Gadis Manis Ternyata Suhu

Gadis Manis Ternyata Suhu
Mencoba Menjelaskan


__ADS_3

Farid kembali ke rumah orang tuanya untuk menemui Crish dan memastikan jika adiknya baik baik saja.


"Crish..." panggil Farid saat ia sudah di kamar Crish dan membuka pintu lebar lebar membuat yang empunya kamar terkejut hingga handuknya jatuh memperlihat sesuatu yang tergabtung di bawah sana.


"Kyaaaaa, Kakak kau mesum sekali...." teriak Crish memutar badannya hingga membelakangi Farid yang memutar bola matanya malas.


"Mana mungkin aku mesum padamu Crish yng jelas jelas milik kita sama." jawqb Farid jistru menyelonong masuk begitu saja dan duduk di sisi kasur. Crish sendiri segera mengambil handuknya dan memakainya kembali barulah ia mengambil pakaian sekolah di dalam lemari.


"Lain kali ketok dulu Kak.." ujar Crish masih merasa malu meskipun Kakaknya terlihat biasa karena merasa milik mereka memang sama.


"Ya baiklah.." jawab Farid tersenyum kecil


"Kenapa?" tanya Crish melihat tatapan Kakaknya padanya, sedangkan tangannya mulai mengancing baju sekolah yang ia pakai.


"Kau baik baik saja Crish?" tanya Farid akhirnya mengutarakan niatnya datang dan berkunjung ke rumah Mamah dan Papah mereka.


"Hmm, Mamah dan Papah sudah mintak maaf pada Crish kemarin saat pulang.." jelas Crish menghentikan gerakan tangannya dan kembali teringat akan sikap orang tua mereka yang berubah.


"Benarkah?" tanya Farid dengan mengerutkan keningnya nampak tak percaya, namun Crish mengangguk cepat membenarkan ucapannya barusan membuat Farid nampak berfikir.


"Kau tahu kenapa mereka bisa berubah secepat itu Crish?" Farid berfikir jika semua ini karena Ana dan ia ingin mendengar apakah adiknya memiliki pemikiran yang sama dengannya.


"Aku merasa An yang sudah melakukan sesuatu, tapi aku juga bingung apa yang sudqh dia lakukan hingga membuat Papah dan Mamah bisa berubah 180 derajat.." jawab Crish, kini ia duduk di sebelah Farid.


"Benar, dan aku akan mencari tahu.." Farid menatap Crish dan begitupun sebaliknya. Rasa penasaran mereka sangat kuat dengan apa yang sudah di lakukan gadis itu.


"Baiklah Kakak akan pulang. Kau mau di antar? aku juga ingin melihat kekasihmu.." ucap Farid tersenyum dan berdiri di hadapan Crish yang hanya bisa mengangguk pasrah karena ia tahu meskipun ia sudah menolak Kakaknya itu akan tetap mengantarnya


"Cepatlah, aku tunggu di mobil.." ujar Farid dan berlalu meninggalkan adiknya.


Di mobil Farid nampak fokus dengan jalanan, sedangkan Crish sedang berkirim pesan dengan kekasihnya Dosa, terlihat dri wajah oria itu yang selalu senyum senyum sendiri.


"Aku rasa gadis itu buta Crish!" ujar Farid saat ia melirik adiknya yang tersenyum sambil menatap layar handponenya


"Apa? siapa?" tanya Crish menoleh ke sampingnya


"Gadis itu, kekasihmu.." jawab Farid


"Tidqk, dia tidak buta.." ujar Crish kesal mendengar Kakaknya menghina kekasihnya

__ADS_1


"Lalu kenapa dia bisa menyukaimu?" pertanya dan perkataan Kakaknya itu sontak membuat Crish semakin kesal, karen secara tidak langsung ia mengatakan jika adiknya itu jelek bukan!


"Aku ini tampan, jadi wajar dia menyukaiku. Memangnya Kakak yang gak laku!" ujar Crish membalas Kakaknya yang malah tersenyum.


"Ya, baiklah kau memang tampan meskioun tak setampan aku.." lanjut Farid semakin membuat Crish naik darah...


"Besok gak perlu anterin Crish kalo cuma mau ngehina aja..." ujar Crish pada akhurnya dengan wajah kesal dan bibirnya yang cemberut. Farid bukan nya mintak maaf malah semakin mempelebar senyumannya setelah melihat sng adik yang kesal padanya. Sungguh Farid sangat rindu saat saat seperti ini, membut sang adik marah dan kesal.


"Sudah sampai.." ujar Farid saat ia menghentikan mobilnya di depan pagar sekolah. Crish segera keluar dari mobil Kakaknya bersamaan itu Rosa dan Lanapun baru keluar dari mobil mereka dan melihat Crish yang berada di depan pagar sekolah hingga Rosa menarik tangan Lana untuk mendekati kekasihnya.


"Crishhh..." teriak Rosa memanggil Crish yang segera menoleh dan tersenyum bahagia.


"Dia pacarmu Crish?" tanya Farid menatap Rosa sekilas dan berpaling pada Lana yang ikut berjalan cepat karen tarikan tangan dari Rosa dan sampailah mereka di hadapan Crish juga Farid yang masih enggan untuk turun dari mobilnya.


"Crish, kenapa kemarin gak sekolah?" tanya Rosa


"Maaf, kemarin aku sedikit ada urusan taoi sudah selesai karena bantuan seseorang.." jawab Crish melirik ke arah Lana sekilas kemudian menatap kekasihnya yang kembali tersenyum cerah


"Syukurlah..." ujar Rosa, matanya beralih ke belakang Crish di mana Farid berada


"Kau Kak Farid kan?" tanya Rosa pada Farid yang langsung tersenyum dan mengangguk. Ia segera turun dari mobilnya untyk berkenalan dengan kekasih adiknya.


"Rosa ya?" tanya Farid


"Tapi Crish tetap yang tertampan.." lanjut Rosa menggandeng lengan kekasihnya yang kini kembali tersenyum cerah. Farid hanya ikut tersenyum menatap kedua remaja di hadapannya yang sedang bucin bucinnya. Lanapun tersenyum tipis, ia bahagia jika melihat orang orang yang ia sayangi selalu bersama dan bahagia pula.


"An, kenapa hanya diam?" tanya Crish melihat Lana yang hanya diam sedangkan sang Kakak selalu mencuri pandang pada teman kekasihnya yang juga temannya itu.


"Tidak.." jawab Lana kembali memasang wajah dingin dan cueknya.


"Bisa bicara?" tanya Farid menatap Lana yang segera menoleh ke arahnya.


"Silahkan..." jawab Lana santai sedngkan Rosanampak bingung karena tiba tiba Kak Farid ingin bicara pada Lana yang ia tahu baru bertemu sekarang.


"Di tempat lain.." ujar Farid masih menatap Lana dengan tatapan seolah memohon. Crish menarik tangan Rosa agar menjauh dari Lana dan kakaknya.


"Sayang aku lper tadi gak sempet sarapan, kita ke kantin yuk mumpung masih pagi.." ajak Crish agar mereka menjauh dari dua orang yang masih saling tatap.


"Hmmm." Rosa hanya berdehem dan mengukuti Crish masuk. ke dalam gedung sekolah meninggalkan Lana dan Kak Farid di sana tanpa rasa curiga atau apapun itu.

__ADS_1


Arin yang berada tak jauh dari Nona Mudanya hendak mendekati mereka namun Lana mengangkat sebelah tangnnya hingga Arin menghentikan langkahnya dan kembali mundur ke mobil.


"Sepertinya Nona dan Pria itu ounya hubungan yang cukup rumit.." gumam Arin tetap fokus menatap Nona Mudanya.


"Katakan!" ujar Lana tetap berdiri di tempatnya


"Ana, kau kah itu?" tanya Farid kembali ingin memastikan jika gadis di hadapannya ini benar benar gadis kecilnya.


"Jika iya, lalu kenapa!" jawab Lana menatap tak suka pada Farid.


"Ana, maaf Kakak pergi begitu saja dulu tapi Kakak benar benar tak tahu apa yang terjadi.." ujar Farid mencoba menjelaskan sesuatu yang sebenarnya rumit baginya untuk di jelaskan saat ini.


"Yang lalu biarlah berlalu, dan aku sekarang bukan lagi Ana yang dulu.." ujar Lana tegas. Farid nampak kecewa karena ia merasa jika Lana pasti membencinya saat ini.


"Ana, tolong dengarkan dulu penjelasan Kakak.." pinta Farid hendak meraih tangan mungil Lana, namun dengan cepat pula gadis itu menjauhkan tangannya hingga tangan Farid tak bisa meraihnya.


"Aku gak ada waktu.." jawab Lana, ia hendak meninggalkan Farid yang merasa sedih karena sikap gadis kecilnya yang pasti kecewa dan marah terhadap dirinya.


"Ana, maaf aku sungguh tidak tahj semua itu akan terjadi padamu juga keluargamu.." Farid kembali bersuara, ia tak ingin gadisnya semakin membenci dirinya namun saat Lana mengehentikan langkahnya dan berbalik menatapnya, Farid kembali bungkam apa lagi saat melihat tatapan mata Lana yang seperti penuh kekecewaan juga Amarah sekaligus.


"Ana..." lirih Farid, namun Lana nampk tak perduli dan berlalu begitu saja karena tak mendengar kata kata dari pria di hadapannya yang selama ini ingin ia dengar.


"Aku kecewa padamu Kak, dan aku tidak akan percaya lagi padamu seperti dulu.." gumam Lana, matanya berkaca kaca dan itu bisa di lihat oleh Arin.


"Nona baik baiks saja?" tanya Arin saat Nona Mudanya hendak melewati dirinya


"Hmm, Lana masuk dulu Kak.." jawab Lana tanpa. menoleh dan terus melangkah hingga ia menghilang di balik gedung sekolah yang mulai ramai.


"Ana, maaf Kakak beljm bisa. mengatakan apapun padamu sekarang, tapi Kakak pasti akan mengatakan segalanya padamu." lirih Farid, tatapannya nanar menagarah pada Lana yang sudah tak bisa ia lihat. Farid kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan cepat menuju apartemen miliknya.


Dari tempat yang tidak terlalu jauh, Setya juga sedang berada di sana dan mengawasai Nona Mudanya bersama dengan Asisten barunya atas lerintah Doni. Tentu saja ia akan langsung menyetujuinya jika itu menyangkut Lana.


"Jadi siapa Farid ini!" gumam Setya yang sejak tadi memperhatikan Lana dan Pria yang berbicara dengan Nonanya.


"Aku merasa ada sesuatu di antara Nona dan Pria itu, dari tatapan Nona padanya juga dari tatapan Pria bernama Farid itu!" gumam Setya lagi. Ia nampak berfikir keras, namun tak jua mendapat pencerahan dan pada akhirnya Serya memutuskan kembali ke kantor Doni untuk melaporkan hal ini pada Tuannya itu.


Lanjut up Kaka...


Makasih yang masih setia...

__ADS_1


Pokoknya Makasih banyak orang baik...


😊🙏🙏


__ADS_2