Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
GPN 09


__ADS_3

tok


tok


tok


"El ada yang mengetuk pintu coba kau lihat dulu"


"baik nyonya" aku meneruskan acara sarapan yang sudah terlewat waktu ini, ku lihat kak Rania masuk kedalam rumah sambil tersenyum.


"sakit apa Ir? aku sampai kaget saat denger dari mas Arkha kalau kau sakit" ucapnya membuatku tersipu malu, sebetulnya bukan sakit yang berbahaya, hanya sakit karena ulah mas Arkha tadi malam.


"hanya pusing biasa aja kak, bentar lagi juga sembuh" ucapku tak ingin membuat kak Rania khawatir.


"El apa Irni sudah di kasih obat? tanya nya.


" ini obat nya belum di minum nyonya, soalnya makan nya juga belum selesai"


"Oh ya sudah, makan yang banyak ya Ir biar cepet sehat, nanti kau main ke rumah ku kita ngobrol di sana"


"Siap kak" setelah kepergian kak Rania aku melanjutkan makan terus meminum obat yang di berikan oleh Ella.


"Nyonya sebaiknya anda istirahat saja, saya mau membersihkan rumah dulu" aku hanya mengangguk ku tutup tubuh ku dengan selimut lalu tertidur kembali, rasanya tubuh ku masih lemas.


______


"Tuan di depan ada nyonya Eva ingin bertemu dengan anda" Arkha menghembuskan nafas nya kasar.


"mau apalagi dia? biarkan dia masuk " ucapnya.


"Arkha, Terima kasih sudah menerima kehadiran ku di sini, maaf jika aku menganggu waktumu"


"gak usah banyak basa basi Eva, kerjaan ku terlalu banyak waktu ku adalah uang, aku gak bisa membuang buang waktu dengan percuma" Eva menghela nafas mencoba menahan gejolak emosi di dalam dirinya, sungguh jika bukan karena ingin membantu sahabat baiknya Helen dia tidak mau menemui orang sombong di depan nya ini.


"Arkha, maksud kedatangan ku kemari masih sama seperti kemarin, Helen sangat ingin bertemu dengan mu tolong temui dia,mungkin sekarang kau masih berat untuk pergi menemui nya tapi jika hatimu sudah bisa menerimanya kembali datang lah kesini" Eva menyodorkan secarik kertas ke hadapan Arkha, terlihat tulisan nomor telpon, alamat rumah sakit, juga no ruangan tempat Helen di rawat.

__ADS_1


Arkha tak mengeluarkan suaranya, dia hanya menatap tajam ke arah Eva. "aku pamit Arkha, maaf menganggu waktu mu" Eva segera bangkit dan keluar dari dalam ruangan Arkha.


Arkha melihat secarik kertas yang di tinggalkan Eva, kemudian dia menyimpan nya di dalam laci.


"Tuan, 10 menit lagi waktunya kita untuk meeting dengan client dari Korea, mereka sudah dalam perjalanan dan sebentar lagi akan segera sampai" Arkha mengangguk kemudian memakai kembali jas yang tadi sempat ia lepas dan di gantung di sandaran kursi.


"Beri saya waktu lima menit lagi, tunggu saya di luar" Heru segera keluar dari dalam ruangan dan membiarkan tuan nya di dalam ruangan sendiri.


Arkha mengambil ponselnya lalu menekan salah satu kontak , terdengar suara panggilan tersambung tapi belum ada yang menjawab panggilan nya.


"Hallo, bagaimana keadaan nya?" Tanya nya.


"Oke, terus jaga dia jaga sampai telat makan dan minum obat" Arkha segera mematikan panggilan telpon nya lalu bergegas keluar menyusul Heru yang sudah menunggunya di luar.


_____


Rasanya aku tertidur hanya sebentar tapi pas kulihat waktu sudah menunjukkan pukul 14:00 artinya aku tertidur selama 4 jam, ku lihat rumah sepi tak ada suara Ella kemana lagi dia.


Aku turun dari ranjang, rasanya badan ku sedikit enakan, kulihat keluar kamar masih sama sepinya, di luar rumah hanya nampak ada beberapa penjaga. "Tumben ada penjaga di depan rumah, gak seperti biasanya"


"Kamu dari mana saja El? Ko aku di tinggal sendirian"


"Tadi saya habis ambilkan anda makanan nyonya, anda sudah terlewat waktu makan siang makan nya saya ambilkan makanan habis itu saya mau bangun kan anda tadinya, eh ternyata sudah bangun duluan " Ucapnya sambil tersenyum.


"makasih ya El, kamu begitu baik"


"eh jangan salah nyonya, saya baik karena saya di gaji " ucapnya kemudian tertawa, membuat ku tertular untuk ikut tertawa.


Aku melangkah kan kakiku masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka, setelahnya aku menyantap makanan yang di bawa Ella untukku.


"Apa sekarang sudah lebih baik nyonya?"


"Ya El, aku sudah lebih baik, tubuhku terasa lebih enakan sekarang, El tolong carikan ponsel ku aku lupa menaruh nya,"


"ini nyonya, Terima kasih El" aku mencoba mencari tau tentang suami ku lewat ponsel suamiku orang kaya sudah pasti mas Arkha akan masuk daftar orang terkaya dan biasanya suka ada di google.

__ADS_1


Ku ketik nama Arkhana Aditya Mahesa, akhirnya aku menemukan profil suamiku di sana, tapi hanya data nya saja tidak ada satu pun foto mas Arkha yang terpajang di sosial media ternyata dia sangat tersembunyi. ku lihat datanya mas Arkha dari nama, usia, pekerjaan sampai detail keluarga nya pun ada di sana, tapi di sana tidak di jelaskan jika mas Arkha sudah memiliki istri status nya masih lajang.


"El, apa semua istri nya mas Arkha di nikahi secara Siri?" tanyaku penasaran.


"betul nyonya, gak ada satupun istri tuan Arkha yang di nikahinya tercatat dalam negara," aku menggelengkan kepala tak mengerti dengan jalan pikiran suamiku. sudah memiliki banyak istri, gak pernah di sentuh, di nikahi secara siri juga.


"apa mami Alea tau tentang ini El?"


"gak ada yang tau nyonya, termasuk orang tuanya sendiri"


"lantas kamu tau dari mana?" tanya ku heran.


"aku tau semua tentang tuan Arkha dari nyonya Erika, nyonya Erika itu orang terdekat tuan Arkha dulunya, sampai akhirnya nyonya Erika memiliki rasa dengan tuan Arkha, tapi cinta nya tak bersambut alias bertepuk sebelah tangan,"


"El, apa kamu tau juga alasan kenapa mas Arkha koleksi perempuan di rumah ini?" tanya ku semakin penasaran. kulihat Ella mengangguk, itu artinya dia tau semuanya.


"ceritakan El"


"tuan Arkha dulu mempunyai seorang kekasih, saya tidak tau namanya siapa, yang jelas tuan Arkha begitu mencintai kekasihnya, mereka menjalin hubungan selama 4 tahun lamanya, semua keluarga sudah tau tentang hubungan mereka, bahkan nyonya Alea begitu setuju saat tuan Arkha berniat ingin menikahi kekasihnya. akhirnya hari yang di tunggu tunggu tiba hari pernikahan tuan Arkha dengan kekasihnya, namun saat itu hari yang seharus nya membuat tuan Arkha bahagia malah menjadi kan nya terluka, kekasihnya memutuskan untuk membatalkan pernikahan mereka tepat di hari pernikahan, saat para tamu undangan sudah memenuhi tempat acara. entah apa masalah nya kekasihnya pergi begitu saja dengan seorang laki laki, dan meninggalkan luka untuk tuan Arkha. sejak saat itu tuan Arkha berubah menjadi dingin, tak ada senyuman lagi di wajah nya, dia pun menjadi pemarah, juga kasar, dia bersumpah di hadapan kekasihnya sebelum kekasihnya pergi, jika dia mampu mendapatkan istri yang lebih baik dari kekasihnya, dia juga bersumpah akan menjadikan Beberapa wanita sebagai istrinya"


Mendengar kisah yang di ceritakan Ella tentang mas Arkha ada rasa kasihan terhadap suamiku itu, ternyata masa lalu yang buruk membuat dia membalaskan sakit hatinya pada kami.


"kau tau ini semua dari mana El?


"dari nyonya Erika, dia orang baik dia dulunya adalah sahabat terdekat kekasihnya tuan Arkha juga tuan Arkha sendiri, sebetulnya cinta nyonya Erika tulus mencintai tuan Arkha tapi hati tuan Arkha seperti sudah tertutup karena rasa bencinya, dia tidak mau membuka hatinya untuk wanita lain. tak lama setelah menikah dengan nyonya Erika tuan Arkha membawa nyonya Marisa ke rumah ini"


"El apa suami ku masih mengharapkan kembalinya kekasihnya itu?"


"saya rasa tidak, sekarang tuan jauh ada perubahan setelah menikah dengan anda nyonya,"


"apa kau tau juga jika mas Arkha tak pernah menyentuh istri istrinya?" tanya ku.


"saya tau nyonya"


Berarti yang di katakan kak Rania benar dia tidak bohong dengan ku, lalu waktu itu suara kak Marisa dengan siapa?

__ADS_1


__ADS_2