
Ujian akhir, Lana hany butuh waktu kurang dari setengah jam untuk mengerjakan soal ujian yang di berikan adanya.
"Sudah An?" tanya Bu Misya, Lana tersenyym manis seperti biasanya walaupun sedikit ada paksaan di senyumannya kali ini.
"Baiklah, kamu bjsa pulang lebih awal!" ujar Bu Misya juga tersenyum hangat seperti biasanya tanpa ada rasa curiga sedikitpun pada Lana.
'Maaf, tapi hari ini akan menjadi hari terakhir bagi Tante bertemu dengan Kakek si alan itu!' gumam Lana saat ia sudah keluar dari pintu dan sedikit menolehkan kepalanya agar bisa melihat Bu Misya yang ternyata adalah Tantenya.
Lana sudah keluar dari gedung sekolah yang lebih dari satu tahun ia belajar di sana, meskipun tak ada satu pun mata pelajaran yang ia dapatkan karena semuanya sudah ia kuasai.
"Selamat tinggal kebohongan!" gumam Lana ia menatap ke gedung di hadapannya, ada senyuman di bibirnya juga setetes air mata yang jatuh dan sengaja ia biarkan.
"Nona! Anda kenapa?" tanya Arin saat ia melihat Nonanya menangis namun juga tersenyum sambil menatap gedung sekolah di hadapan mereka.
"Tidak Kak, aku hanya ingin melihat tempat di mana aku mendapat teman yang tak pernah ku sangka, bahkan kami bisa menjadi sahabat baik." jawab Lana, ia kembali tersenyum dan melihat Rosa dan Crish yang juga baru keluar dari gedung sekolah dan menghampiri Lana yang memang sengaja menunggu mereka berdua.
"Benar Nona!" ujar Arin juga menatap ke arah dua orang yang sedang berjalan ke arah mereka dengan senyum cerah.
"An.." langgil Rosa sambil melambaikn tangannya ke arah Lana yang hanya tersenyum
"Kau selalu bisa mengerjakan semuanya dengan cepat An!" ucap Crish..
"Ya, itu sangat mudah!" jawab Lana santai, Crish dan Rosa hanya berdecak mendengar jawaban Lana.
"Baiklah, setelah ini kau akan ke mana?" tanya Crish menatap Lana yang terdiam sesaat memikirkan sesuatu.
"Menyelesaikan sesuatu yang seharusnya sudah sejak lama aku selesaikan!" jawab Lana seolah memberi teka teki pada kedua sahabatnya yang langsung menunjukan wajah bingung.
"Aku gak ngerti An!" ungkap Rosa dengan wajh bodoh.
__ADS_1
"Gak perlu kalian paham, cukup kalian tahu jika aku harus pergi dan mungkin akan sangat sulit untuk kita bisa bertemu lagi." jawab Lana, tatapananya begitu serius mengarah pada Rosa sahabat baiknya selama ini. Keadaan hening, Rosa dan Crish seperti sedang berfikir dan mencerna ucapan Lana yang tiba tiba maju dan memeluk Rosa cukup lama.
"An!" lirih Rosa yang terkejut atas sikap Sahabatnya yang sejak mereka kenal tak pernah sekalipun memeluknya.
"Dengar! apapun yang terjadi aku akan jadi sahabatmu, dan kau hanya akan menjadi sahabatku!" ucap Lana, sungguh ia merasa aneh dan tiba tiba sangat ingin memeluk sahabatnya itu.
"Um, kita akan selalu bersahabat." jawab Rosa membalas pelukan Lana. Crish yang sejak tadi diam kini ia mengerutkan keningnya, ia merasa ada sesuatu yang sedang Lana sembunyikan dari mereka berdua.
"Baiklah, aku pergi. Kalian hati hati!" ujar Lana hendak masuk ke mobilnya. Rosa dan Crish masih berada di sana dan menatap Lana.
"Tunggu!" teriak Hana dari arah belakang Rosa dan Crish. Semua orang yang ada di sana termaksud Lana yang tadi akan masuk ke dalam mobilnya kembali menoleh dan menatap Hana yang sedang berlari mendekati mereka semua.
"Hana!" lirih Rosa saat ia meilhat Hana yang sudah berada di hadapannya juga Crish yang selalu bergandengan tangan.
"Aku ingin bicara sama An!" ucap Hana setelah ia mengatur nafasnya.
"Ada apa?" tanya Lana, ia maju dan berdiri tepat di hadapan Hana setelah sepasang kekasih itu bergeser ke arah samping kanan Lana.
"Terima kasih, dan maaf atas kesalahan aku selama ini sam kalian semua!" ucap Hana tulus, ia juga membungkukan tubuhnya untuk menunjukkan ketulusannya. Risa dan Crish tentu terkejut, mereka berdua terdiam melihat Hana yang maaih membungkuk, sedangkan Lana yersenyum tipis ia berjalan mendekati Hana dan memegang pundaknya lalu mengangkatnya agar Hana bisa berdiri tegap lagi.
"Tetaplah menjadi baik Hana, jangan pernah ulangi kesalahan yang sama." pesan Lana, ia juga sudah tahu jika Hana akan pergi ke Belanda.
"Ya, aku akan memperbaiki diri dan berharap kita bisa bertemu lagi An!" ujar Hana, wajahnya berubah sedih.
"Aku tahu kau akan ke Belanda." ucap Lana dan Hana terkejut karena tak ada yang tahu akan kepergiannya selain Mommy dan Daddynya.
"Kau pasti akan hidup bahagia, baik di sana ataupun di sini. Selama kau tetap berbuat baik Han!" ujar Lana, ia masih memegang pundak Hana yang mulai terisak atas ucapan Lana untuknya.
"Um, terima kasih banyak An.." ucap Hana lagi, ia merasa sangat beruntung karena bisa beryemu dengan Lana.
__ADS_1
"Baiklah, aku pergi sekarang. Kalian semua harus hidup dengan damai dan bahagia..." ucap Lana saat ia sudah benar benar masuk ke dalam mobilnya dan Arin yang mulai melajukan mobil menuju gerbang sekolah dan meninggalkan ketiga orang yang masih berdiri sambil memandangi kepergian Lana.
"Makasih An!" lirih Hana lagi, pandangannya tertunduk. Rosa yang melihat kesedihan Hana mendekati gadis di hadapannya, ia menepuk pundak Hana sekali.
Hana menoleh dan mendapati Rosa yang sudah tersenyum padanya, bahkan setelah semua yang ia lakukan pada Rosa, gadis itu tetap baik padanya dan itu semakin membuat dirinya menyesal.
"Ros, aku minta maaf ya karena selama ini udah jahat banget sama kamu!" ucap Hana tulus, ia juga menundukan wajahnya.
"Kita bisa jadi teman, tapi gak bisa jadi sahabat ya!" ujar Rosa mengulurkan tangannya di hadapan Hana.
"Kenapa?" tanya Hana bingung.
"Karena An bilang hanya dia yang boleh jadi sahabat aku!" jawab Rosa jujur dan polos. Hana tersenyum, benar hanya Lana yang pantas berteman baik dengan Rosa. Crish pun tersenyum, ia merasa beruntung karena memiliki kekasih yang baik hatu seperti Rosa.
"Um, teman.." Hana mener ma uluran tangan Rosa dan tersenyum.
"Kita pulang!" ajak Crish ada Rosa yang mengangguk dan menoleh pada kekasih nya itu sejenak.
"Kami duluan ya Han!" ujar Rosa dan Hana tersenyum, meskipun senyumannya senyum getir karena ia benar benar harus merelakan Crish pria yang sanagt ia cintai bahagia dengan orang lain yang kini sudah menjadi temannya.
"Aku doakan kalian selalu bahagia.." lirih Hana menatap kepergian Rosa dan Crish yang nampak serasi dan selalu bergandengan tangan, bahkan Crish merangkul pinggang Rosa.
Hana juga segera pergi dan menuju mobilnya di mana supir sudah menunggu dirinya di sana.
"Langsung pulang ya Pak!" pinta Hana sopan.
"Baik Nona Muda.." jawab supirnya dan mulai melajukan mobil ke arah jalan raya dan menghilang di balik mobil mobil yang lalu lalang.
Lanjt up
__ADS_1
Makasih orang baik.
😊🙏🙏