
Setelah kejadian malam itu, hampir setiap malam Mas Arkha selalu datang kerumah untuk meminta hak nya, dia hanya akan libur datang saat aku sedang berhalangan, ada rasa senang karena aku lah wanita satu-satunya yang baru di sentuh oleh mas Arkha, namun ada rasa bersalah juga dengan kedua kakak maduku karena mas Arkha sudah berbuat tak adil dengan mereka.
Semakin lama Hubungan kami semakin baik, mas Arkha juga sudah tak segan segan menunjukan perhatian nya di depan kak Marisa juga kak Rania, membuat kak Marisa semakin membenci ku.
"mas, kenapa kamu gak mau menyentuh kak Marisa juga kak Rania, mereka kan juga istrimu?" tanya ku sambil memeluk tubuh atletis nya. dia usap rambut ku dengan lembut lalu menatap ku dengan tatapan yang biasa tidak dengan tatapan tajam nya.
"karena aku tidak mencintai mereka,"
"terus kenapa mas nikahi kak Marisa juga kak Rania kalau tidak mencintainya?"
" Marisa yang meminta ku untuk menikahinya, ya sudah aku nikahi, kalau Rania aku menemukan nya di jalan tengah di lecehkan beberapa pria, karena aku kasihan aku membawanya kesini dan menikahi nya"
"Apa kamu gak tertarik dengan mereka mas, kak Marisa juga kak Rania memiliki wajah yang cantik juga tubuh yang bagus,"
"aku gak bisa melakukan hubungan badan dengan wanita yang tidak aku cintai Irni, kau baru satu satunya wanita yang aku sentuh"
" apa karena mas mencintai ku lalu mas mau menyentuhku? atau aku hanya di jadikan gadis pemuas nafsu mu?" tanya ku sambil menatap nya ada sedikit rasa kecewa karena sudah sejauh ini mas Arkha belum pernah menyatakan perasaan nya padaku, meskipun dia selalu berbuat baik padaku, bersikap lembut saat menggauli ku, juga perhatian nya. tapi itu semua belum cukup aku tidak puas sebelum mendengar secara langsung kalau dia mempunyai rasa lebih untukku.
"apa semua perlakuan ku padamu belum cukup menyatakan rasaku untuk mu? apa kamu tidak bisa merasakan perhatian ku padamu, itu semua bukti cintaku padamu Irni" rasanya aku ingin bersorak riang saat mas Arkha berhasil mengungkapkan perasaan nya.
"jadi benar kamu mencintai ku mas? jadi aku bukan hanya gadis pemuas nafsu mu saja?"
__ADS_1
Mas Arkha tersenyum lembut, senyuman yang baru pertama kali dia perlihatkan padaku ya Tuhan rasanya aku mau pingsan saat melihat mas Arkha tersenyum, aku merasa jika aku sudah menjadi wanita paling bahagia di dunia ini hanya karena melihat senyuman nya saja.
"Dari mana kau dapat pemikiran seperti itu hemmm, aku bukan tipe laki laki romantis Irni yang bisa memberimu bunga dan menyatakan perasaannya di tempat umum, aku juga bukan tipe laki laki yang mudah jatuh hati, jadi jika aku sudah memberikan hatiku padamu tolong di jaga dengan baik"
"Terima kasih mas, Terima kasih karena sudah memberikan hatimu untuku " Mas Arkha mengecup dengan mesra kening ku. setelah nya dia pun bangkit dan masuk kedalam kamar mandi.
"tidur lah, aku kembali ke rumah utama dulu besok aku kesini lagi " aku mengangguk mengerti, memang seperti ini setiap malam setelah dia mendapatkan jatah nya, lalu kita mengobrol sebentar setelah nya aku di tinggal lagi tidur sendiri.
____
Mentari pagi menerobos masuk kedalam sela sela gorden yang tak tertutup rapat, aku pun segera bangkit jam sudah menunjukan pukul setengah delapan , sudah di pastikan jika mas Arkha sudah berangkat ke kantor.
"Gimana keadaan papa, sonya sama Maura yah, ah tapi untuk apa juga aku memikirkan mereka belum tentu mereka memikirkan aku, mungkin sekarang mereka sudah bahagia karena benalu dalam rumah itu sudah dijual" Aku menerawang menatap langit langit kamar mandi mengingat kembali masa masa saat mama masih ada.
"Sayang, cantiknya mama nanti jika sudah besar kejar cita cita mu ya nak, buat mama sama papa bangga sama kamu" Masih teringat dengan jelas keinginan mama supaya aku menjadi Arsitektur yang hebat, tapi sepertinya semua harapan itu musnah cita citaku sudah terkubur dengan jasad mama.
Dulu saat aku kecil, aku pernah bercita cita ingin menjadi designer baju dan menciptakan brand sendiri, tapi mama sangat ingin aku menjadi arsitektur dengan senang hati aku pun mengiya kan keinginan nya. tapi semua berubah saat papa membawa selingkuhan nya kerumah.
"Pah, apa kamu sudah gila? Apa kurangnya mama selama ini, kenapa papa tega menyakiti mama pah, kenapa?" Teriakan pilu mama saat itu masih ku ingat dengan jelas, saat papa datang membawa selingkuhan nya yang bernama sonya ke rumah dan memberitahu mama jika papa akan menikah lagi dengan sonya, dengan atau tanpa persetujuan mama.
Ku kejar papa saat hendak meninggalkan rumah kami, ku peluk papa dari belakang ku pikir papa masih sama seperti papa ku sebelumnya, ketika aku peluk dia akan berbalik dan memelukku, mengusap air mataku dan memenangkan ku dengan pelukan hangat nya. Namun saat itu papa bagaikan orang buta juga tuli dia tidak lagi mendengar kan tangisan ku juga jeritan mama, bahkan saat mama terjatuh sambil memegangi dadanya papa lebih memilih ikut dengan sonya, saat itu aku yang baru berusia 10 tahun hanya bisa menangis saat pelayan juga satpam rumah membawa mama masuk kedalam mobil dan membawanya kerumah sakit namun naas nyawa mama tak dapat di selamat kan mama terkena serangan jantung.
__ADS_1
"Nyonya, nyonya apa anda ada di dalam? Aku terkejut dan langsung sadar dari lamunan saat Ella menggedor gedor pintu kamar mandi.
" Ya El, aku di dalam sebentar aku keluar" aku segera bangkit dan keluar dari dalam bathtub lalu mengguyur tubuhku di bawah sower untuk menghilangkan busa busa yang masih menempel.
"kenapa El? tanya ku. kulihat Ella tengah membersihkan tempat tidur ku, juga menyiapkan baju untuk ku pakai.
" gak apa nyonya saya pikir nyonya gak ada di dalam kamar" ucapnya sambil tertawa kecil.
"ini bajunya sudah saya siapkan,"
"makasih ya El,"
Aku masuk kedalam ruang ganti dan memakai bajuku di sana, setelah selesai aku segera keluar untuk mengisi perut yang sudah terasa keroncongan ku lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 lebih, pantas saja cacing cacing dalam perut ku sudah mulai demo sudah siang ternyata.
"nyonya makanan anda ada di depan" Ella seperti sudah sangat mahir membaca pikiran ku, belum sempat aku bertanya di mana makanan ku dia sudah bilang lebih dulu.
"iya El" aku melangkah kan kakiku keluar kamar, aku sudah sangat lapar ingin segera ku isi perut ku yang sudah berisik ini, saat aku sampai di ruangan depan kulihat ada seseorang yang tengah duduk di sana.
"mas, kamu sedang apa di situ?"
baru kelar ngetik belum sempat revisi langsung di up, kalau banyak typo maaf ya, soalnya kejar waktu HP nya di pakai sama bocil 😁🙏 nanti di revisi lagi klu dah sempet. selamat membaca smoga suka. jangan lupa dukungan nya dan tinggalkan jejak kalian di komentar, Terima kasih 😘💕
__ADS_1