
Setiap haru selalu saja aja yang mengganggu ketenangan Lana juga teman satu satunya Rosa.
"Kau tak pernag takit rupanya An!" ucap Rosa saat mereka baru kembali dari kantin.
"Untuk apa? lagi pula aku tak pernah merasa mengganggu mereka bukan!" jawab Lana dengan santainya. Rosa hanya menggelengkan kepalanya melikat sikap Lana yang sebagai anak baru. bakhan ia belum satu bulan sekolah tapi sudah hampir Kakak kelasnya yang ia lawan.
Lana tak akan bertindak jika ia tak di ganggu, namun jika sedikit saja di ganggu maka jangan salahkan jika ia melakukan hal yang lebih buruk dari lawannya.
"Kau ini..." Mereka sudah sampai di kelas dan selang beberapa detik guru yang terkenal akan kebengisannya saat mengajar dan menghukumpun masuk.
"Selamat pagi..." ucap Guru pria tak terlalu tapi juga tak lagi muda.
"Pagi Pak Hot.." ya begitulah murid murid memanggilnya.
"Keluarkan buku kalian, dan kumpulkan tugas minggu lalu.." ucapnya tegas menatap tajam pada murid muridnya yang segera mengeluarkan buku tugas dan mengumpulkannya pada Pak Hot kecuali Lana.
"Kamu.." panggil Paka Hot menatap ke arah Lana yang hanya diam.
"Mana tugasmu?" tanya Pak Hot
"Dia siswa baru Pak.." ujar salah satu siswa yang menyukai Lana sejak awal ia masuk
"Maju..." perintahnya, Lana maju atas perintah gurunya itu namun tak sedikitpun ia merasa takut atau gelisah. Berbeda dengan Rosa, ia lupa memberi tahu pada teman barunya itu jika hari ini ada pelajaran Pak Hot yang terkenal kejam.
"Tidak ada alasan kamu siswa baru, sekarang saya akan memberikan kamu hukuman.." bentak Pak Hot, namun tak di hiraukan Lana ia masih dengan santai berdiri di samping Pak Hot dan menunggu hukumannya.
"Lerjakan semua soal Fisika ini, saya mau setengah jam lagi di kumpul sebelum jam pelajaran selesai. Paham.." perintahnya dengan nada cukup tinggi.
"Baik..." jawab Lana mengambil kertas dari tangan Pak Hot kemudian kembali ke kirsinya dan mengerhakan tugasnya.
"Tak butuh waktu yang lma bagi Lan hanya untuk mengerjakan soal soal itu, ia mampu menyelesaikannya bahkan lima belas menit sebelum waktunya habis dan mengumpulkannya ke hadapan Pak Hot yang kaget.
"Sudah?" tanyanya tak percaya jika siswa baru bisa mengerjakan soal yang di berikannya secepat itu.
__ADS_1
"Ya, jika belum aku tak mungkin mengumpulkannya." jawab Lana segera kembali ke kursinya.
"Hebat kamu An!" puji Rosa dengan tersenyum cerah ke arah Lana, jujur ia sangat lega karena tak sulit bagi Lana untuk mengerjakan soal seperti tadi, tapi jika dia yang di beri mungkin butuh satu hari untuk bisa memahaminya.
"Terlalu mudah.." jawab Lana pelan namun bisa di dengar oleh semua siswa yang langsung menatap ke arah nya tak percaya dengan apa yang ia katakan.
"Sempurna..." kaget Pak Hit saat memeriksa jawaban Lana di kertas soal yang ia berikan tadi.
"An..." panggil Pak Hot. Lana segera berdiri dan berjalan maju ke depan lagi.
"Ada yang salah?" tanya Lana namun ia tahu jika jawabannya tidak mungkin ada yang salah..
"Tidak, ini terlalu sempurna." jawab Pak Hot berdiri ia memuji kepintaran Lana yang di atas rata rata. Semua siswa lagi lagi di buat tercengang dengan apa yang mereka lihat dan dengar.
"Tidak mungkin!" ujar salah satu siswi cantik di hadapan Lana yang menatapnya iri dan tak suka.
"Terimakasih, saya boleh kembali Pak.." jawab Lana, ia segera kembali ke tempatnya setelah mendapat izin dari Pak Hot yang selalu tersenyum bangga pada salah satu muridnya hingga jam pelajaran usai.
"Berhenti mengatakan itu Ros, bosan rasanya.." ujar Lana saat mereka sudah keluar dari gedubg sekolah yang bertingkat..
"He he he.." Rosa hanya cengengesan. Rosa tahu jika Lana bukan tipe orang yang suka di puji, justru ia akan merasa bosan dan tak suka jika kata kata pujian selalu di berikan padanya.
"Aku duluan.." ucap Lana saat mereka sudah sampai di parkiran dan Setya sudah membukakan pintu mobil untuk Lana.
"Hmm, dah..." ucap Rosa melambaikan tangannya saat mobil yang di naiki Lana sudah meluncur ke arah jalanan. Iapun segera masuk ke dalam mobilnya juga setelah pintu mobil di buka oleh supirnya dan menuju pulang.
Lana tak langsung pulang ke Apartemen, ia masih harus mengikuti les di tempat lain.
"Silahkan Nona.." ucap Setya membuka pintu untuk Lana yang segera keluar dan berjalan menuju ruangan Lesnya.
"Eh, itu si genius kelas kita udah dateng brey.." ucap salah satu pria yang satu kelas dengan Lana.
"Ya..." jawab Pria di sampingnya dan hanya menoleh sekilas ke arah Lana yang sudah duduk di tempatnya sambil membaca buku Novel di tangannya yang ia bawal setiap hari. Ya, Lana sangat suka membaca Novel, entah itu tentang percintaan, horror atau apapun dan akan selalu ia bawak hingg ia menyelesaikan bacaannya dan mengganti saat sudah ia baca semua.
__ADS_1
"Lihat, dia memang sangat rajin dan cantik ya.." puji pria tadi sambil terus menatap Lana yang tetap fokus dengan bacaannya.
"Dia bukan baca buku pelajaran tapi Novel b*go." ujar salah satu siswi yang merasa iri dengan kepintaran dan terutama kecantikan yang di miliki Lana.
"Ah, bilang aja kamu iri kan karena sekarang ada yang bisa nyaingin kamu selain Diego..." jawabnya ketus ke arah siswi cantik di depannya.
"Jika masih ingin berisik pindah ke tempat lain.." ucap pria di samping pria yang terus bicara dengan mata yang tetap fokus dengan buku yang ia baca.
"Ya.." jawabnya
"Tapi ku rasa kalian berdua sangat cocok!" lanjutnya menatap Lana sekilas kemudian beralih menatap pria yang mengernyitkan dahinya mendengar perkataan teman sebangkunya itu.
"Tuan Muda Diego dan Nona Muda An.." ucapnya dengan wajah yang tampak berfikir.
"Sangat sangat serasi sekali..." Pria yang di panggil Diego itupun menoleh ke arah pria di sampingnya yabg tersenyum, kemudian matanya beralih menatap gadis dingin yang tak pernah menunjukkan senyuman pada siapapun sama persis dengan yang ia lakukan.
"Tidak sama sekali.." jawabnya ketus kembali menatap buku yang ia pegang, namun tak lagi ia baca melainkan kini fikarannya sedang berkeliaran memikirkan perkataan Pria di sampingnya yang sudah cemberut karena mendapat jawaban ketus darinya.
"Di tawari gadis cantik tak mau! Dasar Es Beku.." lirihnya memperbaiki posisi duduknya. Diego tak lagi menggubtis ucapan pria itu, kini sesekali ia melirik ke arah Lana yang tetap fokus dengan buku Novel yang ia baca bahkan Diego bisa melihat senyuman tipis Lana saat membaca buku di tangannya.
"Dengan buku dia bisa tersenyum, tapi saat berhadapan dengan manusia sangat kaku dan dingin.." ucap Diego pelan memandang Lana yang sedang tersenyum tipis.
"Hah, kau mengatakan sesuatu Diego?" tanya pria di sampingnya saat mendengar Diego yang berucap namun tak jelas di pendengarannya.
"Tidak..." jawab Diego kembali ketus sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela menampakkan jalanan yang ramai.
Lana oh Lana....
Makasih yang dah mampir baca say, jangan lupa like sama komenan nya yak, biar Author juga makin semangat di era sulit sinyal ini...
Makasih orang baik.....
🙏🙏🙏
__ADS_1