
Lana sudah bersiap dengan seragam sekolahnya, dia terlihat sangat cantik dan semakin mempesona.
"Bagaimana?" tanya Lana pada Om Doni saat mereka sedang sarapan bersama sambil memutar badannya di hadapan Omnya.
"Cantik.." jawab Doni, terdengar terpaksa memang tapi dalam hatinya ia sangat memuji Lana.
Lana sengaja mengingat sebagian rambutnya dengan poni di depan di tambah satu jepit kecil yang ia letakkan di dekat ikatan rambutnya menambah aura kecantikannya semakin memancar.
"Emang.." jawab Lana kemudia duduk di kursi dan memakan sarapannya dengan lahap dan cepat.
"Pelan pelan Lana!" Doni menasihati keponaknnya yang terlihat terburu buru.
"Selesai..." Lana tak menggubtis ucapan Doni dan tetap makan hingga makanan di piringnya habis.
"Kau sangat bersemangat hati ini ya!" ucap Doni dengan nada bertanya
"Ya tentu, hari ini aku akan sekolah bukan dan Om pasti tahu jika. aku sangat mengahumi Kak Setya yang tampan.." jelas Lana, ia tahu jika Om akan cemburu jika ia memuji orang lain di depannya.
"Ku rasa aku lebih tampan darinya!" nada ketus Doni terdengar jelas di telinga Lana yang mencoba menahan tawanya.
"Ya memang, hanya saja..." Lana memperhatikan wajah Doni yang terlihat kesal karena keponakannya itu sedang memuji orang lain di hadapannya.
"Ah sudahlah, aku tak ingin berdebat dengan Om hari ini karena aku ssdang bahagia.." ucap Lana bahagia.
"Selamat pagi Tuan Nona Muda..." sapa Setya yang baru datang dan menghampiri mereka berdua dengan senyum yang ia tunjukka pada Lana membiat Doni semakin merasa tak nyaman.
"Kak Setya udah dateng, kita berangkat sekarang aja yok?" ajak Lana segera beranjak dari tempatnya dan berdiri di samping Setya
"Tuan..." Setya meminta persetujuan Tuannya sekaligus pemimpin.
"hmm.." ucap Doni dengan tatapan yang ia alihkan ke tempat lain.
"Ayo Kak..." Lana sangat manja, bahkan Setyapun tak mengerti dengan sikap Nona Mudanya itu meskipun ia juga sangat bahagia. Doni jangan di tanya, ia sudah sangat kesal menatap kepergian Lana juga pengikut paling setia dan juga termuda.
Mereka sudah berada di luar apartemen, Lana kembali dengan sikap biasanya pada Setya yang semakin di buat bingung oleh Lana.
"Maaf Nona ada apa?" tanya Setya saat mereka sudah di dalam mobil
"Tidak ada, kita jalan sekarang!" ucap Lana datar tanpa senyuman.
"Baik.." Setya melajukan mobilnya menuju sekolah. Setengah jam mereka sampai di sekolah yang sebelumnya sudah Setya tunjukkan pada Lana.
"Nona saya akan menunggu di sini.." Setya tak mengantar Lana masuk ia hanya akan menunggu Nona Mudanya itu di mobil.
"Hmm, Lana masuk Kak.." ucap Lana, ia segera memasuki gedung yang megah di hadapannya.
"Nona..." panggil Setya saat Lana baru melangkah.
"Ingat, An..." Lana hanya mengangguk mengerti kemudian melanjutkan langkahnya hingga benar benar menghilang dari pandangan Setya yang segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Hei lihat siapa dia?" ucap Siswa laki laki dengan teman di sebelahnya.
"Entah, tapi sepertinya ia memakai seragam yang sama itu berarti dia juga sekolah di sini!" jawab teman di samping laki laki tadi.
"Benar, dia siswa baru di sini anak kelas sebelas.." seorang siswi datang dari arah belakang mereka kemudian berjalan mendekati Lana yang berjalan ke arah mereka karena akan mencari ruang guru.
"Kau Nona An?" tanya gadis tadi saat ia sudah di hadapan Lana yang berhenti ketika di hadapannya ada seorang siswi. Lana hanya menganghuk dengan ekspresi datarnya.
"Aku Rossa, ikut aku kita ke ruang guru.." Gadis bernama Rossa berjalan di depan Lana dengan kedua tangannya di lipat depan dada. Lana hanya mengikuti langkah orang di hadapannya.
"Masuklah..." Rossi berhenti di salah satu ruangan dan menyuruh Lana masuk ke dalam. Lana menoleh sekilas ke arah Rossi kemudian masuk ke dalam setelah ia mengetuk pintu dan terdengar suara yang menyuruhnya masuk.
"Nona An?" tanya Pria paruh baya di hadapan Lana
"Iya.." jawab Lana saat ia sudah berada di hadapan orang itu
"Duduklah, setelah pekerjaanku selesai kita akan ke kelasmu!" ucap orang di hadapan Lana dengan mata yang sedang sibuk melihat berkas kemudian ia tanda tangani.
"Ok selesai, kita pergi sekarang." Lana hanya mengangguk dan mengikuti langkah guru yang akan membawanya ke kelas. Hingga mereka berhenti di salah satu kelas cukup ramai sedang belajar.
"Buk Martha..." panggil orang yang bersama Lana
"Ya..." Guru wanita yang di panggil Martha itupun menoleh dan segera mendekati mereka.
"Ini murid baru, Nona Muda An mulai hari ini dia akan masuk kelas ini..."
"Anak anak perkenalkan ini Nona Muda An, Ibu harap kalian bisa berteman baik..." Bu Martha memerkenal Lana pada siswanya yang lain.
"Wey, itukan cewek tadi yang kita lihat! rupanya dia sekelas dengan kita.." ucap pria yang tadi melihat Lana
"Iya wey..." jawab teman sebangkunya. Lana terus berjalan mencari bangku kosong, namun tak dapat karena sudah terisi penuh sampai suara siswi memanggilnya..
"Nona An!" gadis itu sedikit berteriak saat memanggil Lana karena jarak mereka memang agak jauh. Lana menoleh ke sumber suara dan mendapati jika Rossa lah yang memanghil dirinya.
"Kemari.." ucap Rossa menepuk bangku kosong di sebelahnya. Lana segera berjelan mendekati Rossa dan duduk di sana.
"Kita bertemu lagi.." ujar Rossa dengan senyuman termanisnya. Lana hanya mengangguk kecil dan tersenyum tipis. Mereka kembali fokus pada Bu Martha yang sedang menjelaskan pelajaran hari ini.
"Baik ada pertanyaan?" tanya Bu Martha pada muridnya.
"An kau sudah mengerti dengan yang Ibu jelaskan tadi?" tanya Bu Martha pada Lana yang terlihat santai dengan wajah dinginnya. Seperti biasa Lana hanya mengangguk, siapa sangka karena itu ia di surih maju ke depan dan mengerjakan soal di hadapannya serta ia harus menjelaskan segalanya. Dengan santai Lana maju.
"Yang ini?" tanya Lana pada Bu Martha saat ia sudah berdiri di depan papan tulis.
"Iya..." jawab Bu Martha memperhatikan Lana. Semua murid menatap ke arahnya, ada yang menggosipinya sebagai murid dingin tanpa senyum ada juga yang iri karena melihat Lana yang lebih cantik darinya, berarti yang gosip cewek cewek yang kalah saing, ada juga yang sejak awal memang sangat mengagumi dan menyukai Lana karena kecantikannya, anak cowok nih pasti..
Lana menegrjakan soal itu dengan mudah, bahkan ia hanya membutuhkan waktu sepuluh detik untuk menyelesaikannya kemudian ia menjelaskannya pada teman sekelas lantang dengan wajah yang tetap dingin.
"Bagus, meski baru tapi kamu bisa mengerjakan bahkan menjelaskannya dengan sempurna.." puji Bu Martha. Semua murid di buat bungkam dan kagum akan Lana, baru hari pertama sudah membuat ia tenar di kelasnya.
__ADS_1
Jam pelajara selesai, Lana masih duduk di kursi sambil membereskan buku bukunya.
"Mau ke kantin?" tanya Rossa yang sudqh beranjak dari tempatnya
"Hm.." jawab Lana. Merwka melangkah bersam menuju kantin.
"Kamu hebat Lana bisa ngerjain soal dari Bu Martha, bahkan aku bisa lebih paham setelah kamu yang jelasin di depan." terang Rossa saat mereka sudah duduk di kursi kantin sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Selamat menikmati.." Pesanan merekapun datang.
Lana hanya tersenyum tipis, kemudian mereka makan dengan lahap.
Saat sedang asik makan, Lana dan Rossa di ganggu oleh sekumpulan gadis yang terkenal di sekolah itu karena kecantikan mereka dan kekejaman mereka saat membully murid baru. Mereka beranggotakan lima orang, tiga wanita dan dua pria.
"Kau An bukan?" tanya salah seorang dari mereka.
Lana dam Rossa menoleh ke arah mereka, Rossa berdiri dan hendak mengusir mereka namun ucapannya sama sekali tak di gubris oleh kelima orabg di hadapannya. Lana ia sama sekali tak mefeapon, bahkan ia masih melanjutkan makannya dengan santai membuat kelima orang itu menjadi jengkel karena di abaikan.
"Beraninya kau mengabaikan ketua kami hah..!" bentak salah satu dari mereka lagi. Rupanya yang bicara pertama adalah ketua mereka dan sisanya adalah pionnya.
Lana hanya tersenyum sinis, namun tak menoleh ke arah mereka sama sekali sedang Rossa jangan di tanya ia sudah memasang wajah kesal dengan sikap kelima orang di depannya.
"Kalian jangan pernah mengganggu temanku ya!" ujar Rossa namun kelima orang di hadapannya justru memertawakan dirinya. Lana masih diam ia ingin lihat sejauh mana orang orang itu akan bertindak.
"Gadis ini punya teman rupanya!" ejek wanita kerua geng lima orang itu.
"Kau..." Rossa naik pitam ia sangat marah, meskioun ucapan mereka benar. Lana berdiri dari duduknya dan menatap satu per satu dari mereka kwmudian matanya menatap ke arah wanita yng berdiri paling depan.
"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Lana tanpa basa basi. Wanita yang berdiri tepat di hadapan Lana tersenyum simpul saat mendengar pertanyaan Lana
"Bergabung dengan kami dan jadilah salah satu pionku!" jelas wanita itu dengan sombong. Lana tersenyum sinis menatap tajam ke arah wanita itu.
"Jika aku tidak mau apa yang akan kalian lakukan?" tanya Lana lagi masih dengan wajahnya yang dingin..
"Jika tidak, kau akan merasakan akibatnya!" ancamnya dengan menatap Lana tajam, namun Lana justru tersenyum dengan tatapannya membuat wanita di hadapannya menjadi kesal.
"Kau..." ucapnya hendak menampar Lana namun dengan cepat di tangkap oleh Lana dan di hempaskannya dengan kasar.
"Tunggu pembalasan kami.." ucapnya kemudian beranjak dari hadapan Lana dan Rossa dengan kesal, kemudian di ikuti bawahannya.
Setelah itu Lana dan Rossa kembali ke kelas mereka dan mengikuti pelajaran selanjutnya hingga selesai.
Lanjut up Mbak Lana....
Makasih yang dah mampir baca ya, jangan lupa like sama dukungannya....
Makasih orqng baik....
🙏🙏🙏
__ADS_1