
Lima hari tinggal di rumah sakit membuatku merindukan suasana rumah, juga pelayan pribadiku Ella, selama disinj Ella tidak di perbolehkan untuk merawatku,dan kak Rania lah yang merawatku. untungnya hari ini dokter sudah mengizinkanku untuk pulang karena kondisiku juga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Kak sini biar aku bantu" tawarku. aku berniat turun ingin membantu kak Rania membereskan barang barang perlengkapanku selama di sini.
"Enggak.! jawab nya tegas. " Kamu baru sehat istirahat saja dulu, gak usah terlalu banyak bergerak ini biar aku saja yang membereskan hanya segini gak banyak" Aku mengaruk tengkuk yang tak gatal, sungguh tak enak rasanya membiarkan kak Rania membereskan perlengkapan ku selama di rumah sakit, dia terlalu baik sampai membuatku menjadi segan.
"Makasih ya kak, kakak sudah begitu baik denganku, mau merawatku juga menemaniku selama di sini" ucapku terharu. aku rasanya sudah seperti memiliki kakak perempuan yang begitu peduli juga perhatian denganku.
"Hei, kau itu keluargaku, sudah sewajarnya aku mengurusmu," ujarnya.
"Apa kakak gak marah dengan ku? apa kakak gak pernah merasa cemburu saat perhatian mas Arkha hanya untukku dan dia mengabaikan kakak?" tanya ku. kulihat kak Rania tersenyum lalu berjalan mendekat ke arahku yang tengah duduk di atas ranjang.
"Dengar, aku gak pernah merasa cemburu saat melihat mas Arkha lebih perhatian denganmu, aku justru senang karena akhirnya mas Arkha jauh berubah setelah menikah dengan mu, dia sudah tak sekaku dulu, sama aku juga dia tak terlalu dingin aku gak pernah berharap mas Arkha akan mencintai ku dan memberikan ku perhatian sama seperti dia memberikan perhatian nya padamu, tapi aku sangat berharap suatu hari nanti mas Arkha akan membebaskan ku untuk mencari kebahagiaan ku sendiri " aku sungguh terharu dengan ucapan nya, dimana aku akan mendapatkan kakak sebaik kak Rania.
"Aku hanya bisa berdoa smoga kakak akan menemukan kebahagiaan kakak nantinya, doa terbaikku untuk kakak" Kak Rania menarikku kepelukannya dia mendekapku dengan erat.
"Doa yang sama untukmu, smoga kebahagiaanmu sekarang terus berlanjut sampai kalian kakek nenek " ucapnya membuatku kembali terharu.
Ceklek.
Bunyi suara pintu terbuka membuat kita menoleh secara bersama sama kearah pintu, mas Arkha sudah berdiri di sana sambil menatap kita heran.
"Kenapa saling berpelukan?" tanya nya. kak Rania pun dengan cepat mengurai pelukannya lalu tersenyum canggung.
"Hanya pelukan seorang kakak dengan adiknya bukan apa apa" ucapku " kenapa lama sekali, harusnya kita sudah pulang dari satu jam yang lalu "
" Maaf tadi ada meeting dulu sebentar, jadi terlambat " ucapnya sambil mengacak pelan rambutku. kulihat kak Rania mulai membereskan barang barang lagi sampai semua sudah beres dan tertata rapi siap untuk di bawa pulang.
"Sudah siap semua?" tanya mas Arkha.
__ADS_1
"Sudah mas, semua sudah siap " Kak Rania duduk di kursi sambil menatap ke arah ku juga mas Arkha, ada rasanya kasian terhadap kak Rania sudah menikah dengan mas Arkha selama 2 tahun lebih tapi di perhatian saja jarang.
"Ya sudah kita pulang sekarang, keburu malam" Ajaknya. Dua orang pengawal masuk kedalam ruang rawat dan membawa barang barang ku, sementara kami turun lebih dulu menunggu di lobby rumah sakit.
"Arkha?" seorang wanita menepuk pundak mas Arkha.
"Eva sedang apa di sini?" tanya mas Arkha, ternyata mereka saling kenal apa itu mantan mas Arkha yang dulu pergi meninggalkan nya pikirku?
"Sedang menemui teman, kau sendiri?" tanya nya.
"Istriku sakit, " Orang yang mas Arkha panggil Eva itu menatap ku juga kak Rania dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Mereka berdua istriku Eva, ini Rania yang ini Irni " mas Arkha mengenalkan ku juga kak Rania pada orang yang belum ku kenal ini.
"Rania" kak Rania mengulurkan tangan nya lalu di sambut baik oleh wanita itu.
"Eva " ucapnya.
"Aku Eva, sahabat Arkha juga Erika, kalian pasti tau Erika kan " ucapnya membuat ku sedikit terkejut.
"Mobil kami sudah tiba, kami permisi dulu " mas Arkha menarik tangan ku, di ikuti kak rania dari belakang.
pengawal membukakan pintu untuk kami, setelah masuk kulihat Eva masih menatap ke arah kami lalu kembali masuk kedalam rumah sakit.
Tak ada obrolan antara kami bertiga di dalam mobil, sampai akhirnya mobilpun sampai di rumah mas Arkha. Mas Arkha turun dari mobil lebih dulu di susul aku juga kak Rania.
Mas Arkha membantuku berjalan sampai ke ruang keluarga aku pun duduk terlebih dulu di sofa sebelum pulang ke rumahku. kuedarkan pandangan mencari sosok Ella tapi tak kutemukan dia datang menyambutku.
"Mas, Ella kemana?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Mungkin lagi di belakang, " ucapnya cuek.
Tak lama kemudian datang bik sum sambil membawakan kami minum.
"Silahkan tuan, nyonya "
"Bik, bibi tau Ella kemana?" tanyaku. kulihat bik sum mengangguk.
"Ella ada di rumah khusus pelayan nyonya, tengah istirahat sepertinya kurang enak badan" Aku mengangguk mengerti. bik sum pun pamit undur diri meninggalkan kami bertiga di ruang keluarga dalam keheningan.
"Mas Arkha, Irni, aku pamit duluan yah mau istirahat capek " pamit kak Rania setelah meneguk habis minuman yang di suguhkan bik sum akupun mengangguk sambil tersenyum.
"Mas, aku juga mau ke rumah mau istirahat " ucapku sambil bangkit dari sofa, kulihat mas Arkha pun ikut bangkit dan membantu menuntunku bejalan.
"Untuk sementara tidurlah dulu di kamarku, jangan di rumah sendirian " Aku hanya mengangguk menurut dengan apa yang dia bilang.
Setelah sampai di kamar mas Arkha hanya fokus dengan ponselnya, Aku masih berpikir positif mungkin mas Arkha tengah melihat email yang di kirimkan Heru padanya.
Karena tubuhku terasa lengket akupun bangkit dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku kulihat waktu masih menunjukan pukul setengah tujuh malam, masih ada waktu setengah jam untukku mandi sebelum waktu makan malam tiba.
Setelah menambahkan air hangat juga sabun, dan sedikit Aromaterapi aku merendam tubuhku sampai terasa sedikit tenang dan rileks, setelah berendam beberapa saat dan di rasa cukup aku segera keluar dari dalam bathub lalu mengguyur tubuhku yang penuh busa di bawah guyuran air shower.
Selesai membersihkan tubuhku aku segera keluar untuk segera memakai baju, kulihat mas Arkha tidak ada di ranjangnya, saat aku mau membuka lemari terdengar suara mas Arkha tengah berbicara sendiri mungkin dia tengah menelpon pikirku.
"Maaf aku tidak bisa tolong jangan paksa " ucapnya.
"Aku bilang tidak bisa ya tidak bisa" bentaknya, sampai membuatku terjingkat kaget.
"Baiklah aku akan menemuinya nanti malam" Aku segera mencari baju juga celana ku lalu masuk kedalam ruang ganti di dalam kamar mas Arkha.
__ADS_1
"Siapa orang yang menelpon mas Arkha malam malam, dan siapa yang akan di temui nya nanti?"