
❣❣❣❣❣❣❣❣❣
"maaf pak,anda mau pesan atau ngak? dibelakang masih ada yang mengantri untuk memesan " ucap oscar dengan nada pelan.
Sebenar nya oscar merasa kesal karena antrian di belakang barca sudah panjang,sementara Vivian yang biasa membantu nya sudah pergi bersama mili. Dia jadi sendirian yang harus melayani pesanan dan membuat pesanan itu sendiri,membuat nya merasa semakin kesal.
"kami pesan Capuchino late dua,skalian cemilan nya ya " ucap tasya ,dia merasa khawatir jika Barca akan mengejar Vivian sehingga tangannya terus melingkar dilengan pria itu.
"papa"
Suara anak kecil itu terus terngiang ditelinga barca,dia menatap ke arah oscar. Ingin sekali dia menanyakan mengenai Vivian dan anak kecil yang memanggilnya papa tadi,tapi tidak mungkin saat ini karena dia melihat sendiri banyak nya orang yang datang memesan. Sedangkan pria itu sendirian disini,Vivian sudah pergi entah kemana membawa anak nya.
"anak" batin barca dengan senyuman tipis dibibirnya ,dia semakin yakin jika itu adalah anak nya .
"eekhm....saya barca,kamu siapa nama nya ?" tanya Barca memperkenalkan diri nya,dia ingin tau siapa pria yang didepannya ini dan ada hubungan apa dengan Vivian
__ADS_1
"saya oscar,bisakah anda menyingkir pak?nanti saya antar kan pesanan anda ke meja anda" jawab oscar yang merasa semakin kesal.
"Hhmmm....maaf,tapi apakah hubungan anda dan Vivian ?" tanya Barca yang sudah sangat penasaran
"saya hanya pegawai,mbak vivi pemilik tempat ini " jawab oscar dengan ketus
"ah....baiklah,terima kasih " ucap Barca dnegan senyuman dibibir nya
Tasya belum pernah melihat senyuman dibibir barca seperti itu,dia merasa sedikit kesal karena barca tersenyum hanya karena mendengar penjelasan mengenai hubungan pria itu dengan Vivian.
Oscar menatap ke arah Barca dengan bingung,dia terkejut karena barca malah masuk dan menggantikan dirinya yang mencatat pesanan customer yang datang . Barca hanya tersenyum kecil, dia mulai mengetik apa saja yang dipesan disana .
"tenang saja,aku akan membantu mu. Vivian adalah kekasih ku ,calon istri ku " ucap Barca dengan pelan saat dia mulai membantu oscar mengantarkan nampan pesanan di meja tamu.
"ini meja nomor berapa?" tanya Barca yang sudah membawa nampan di tangannya.
__ADS_1
"meja no 5" jawab oscar dengan cepat,dia memang sangat butuh bantuan. Terserah lah barca siapa,yang penting saat ini dia dapat bantuan apalagi Vivian sedang tidak ada disini
Barca berjalan membawa nampan pesanan ,dia mengantar dan mencatat pesanan juga . Oscar yang membuat pesanan itu,dia menyiapkan nya dengan segera.
Tasya hanya bisa melihat dari meja nya sambil menikmati secangkir Capuchino pesanan nya,dia bisa melihat wajah barca yang terus tersenyum senang. Wajah yang selama ini datar dan tidak pernah tersenyum lebar seperti itu,wajah yang tampak dingin dan hanya sekali-kali tersenyum kecil.
Tasya jadi ngak rela mempertahankan barca disisi nya,barca terlihat tertekan bila bersama nya tapi saat melihat Vivian tadi. Barca jelas jauh berbeda,membuat tasya merasa sedikit iri.
"aaah.....akhirnya selesai juga" ucap barca dengan nafas lega,dia tetap tersenyum
Hari sudah hampir sore,tasya merasa sedikit lelah sehingga dia hanya bisa bersandar di kursi nya dengan pesanan yang sudah habis. Mereka baru saja dari pabrik depan kedai kopi Vivian,tasya mengajak barca kesana karena tadi nya mereka akan menemui paman tasya yang merupakan pemilik pabrik itu . Hanya sekedar ingin berkunjung saja,karena kedua orang tua tasya juga sedang berada dirumah paman nya itu
Tapi tak disangka,ajakan dari tasya malah membuat Barca bertemu dengan Vivian dan anak nya. Barca yakin jika putri kecil yang bersama dengan Vivian adalah anak nya, dia akan mencari tau semua nya nanti .
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘