujar Lana senang melohat gantunga kunci pemberian Kakak Cantiknya yang sudah terpasang di tasnya.
Bu Misya hanya tersenyum melihat tingkah gadis di hadapannya yang terlihat sangan manis dan menggemaskan.
Lana menghabiskan waktunya di rumah besar milik keluarga Bu Misya, bahkan tak jarang mereka berdua tertawa hingga terbahak bahak sampai terdengar di luar kamar Bu Misya jika ada yang lewat.
"Misya.." ucap seorang pria paruh baya yang mungkin usianya sudah enam puluh tahunan melewati kamar Bu Misya dan mendengar suara tawa.
"Tuan..." sapa kepala pelayan.
"Siapa yang datang menemui putriku?" tanya pria itu
"Itu anak muridnya Nona Misya.." jawab kepala pelayan.
"Kamu bisa pergi.." perintah Pria paruh baya itu yang tak lain adalah Papah Bu Misya. Ia tersenyum saat mendengar tawa anaknya yang sekarang sangat sulit untuk ia dengar setelah kepergian istrinya.
"Papah selalu berharap senyuman serta tawamu tetap ada Nak.." ujar Papah Bu Misya kemudian ia memutuskan kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Lana sudah sangat lama berada di kediaman Bu Misya, hingga hari yang semakin sore akhirnya ia. memutuskan untuk pulang meskipun Bu Misya merayunya agar menginap sajadan bisa. memperkenalkan hadis itu denga keluarganya.
"Kenapa gak nginep Dek?" tanya Bu Misya
"Gak bisa Kak, lain kali ya.." jawab Lana mencoba menolak dengan halus.
"Ya udah, kamu hati hati.."
"Ya Kak."
"Dah Kak..." Lana melambaikan tangannya pada Bu Misya yang berdiri di dekat pintu namun masih terhalangi oleh pintu lainnya. sehingga Setya tetap tak bisa melihat wanita yang sangat akrab dengan Nonanya.
"Dah, hati hati sayang.." balas Bu Misya juga melambaikan tangannya.
"Nari Nona!" Setya sudah membuka pintu mobil dan Lana segera masuk ke dalamnya kemudian Setya juga masuk ke dalam mobil dan mengendarai dengan oelan keluar dari gerbang besar kediaman Bu Misya barulah ia melajukannya dengan sedikit agak cepat membelah jalanan yang semakin ramai.
Up up up...
Sedang berusaha buat crazy up...
Jangan lupa buat likw sama kasih dukungannya ya temen temen semua...
__ADS_1
Makasih orang baik....
🙏🙏🙏