
Satu bulan sudah terlewati dan tinggal dua bulan lagi acara pernikahan antara Lana dan Doni akan segera di laksanakan. Lana masih menikmati masa berpacaran bersama Doni yang kini semakin posesif padanya, namun itu justru semakin membuat Lana mencintai pria dewasa yang sudah menemaninya sejak kematian orang tuanya, meskipun terkadang ia juga merasa kesal sebab selaku di ikuti calon suaminya kemanapun ia pergi, dan begitupun dengan Doni yang tak perna melepaskan pengawasannya terhadap Lana.
"Aku kan cuma mau jalan jalan aja sama Rosa, masa. kamu juga ikut sih..." ucap Lana melas sebab ia sudah ada janji dengan sahabatnya Rosa untuk jalan jalan ke Mall bersama.
"Gak bisa pokoknya aku harus ikut, kalo gak ya gak boleh!" tegas Doni tetap pada keputusannya. Lana mencebikkan bibir ranumnya ia sungguh kesal denganncalon suaminya ini.
"Terserah lah.." pasrah Lana, ia tak bjsa lagi menolak sebab jika terus berdebat dengan pria itu justru akan semakin panjang dan ujung ujung kalo gak jadi pergi ya bakalan tetap ikut.
Lana hanya diam saja sepanjang perjalanan, ia juga sudah mengabari Rosa jika Doni akan ikut karena tak mau melepaskan barang sehari saja, dan untunglah Rosa bisa mengerti. Berdeda dengan Lana, Doni justru tersenyum penuh kemanagan karena bisa ikut menemani calon istrinya walau harus dengan perdebatan kecil.
"Udah gak usah ngambek! nanti kamu boleh belanja apa aja sesuka kamu deh..." rayu Doni hendak mendekatkan dirinya pada Lana, namun dengan cepat gadis itu semakin menggeserkan tubuhnya merapat ke jendela mobil agar menjauh dari Doni.
Doni tak melanjutkan pergerakan ia tahu jika gadis kecilnya sedang ngambek, jadi takkan bis ia rayu sekarang. Doni kembali pada posisi semulanya.
Hening hingga mobil yang mereka naiki tiba di salah satu Mall ternama di kota itu. Lana turun lebih dulu dari sisinya padahal Doni sudah membukakan pintu mobil untuknya. Doni hanya menggelengkan kepala dan kembali menutup pintu mobil oelan kemudian mengikuti langkah Lana yang sudah lebih dulu masuk kendalam Mall mencati keberadaan Rosa sahabatnya.
"An..." teriak Rosa yang berdiri tak jauh dari pintu masuk, ia melambaikan tangan pada Lana yang tersenyum ke arahnya setelah mendengar panggilannya dan melihatnya.
Lana segera berjalan mendekati Rosa tanpa menunggu Doni terlebih dahulu, ia masih kesal dengan pria dewasa ity membuat moodnya benar benar rusak.
"Loh mana Om Doni! katanya mau ikut?" tanya Rosa karena ia tak melihat Doni di sana. Lana hanya mebggelengkan kepalanya saja bibirnya kembali manyun sebab teringat akan perdebatan mereka sebelum datang ke sana.
"Sudah sudah, gimana kalo kita kerjain aja Om Doni!" usul Rosa sedikit berbisi sebab ia sudah melihat Doni yang sedang berjalan ke arah mereka
Lana tersenyum miring setelah ia mendengar usulan Rosa. Tentu saja ia akan setuju karena Doni sudah membuat moodnya kacau hari ini.
Lana tak lagi menunjukkan wajah kusutnya, ia terus tersenyum pada Rosa dan mengabaikan Doni yang kini sudah berada di tengah tengah gadis remaja.
"Kali...." ucapan Doni terpotong karena Lana juga Rosa yang tiba tiba saja pergi meninggalkan dirinya begitu saja. Doni segera menyusul keduanya dan mengikuti kemanapun mereka pergi.
__ADS_1
Hampir satu jam sudah Doni mengikuti langkah Lana juga Rosa yang terus saja mengitari Mall namun tak kunjung membeli apapun di sana membuatnya bosan juga lelah.
'Ah! aku jadi menyesal ikut ke sini, tapi kalo gak ikut takut nanti calon istri di culik laki laki mata keranjang...' batin Doni menatap punggung Lana yang masih berjalan beriringan dengan Rosa di depannya.
'Aku merasa seperti bodygart saja, menemani Nona Mudanya yang sedang belanja.' lanjutnya, ia menggelengkan kepalanya pelan.
Lana dan Rosa berhenti di tempat pakaian dalam wanita, mereka masuk dan mulai melihat lihat semua yang ada di sana. Tanpa malu Lana mengangkat segi tiga yang memiliki renda di segala sisinya ke arah Rosa yang juga mengangkat kaca mata berukuran besar ke arah Lana, keduanya sama sama tertawa dan kembali melihat yang lainnya. Beda dengan Doni yang wajahnya justru memarah karena malu, sebab ia juga sudah masuk ke sana karena tak tahu jika itu adalah tempat khusus barang wanita terutama pakaian dalam.
'Aishh, sial aku malah ikut masuk dan lihat sekarang jadi pusat perhatian ibu ibu...' Doni kembali membatin, menyesal sudah terlambat ia hanya bisa pasrah dan terus mengikuti langkah kedua irang di depannya yang masih berjalan jalan, sesekali mereka nampak saling menunjukkan barang khas wanita yang semakin membuatnya malu saja.
Lana dan Rosa tersenyum puas saat melihat wajah merah Doni karena menahan malu, mereka sengaja melakukan itu karena tahu pria seperi Doni yang dingin pasti akan sangat merasa malu dan benar saja Doni sudah hampir sampai di batas rasa malunya.
Doni akhirnya memilih keluar dari sana setelah ia mengatakan pada Lana yang hanya mengangguk tanpa senyuman sedikitpun. Enggan ia meninggalkan gadisnya di sana, akan tetapi rasa malunya sudah lwbih mendominan hingga ia tetap memilih pergi dan membiarkan Lana bersama Rosa bersenang senang berdua.
"Yes..." teriak keduanya setelah melihat keergian Doni yang sudah keluar dari Mall.
"Ya...." jawab Lana malas. Keduanya pun kembali mengitari Mall dengan tawa renyah karena masih membicarakan Doni.
Satu jam berikutnya, Lana sudah kembali ke mobil dengan membawa banyak barang di kedua tangannya bahkan senyumannya tak pernah luntur dari bibir ranum nan indah nya.
Doni hanya menatap malas pada Lana yang sudah masuk ke dalam mobil, ia mulai curiga jika sejak tadi ia sedang di permainkan oleh kedua gadis remaja itu.
'Tunggu saja pembalasanku nanti!' batin Doni mengalihkan pandangannya dari Lana yang sama sekali tak memperdulikan kehadirannya di sana.
Sesampainya di kediaman Angkara, Lana segera turun dan semua barang yang ia beli di bawa masuk oleh bodygart yang ada di sana. Donipun segera turun setelah sejak tadi selalu di abaikan gadisnya ia menyusul Lana yang sudah masuk lebih dulu dan duduk di sofa menunggu semua barangnya yang masih berada di tangan para bodygartnya.
"Letakkan di sini saja!" perintah Lana dan segera di laksanakan oleh kedua bodygart yang membawa barang belanjaan Lana setelahnya mereka berdua kembali ke luar.
Lana dengan antusiasnya mulai membuka semua barang yang baru saja ia beli, jarang jarang gadis itu belanja biasanya juga selalu malas jika di ajak ke Mall oleh Rosa atau bahkan Doni sekalipun.
__ADS_1
"Cantiknyaaa..." ucap Lana senang, sejak di Mall dan Doni yang terus mengikutinya di belakang Lana memang audah mengincar dress berwarna ungu muda itu namun ia urungkan sebab ingin mengerjai Doni lebih dulu, tapi siapa sangka jika dress itu masih terpajang dengan indah di tempatnya hingga Lana segera membelinya.
Lana terus membuka belanjaannya dengan senyum yang terus mereka di bibirnya, sedang Doni hanya memperhatikan Lana dengan wajah dingin dan datarnya akan tetapi Lana sama. sekali tak memperdulikan hal itu dan tetap sibuk dengan semua barangnya yang sudah ia buka semua bahkan berceceran di mana mana.
"Ah, senangnya bisa belanja seharian sama Rosa.." ujar Lana, ia sedang memanas manasi Doni yang semakin memandangnya kesal.
"Hanya Rosa?" tanya Doni menyipitkan matanya menatap Lana yang langsung menoleh ke arahnya.
"Yalah, kan kamu balik ke mobil tadi..." jawab Lana dengan wajah polosnya membuat Doni geram dan semakin kesal saja.
"Ck! kalian pasti mengerjaiku kan!" ucap Doni menatap tajam ke arah Lana yang hanya mengedikkan bahunya sambil mengalihkan pandangannya ke arah langit langit di ruang tamu.
Doni membuang muka, ia sangat kesal sekarang karena kembali di acuhkan Lana yang malah memejamkan mata tanpa berniat meminta maaf padanya..
Tanpa Doni sadari Lana sedang meliriknya lewat ekor matanya, dan Lana bisa melihat dengan jelas wajah kesal calon suaminya itu. Lana menyunggingkan senyum tipis, sangat tipis hingga tak ada yang tahu jika ia sedang tersenyum.
"Aku lelah, mau istirahat dulu..." ucap Lana beranjak dari tempatnya dan berjalan meninggalkan Doni yang menatapnya penuh kekesalan. Lana agak berjalan cepat ke arah kamarnya karena tak ingin sampai Doni menyusulnya karena ia tahu jika pria itu sedang kesal maka bibirnya lah yng akan jadi korban pelampiasan kekesalannya dan Lana masih ingin mengerjai Doni setidaknya sampai besoklah.
Lana segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam, tak lupa sebelum masuk ia menyuruh para pelayannya untuk membawa semua barangnya yang masih berserakan di ruang tamu agar di cuci terlebih dahulu.
Doni yang hendak menyusul Lana teehenti karena Setya tiba tiba saja memanggilnya dan membisikkan sesuatu membuat Doni melebarkan matanya dengan wajah terkejutnya. Doni tak jadi menyusul Lana dan memilih pergi bersama Setya tanpa pamit dari Lana lebih dahulu.
Lana masih setia di kamarnya dan belum berencana untuk keluar dari sana, bahkan ia memilih untuk makan malam di kamar saja dan setelahnya ia langsung tidur tanpa tahu keberadaan Doni yang sejak siang tadi sudah pergi bersama dengan Setya entah kemana.
Lanjut up...
Makasih ya orang baik....
😊🙏🙏
__ADS_1