
Seperti biasa, Lana dan Rosa sedang makan di kantin tapi kali ini mereka bertambah satu orang dan sudah pasti itu adalah Crish kekasih Rosa yang baru saja terjalin bahkan belum ada sejam yang lalu.
"Aaaaa..." ujar Crish pada Rosa. saat ia hendak menyuapi mie ayam miliknya. Rosa malu malu namun tetap membuka mulutnya dan menerima suapan dari Crish
"Makasih..." ucap Rosa, wajahnya kian memerah
"Sama sama.." jawab Crish tsrsenyum bahagia dan mulai memakan mie ayam miliknya.
Lana mendengus kesal meliht tingkah kedua orang di hadapannya, seolah duni hanya milik mereka berdua saja sedangkan Lana kayak numpang hingga di acuhkan begitu saja.
"Ku rasa aku akan jadi obat nyamu bersama kalian berdua!" ujar Lana pelan tanpa menoleh sedikitpun dan tetap fokus pada baksonya yang yinggal sedikit lagi. Kedua orang di hadapan. Lana segera menoleh ke arahnya menatap sebentar kemudian tersenyum.
"An, terimakasih berkat dirimulah aku dan Rosa bisa bersama." ujar Crish tulus
"Hmmm." jawab Lana tepat dengan baksonya yang habis. Rosa mandang Crish dan Lana bergantian.
"Kenapa tatapanmu itu?" tanya Lana saat Rosa memandangnya
"Apa maksudnya?" Rosa justru berbalik bertanya.
Lana memejamkan matanya sedikit lama kemudian membukanya dan melirik pada Crish.
"An tahu jika aku menyukaimu Ros, makanya pas kamu maju, An mengusulkan namaku." jelas Crish, Rosa hanya manggut manggut tak menyangka jika sahabat dinginnya ini ternyata peka juga terhadapat perasaan orang lain.
"Aku gak nyangka kamu sepeka ini An!" ujar Rosa menatap sahabatnya.
"Ya tentu saja.." jawab Lana dengan wajah dinginnya, namun wajah itu justru membuat Rosa tersenyum dan malah mendekatinya dan memeluknya
"Eeeeh, apain ini!" ucap Lana kaget saat Rosa sudah memeluknya
"Makasih An sayang.." ujar Rosa mencium pipi Lana
"Hentikan itu, jika tidak aku akan memukulmu.." ancam Lana namun Rosa sama sekali tak menggubris ucapannya dan menciumnya sekali lagi lalu berlari kembali ke tempatnya semula di samling Crish yang juga terswnyum menatap Rosa dan Lana barusan.
__ADS_1
Lana menatap tajam pada Rosa yang baru saja merebut ciuman di pipinya, nmun yang di tatapan malah nyengir kayak gak ada dosa.
"Hahh, lain kali jika ingin mencium, cium saja. kekasihmu jangan aku.." ucap Lana, ia ingin marah tapi tak bisa saat melihat wajah imut Rosa dengan senyuman macam tadi. Wajah Rosa kembali memerah atas ucapan Lana padanya, sedangkan Crish makin tersenyum melihat kekasihnya nampak malu malu kucing...
"Bailk ke kelas.." ajak Crish mengulurkan tangannya pada Rosa yang segera menyambut uluran tangan kekasihnya itu
"An mau gabung!" ajak Rosa jug mengulurkan tangannya pada Lana yang malah memutar bola matanya malas dan berjalan lebih dulu meninggalkan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.
"An, tunggu..." ujar Rosa mengejar Lana sambit tetap bergandengan tangan dengan Crish...
Di pertengan jalan menuju kelas, tangan Rosa di pukul oleh gadis yang menyukai Cris hingga genggaman tangannya dengan Crish terlepas.
"Aww..." ringis Rosa merasa sakit di bagian pergelangannya. Crish nampak kesal dan hendak membalas perbuatan orang yang menyakiti pacarnya, namun saat melihat siapa. pelakunya ia hnya bisa mendengus kesal menatap tak suka pada gadis di hadapannya.
"Ups, maaf! makanya kalo jalan gak usah gandengan tangan kayak mau nyebrang aja.." ucap Gadis itu dengan senyuman liciknya.
"Kamu gak papa! sakit?" tanya Crish memeriksa pergelangan tangan Rosa yang sedikit agak merah.
"Gak sih, cuma sakit dikit kok.." jawab Rosa. Crish kembali menggandeng Rosa dan meninggalkan gadis yang sudah membuat tangan kekasih nya memerah, mereka berjalan mendekati Lana yang berdiri memperhatikan mereka sejak tadi namun ia masih tetap diam dengan tatapan tajam ia arahkan pada gadis yang terlihat kesal karena di acuhkan oleh Crish.
"Crish, ingat lah Papiku akan menghancurkanmu jika kau tak menerimaku.." ancamnya, membuat Ctish habis kesabaran. Gadis itu selalu mengancam dirinya jika Crish tak mengikuti apa yang ia katakan karena itulah sikap Crish selalu dingin pada gadis itu meskipun ia selalu bersamanya, namun tidak untuk kali ini karena sekarang ada Rosa di sampingnya.
"Berhentilah mengancamku Hana..." ucapnya berbalik dan menatap tak suka pada gadis yang ia panggil Hana.
"Tidak akan, selama kau masih bersamanya." jawab Hana, kini ia tengah teesenyum sinis memandang Rosa yang hanya diam saja.
Lana masih diam, ia ingin lihat sejauh apa berpuatan Hana pada Rosa juga Crish dan sekuat apa keluarga Hana hingga berani mengancam Crish.
"Berhentilah Hana, aku tak pernah menyukaimu dan sekarang aku memiliki Rosa yang aku cintai.." ujar Crish masih mencoba sabar dan memelankan suaranya, namun Hana justru tampak marah dengan jawaban Crish.
"Aku pasti akan menghancurkan kalian berdua.." ancamnnya lagi kemudian berlalu meninggalkan Crish dan yang lain di sana.
"Maaf..." ujar Crish menatap pergelangan tangan Rosa yang masih merah dan agak kebiruan.
__ADS_1
"Aku gak papa Crish.." jawab Rosa
"Kita kembali ke kelas.." Ajak Lana kembali berjalan mendahului mereka berdua yang segera mengikuti langkahnya.
Mereka sampai di kelas dan kembali duduk di tempat masing masing. Tidak ada pelajaran yang berarti hari ini karena masih awal setelah liburan, dan jam pulangpun tiba meeeka semua bergegas kembali ke rumah masing masing.
"Dah An, hati hati..." ucap Rosa di sampingnya ada Crish. Lana hanya tersenyum tipis dan segera masuk ke dalam mobilnya. Rosa dan Crish pun berpisah setelah Rosa masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan halaman sekolah begitupun Crish mobilnya sudah semakin menjauh dari halaman sekolah.
"Kak, tolong suruh anak buah Kakak untuk mengawasi keluarga mereka dan juga berikan kedua temanku pengawal dan melindungi merek dari jauh." perintah Lana. Setya agak heran dengan oerintah Bona Mudanya namun ia segera melaksanakan perintah Lana
"Baik Nona, saya akan mencari tahu tentang keluarga mereka." jawab Setya kemudian ia melajukan mobilnya menuju apartemen.
"Dan cari tahu latar belakang Hana Barsan!" Setya kembali mengangguk menyanggupi perintah Lana
"Baik Nona.." jawab Setya matanya melirik Lana yang nampak fokus dari kaca di atas kepalanya.
("Ada apa dengan Nona? apa ada yang mengganggu kedua temannya?") batin Setya
Mobil yang di kendarai Setya telah sampai di apartemen, Lana segera turun dan masuk ke dalam apartemen untuk beristirahat.
"Kak, segera laksanakan apa yang aku minta tadi, dan ya pastikan kedua temanku baik baik saja mulai besok juga keluarga mereka. Paham.." ujar Lana kali ini ia menatap Setya sebagai Nona Muda meskipun panggilannya tetap sama.
"Baik Nona.." jawab Setya sedikit menundukkan kepalanya memberi hormat sampai Lana masuk ke dalam apartemenya dan menghilang dari balik pintu yang ia tutup rapat.
Setya segera menghubungi anak buah kepercayaannya dan memerintahkan mereka untuk menjaga kedua orang sahabat Nona Mudanya, juga beberapa orang untuk mengawasi kediaman kedua sahabat Lana dari kejauhan.
"Entah apa yang terjadi, tapi aku merasa jika Nona sedang melindungi sahabatnya." gumam Setya saat ia sudah berada di dalam mobil dan membawanya menuju Perusahaan Doni.
Lanjut Up mbak Lana yang peka dan perhatian banget sama sahabatnya...
Makasih loh sama kalian yang masih setia ama karyaku ini, jangan sungkan buat kasih like sama dukungannya ya...
Makasih orang baik....
__ADS_1
🙏🙏🙏