
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Arka semakin terkejut dengan kedatangan Vivian,tadi nya dia masih terkejut dengan Alicia. Kenapa semua wanita yang ada di club ada dirumah kedua orang tua Ramon ? Hanya lira juga samuel yang tidak ada disana,dia masih ingin mencari tau mengenai hubungan Alicia dan Ramon karena dari tadi Ramon terus mengikuti Alicia dan seperti cemburu pada Ziga.
"Tante,om...selamat atas ulang tahun pernikahan nya ya. Semoga makin langgeng sampai maut memisahkan " ucap Barca dengan sopan dan ramah,tangan nya masih menggenggam tangan Vivian.
"Terima kasih ya Barca,kamu semakin tampan dan dewasa saja....hhmmm....ini siapa ?kamu ngak mau ngenalin sama tante dan om " jawab Ramona dengan lembut, dia menatap ke arah Vivian dengan senyuman manis di bibir nya .
Vivian terdiam,dia menundukan kepala nya karena bingung harus berkata apa. Harus nya dia pergi sendiri saat ingin makan rujak ulek tadi,bukan bersedia ikut dengan Barca dan berakhir disini .
"Ini Vivian,calon istri ku " jawab Barca dengan santai,membuat Vivian membulatkan mata nya dengan mulut yang menganga.
Sementara Arka dan betty terkejut,mereka menatap tak percaya pada ucapan Barca. Apalagi Arka,dia sudah tau kalau Barca mengetahui mengenai apa yang dia lakukan dengan Vivian. Arka juga yakin kalau Barca tau anak yang di kandung oleh Vivian adalah anak nya,tapi untuk apa Barca mengenalkan Vivian sebagai calon istri nya.
__ADS_1
"wah....benarkah? jadi kapan kalian akan menikah ?" tanya Ramona dengan senang,karena selama ini baik Barca atau pun Ramon jarang sekali berdekatan dengan wanita.
"Barca ingin nya segera tante,mungkin awal bulan depan . Bagaimana sayang?" ucap Barca dengan santai,kini dia sudah merapatkan tubuh nya pada tubuh Vivian.
Tangan Barca juga sudah berada di pinggang milik Vivian,dia merasa sangat nyaman dan senang bila memeluk tubuh Vivian. Entah kenapa dia suka sekali dengan aroma tubuh Vivian dan merasa candu untuk terus menyentuh tubuh Vivian,walaupun hanya tangan dan pinggang wanita itu saja tapi rasa nya sudah sangat menyenangkan hati nya.
Vivian menatap ke arah Barca dengan terkejut,dia tidak percaya dengan jawaban milik Barca. Dia yakin jika dia sudah salah dengar, tapi semuanya terasa nyata.
"baiklah ma,Vivian pasti ngak akan keberatan. Iya kan sayang" tanya Barca dengan senyuman tipis di bibir nya
"Hhmmm....maaf,saya rasa ucapan Barca hhmmmppp" jelas Vivian tapi bibir nya langsung di bungkam oleh Barca,dia tidaknya Vivian mengatakan hal yang tidak dia sukai .
Semua mata membulat sempurna saat melihat Barca mencium bibir Vivian didepan umum,begitu juga dengan Vivian. Mata nya tidak berkedip sedikit pun,dia tidak menyangka jika Barca akan melakukan hal itu didepan umum.
__ADS_1
"kamu minta maaf untuk apa hhmmm? Aku ngak mau kamu nolak untuk menikah dengan ku lagi,aku ngak bisa kehilangan kamu . Kita akan pindah keluar negeri ,kau tau kan kalau aku sudah menyiapkan rumah untuk mu...untuk kita " jelas Barca setelah melepaskan ciuman singkat mereka,dia mengelus bibir bawah milik Vivian.
Vivian hanya bisa diam saja,dia tidak tau harus mengatakan apa pun. Karena dia merasa bingung dengan semua yang terjadi saat ini,singkat dan tidak jelas.
"aku ngak mau kau buat keributan disini,aku akan menikahi mu untuk menggantikan papa ku bertanggung jawab pada anak ini " visual Barca membuat mata Vivian semakin melotot .
"maaf semua nya,tidak akan ada pernikahan saya dan Barca. Kami hanya berteman,saya tidak akan menikah dengan nya. Maaf kan saya,saya harus pergi dari sini ....permisi " ucap Vivian dengan cepat dan tegas.
Vivian menghempaskan genggaman tangan Barca,dia berjalan dengan cepat menuju pintu keluar tanpa perduli pandangan mata yang ada disana dengan tatapan bingung. Dia tidak mau menikah dengan Barca dan memiliki hubungan apa pun dengan pria itu,lagi pula dia tidak perlu tanggung jawab dari siapa pun. Baik itu Barca atau pun arka,dia sama sekali ngak perduli dengan hal itu. Dia sudah memutuskan mengurus semua nya sendiri,untuk anak dan hidup nya .
bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1