Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
Episode 84


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Akhirnya air mata Vivian jatuh juga,dia menangis didalam mobil milik Barca. Barca menitipkan mobil nya pada Vivian,agar Vivian bisa membawa mobil itu kemana pun. Karena dia tau kalau mobil pemberian Arka sudah dikembalikan ,makanya dia sengaja membawa mobil nya ke bandara bersama dengan Vivian agar Vivian bisa membawa nya pulang dan memakainya.


Saat ini Vivian sudah berada di depan gedung apartemen nya,dia melangkahkan kaki nya menuju unit apartemennya.


Ceklek


Mata Vivian membulat sempurna melihat Arka sudah ada diruang tamu apartemen nya,dia berjalan masuk dan mendekati Arka. Duduk di sofa yang berada didepan Arka,dia sudah tau tujuan Arka mendatangi nya saat ini.


"ini...." ucap Arka sambil melemparkan amplop yang dibawanya diatas meja

__ADS_1


"sekarang kau bisa pergi,tinggalkan barca. Aku tau kau ingin bersama barca karena uang kan? aku akan memberikan nya,jadi jauhi anak ku " ucap Arka dengan tegas,tatapan nya tajam menatap ke arah Vivian


"om ngak perlu melakukan hal ini,aku pasti akan pergi. Aku tau diri kok,aku memang ngak pantas dengan Barca. Barca terlalu baik untuk menjadi suami ku,jadi om ngak perlu memberikan uang pada ku. Om tunggu sebentar disini " jelas vivian yang kemudian Vivian berjalan menuju kamar nya .


Vivian mengambil koper,dia sudah menyimpan pakaian milik Barca didalam sana. Serta beberapa barang yang diberikan oleh barca untuk nya,dia tidak ingin mengambil apa pun dari barca.


Arka masih menunggu di ruang tamu,dia ingin melihat apa yang dilakukan oleh Vivian. Tak lama Vivian keluar dengan koper di tangannya,dia meletakan koper itu didepan Arka.


"ini barang-barang barca,om bisa membawa nya. Tadi nya aku ingin membawa semuanya kerumah om dan memberikan nya pada istri om,mama nya barca sekalian aku mau pamitan. Tapi om lebih dulu kesini,jadi mendingan om bawa aja semua nya" jelas Vivian yang berusaha untuk tegar


"saya pegang kata-kata mu" jawab Arka

__ADS_1


Arka menarik koper yang berada didepannya,kemudian dia berjalan menuju pintu apartemen itu dengan tenang. Arka ngak mau berlama-lama disana,karena itu akan membuat dirinya teringat akan percintaan nya dengan Vivian . Bukan karena ingin mengulangi nya,tapi karena iya jadi bersalah pada istri nya .


Setelah mendengar suara pintu tertutup,kaki Vivian merasa lemas. Dia sudah terduduk dilantai dengan air mata yang terus keluar dari mata nya,dada nya terasa sangat sesak tapi dia berusaha untuk menenangkan dirinya karena memang ini lah yang terbaik untuk nya .


Vivian berdiri dan mencoba untuk kuat,hingga akhirnya dia harus menerima semua nya dengan lapang dada. Dia berjalan menuju kamar nya kembali,kali ini dia akan membereskan barang-barang miliknya. Dia akan membuat semua yang dia rencanakan terjadi,dia tidak ingin berlarut dalam perasaan nya.


Setelah mengemasi semua nya,dia berjalan meninggalkan apartemen dengan cepat. Mengembalikan seluruh dokumen apartemen dan kunci nya pada pihak apartemen,kemudian dia menaiki salah satu taksi yang berada didepan apartemennya.


Dengan langkah tegas dan cepat,Vivian menaiki taksi menuju bandara. Dia kembali ke bandara dan pergi menggunakan penerbangan yang cukup jauh,dia sudah membeli rumah kecil disana berkat bantuan dari salah satu teman nya yang bekerja di club dulu.


Negara itu merupakan kampung halaman nya,jadi temannya itu dengan senang hati akan membantu nya . Apalagi mereka akan tinggal bertetangga nanti nya,Vivian menjelaskan kalau dia akan membuka usaha kecil disana dan pria itu akan membantu usaha Vivian.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2