Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
GPN 14


__ADS_3

Rania yang melihat Marisa membuang cake nya ke tempat sampah hanya geleng geleng kepala, ada sedikit rasa kasihan dengan Marisa, Marisa begitu mencintai Arkha namun sayang cinta nya bertepuk sebelah tangan.


"Kasihan sekali kamu Marisa harus mengemis cinta seorang laki laki coba kau jadi seperti aku saja jangan mengharapkan apa yang tidak akan pernah kita dapatkan " gumam nya, Rania pun berjalan ke arah dapur untuk mencari bik sum.


"Bik sum" panggilnya, pandangannya menyapu ke setiap penjuru mencari sosok orang yang tengah di carinya.


"Saya Nyonya,"


"Bik, kapan akan ada orang rumah yang keluar saya mau nitip untuk beli perlengkapan melukis soalnya sudah habis" ucapnya.


"Besok pagi ada yang keluar nyonya, jika anda mau nitip nanti bibi sampai kan"


"Siap bik, makasih yah" ucapnya, lalu Rania pergi meninggalkan rumah utama dan berjalan menuju rumah Irni, dia ingin memastikan jika adik madunya itu sudah sehat dari sakit nya.


tok


tok


tok


"Ir, apa kamu ada di dalam? boleh aku masuk? Rania terus mengetuk pintu namun belum juga ada sahutan dari dalam.


" Kemana Irni yah, ko gak ada di rumah nya?" gumam Rania, karena orang yang mau di temui nya gak ada Rania pun berlalu pergi dari rumah itu.


"Nyonya, anda dari mana?" tanya Ella yang melihat Rania berjalan dari rumah nyonya nya.


"Oh kau rupanya El, Irni kemana ko gak ada di rumah nya apa dia sedang tidur tadi aku panggil tak ada yang menyahut" ucapnya.


" Nyonya Irni sedang dengan tuan Arkha di rumah utama nyonya, sebelum kondisi nya baik nyonya Irni akan tinggal di sana dulu" jelas Ella. membuat Rania cukup terkejut.


"Apa kau gak salah Ell? Tanya nya masih tak percaya.


" Saya serius nyonya, tuan Arkha yang meminta nyonya Irni tinggal di rumah utama dulu untuk sementara waktu sebelum kesehatan nyonya Irni pulih kembali" Jelasnya lagi. Rania masih kurang percaya jika suaminya bisa membawa Irni tinggal di rumah utama, memang Rania tau jika suami nya punya rasa dengan istri barunya itu terlihat dari cara Arkha memperlakukan Irni dengan baik, juga memberikan nya perhatian lebih.


"Lalu bagaimana aku bisa menemui Irni jika dia sama mas Arkha, sementara kita istri istrinya tidak boleh sama sekali menginjak kan kaki di ruang pribadinya " ucapnya sedih.


"Tunggu sampai nyonya Irni sehat saja nyonya, nanti juga akan kembali ke rumah nya "

__ADS_1


"Hmm baiklah, Terima kasih infonya El, aku pergi dulu " pamitnya.


"Baik nyonya" Setelah melihat Rania yang sudah berjalan semakin jauh Ella melanjutkan langkah nya menuju ke rumah Irni untuk mengambil kan pakaian.


_____


Selesai makan, aku berjalan menuju ke arah balkon kamar malam ini terlihat terang dengan sinar rembulan, bintang bintang terlihat bersinar kulihat ada satu bintang yang terpisah menyendiri.


" Dia masih bisa bersinar meski tanpa teman di dekat nya " gumam ku sambil menatap ke arah bintang yang meski terpisah sendiri tapi terlihat lebih terang.


Saat aku tengah menatap pekatnya malam sebuah tangan kekar melingkar membelit perut ramping ku.


"Mas, kamu sudah kembali?" tanya ku gugup, nafas hangat nya membuat ku merinding saat mengenai leher ku yang tak tertutup.


"Sedang apa di sini?"


"Lihat bintang, coba lihat bintang itu mas dia terpisah sendiri tapi dia yang paling bersinar di banding dengan yang lain nya " ucapku sambil kembali menatap bintang yang bersinar kerlap kerlip di dalam pekatnya malam.


"Sudah ayok masuk, kamu belum sehat gak baik kena angin malam" Aku mengangguk , lalu mengikuti mas Arkha masuk kedalam kamar.


"Istirahat saja biar cepet pulih"


"Ya sudah kamu nonton TV saja, cari film yang kamu sukai " ucapnya, mas Arkha duduk di ranjang kulihat mas Arkha mulai pokus dengan laptop nya, tak ingin mengganggu kerjaan mas Arkha aku pun meraih remot dan menyalakan TV dengan suara kecil, ku cari film drakor favoritku untuk menemani ku sebelum rasa kantuk datang.


Kulihat jam sudah menunjukan pukul 1 malam Mas Arkha masih pokus dengan kerjaan nya.


"Mas, lanjut besok aja sudah malam" ucapku sambil menyentuh tangan nya. mas Arkha berbalik menatap ku lalu tersenyum.


"Baiklah" ucapnya, mas Arkha segera melipat laptopnya dan membereskan berkas berkas yang berserakan di atas ranjang.


"Sekarang kita tidur" Mas Arkha menarik selimut menutupi tubuh ku juga tubuh nya, pelukan hangat mas Arkha membuat ku nyaman sampai tak terasa mata mulai terpejam.


_____


Aku mengeliat saat ada sinar matahari mengenai wajah ku, kulihat mas Arkha sudah tidak ada berarti dia sudah bangun lebih dulu kenapa dia tidak membangunkan ku. aku bangkit dari ranjang lalu meregang kan otot otot yang terasa kaku tubuh ku terasa lebih enak, tak kurasakan lagi kepala pusing juga tubuh yang lemas rasanya sekarang tubuh ku sudah lebih fit.


Aku segera masuk masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang terasa lengket, ku isi bathub dengan air hangat tak lupa ku tambahkan juga sabun juga sedikit aromaterapi untuk membantu merilekskan pikiran ku.

__ADS_1


"Ir, apa kamu ada di dalam" terdengar mas Arkha memanggil dari luar.


"Ya mas aku sedang mandi," teriakku dari dalam. tak terdengar lagi suara mas Arkha di luar, mungkin dia sudah turun ke bawah pikirku.


Selesai mandi aku segera keluar dan melihat sekeliling kamar tak ku lihat ada mas Arkha di sana, aku pun segera mencari baju yang kemarin di bawakan oleh Ella.


"Sudah selesai?" Aku terjingkat kaget saat mas Arkha tiba tiba sudah ada di dalam kamar ku tutup dengan segera tubuh yang baru memakai dalaman.


"Kamu dari mana mas? perasaan tadi gak ada di dalam kamar! Tanya ku.


" Tadi lagi di balkon kamar, kenapa?" tanya nya seperti tanpa dosa, padahal jelas jelas dia sudah mengagetkan ku barusan.


"Emm, gak apa aku hanya terkejut kamu muncul tiba tiba " ucapku.


"Cepat pakai bajunya kita harus sarapan, mas ada meeting penting hari ini di kantor" ucapnya sambil mendudukan diri nya di atas ranjang.


Aku segera mengambil baju dan membawa nya masuk kedalam kamar mandi, mas Arkha hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ku yang masih malu malu.


"Ayo mas sudah selesai" aku keluar dari dalam kamar mandi setelah selesai memakai pakaian.


"Gak nyisir dulu?" tanya nya.


Aku menyentuh rambut ku yang sedikit basah, lalu tersenyum malu bisa bisa nya aku melupakan menyisir rambutku, bisa bisa nanti aku di tertawakan kak Marisa juga kak Rania di meja makan. ku ambil sisir lalu menyisir nya seperti biasa, kucari di mana Ella meletakan kosmetik ku tapi tak ada seperti nya Ella lupa membawakan kosmetik ku kemarin.


"Sudah selesai? ayok turun! ajak mas Arkha.


" Ella lupa membawakan kosmetik ku mas" ucapku.


"Gak apa, kamu tetap cantik meski tanpa make up" Mas Arkha menarik pelan tangan ku, kami pun berjalan menuju lift untuk turun ke bawah.


Sampai di bawah ku lihat kak Marisa juga kak Rania sudah duduk dengan manis di meja makan, kak Marisa menatap ku seperti biasanya tatapan tak suka.


"Selamat pagi kak" sapa ku.


"Pagi Irni, gimana sudah sehat? kak Rania memperhatikan ku dari atas sampai bawah. " wajah kamu masih pucat Ir " ujar nya.


"Sudah sehat ko kak," ucapku sambil tersenyum. ku dudukan bokong ku di kursi yang biasa aku duduki, kami pun mulai acara sarapan dalam hening hanya suara dentingan sendok juga garpu yang saling beradu.

__ADS_1


Ku lihat kak Marisa menatap ku dengan tatapan yang berbeda dari biasanya tatapan yang sangat sulit ku artikan.


mohon maaf ya baru bisa up segini dulu badan lagi kurang enak mudah mudahan besok bisa up lebih dari satu bab, dan mohon maaf jika ceritanya masih kurang nyambung sedang ada perbaikan dari bab satu sampai bab 10 😊🙏


__ADS_2