Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
GPN 13


__ADS_3

Pintu yang terus ku tatap dengan perasaan dag dig dug itupun terbuka, menampakkan mas Arkha di sana yang melihat ke arah ku, tak nampak wajah terkejut di wajah nya mas Arkha.


"Tadi aku cari kamu di bawah gak ada, untung aku bertemu dengan Ella dan memberi tahu jika kamu sudah di sini, kenapa tidak menunggu ku saja?" Pertanyaan mas Arkha suskes membuat tubuh ku bergetar ketakutan bahkan aku sudah tak berani lagi menatap wajah nya.


"Hei, kau kenapa? Sakit lagi? apanya yang sakit? tanya dengan sedikit cemas, Mas Arkha menyentuh kening ku lalu merebahkan tubuhku di atas ranjang nya di tariknya selimut tebal lalu menutup tubuhku sampai ke leher, mungkin mas Arkha kira tubuh ku gemetar karena tengah meriang padahal sebenarnya aku takut jika dia marah aku masuk kedalam kamarnya.


"Istirahat lah, tubuh mu masih panas juga gemetar apa masih kedinginan?" Tanya nya sontak membuatku langsung menggeleng kan kepala perlahan.


"Ya sudah mas mau mandi dulu, tidur lah" Ucapnya dia pun bangkit hendak pergi mengambil handuk namun segera ku tarik lengan nya. Mas Arkha pun kembali duduk sambil menatap ku heran.


"Ada apa, ada sesuatu yang kau inginkan? Mau ke kamar mandi juga? Mas Arkha langsung memberikan pertanyaan secara beruntun aku hanya menggeleng kan kepala.


" Mas apa kau tidak marah aku masuk ke kamar mu? Tanyaku sambil menatap wajah mas Arkha, ingin tau reaksi seperti apa yang akan mas Arkha tunjukan ku kira dia bakal marah ternyata malah tersenyum dengan begitu lembut.


"Untuk apa mas marah? Tanya nya balik.


" Di surat itu kan ada sebuah peraturan yang tak boleh istri istri mas Arkha langgar, aku tak pernah melanggarnya tapi malah mas Arkha yang melanggar nya sendiri" Ucapku.


"Lupakan semua peraturan itu, itu sudah tidak berlaku lagi untuk mu kecuali poin ke satu yaitu di larang dekat dekat dengan laki laki lain selain diriku" Ucapnya, sudah tak terdengar lagi suara tegas mas Arkha, juga sudah tak terlihat lagi tatapan tajam nya yang membuatku ketakutan.


Aku mengangguk mengerti, tidak akan pernah aku menduakan mas Arkha apapun alasan nya. Mas Arkha pun pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sementara aku kembali memejamkan mata karena mataku terasa begitu berat.


______

__ADS_1


"Bangulah waktunya makan malam" mas Arkha menyentuh pipi ku, aku pun mengerjap kan mata kulihat mas Arkha tersenyum.


"Ayo sini bangun dulu, mau mas bantu ke kamar mandi?" tanya nya membuatku menggeleng.


"Gak usah mas, aku sudah agak baikan jadi bisa ke kamar mandi sendiri" aku berusaha bangkit, meski tubuh masih terasa lemas tapi beruntung sakit kepalaku sudah reda.


Mas Arkha yang melihat ku jalan dengan sempoyongan langsung menarik ku dan membawaku ke kamar mandi .


"Mas, aku bisa sendiri" ucapku malu.


"Habisnya lama, itu makanan nya keburu dingin,"


"Mas kamu keluar lah dulu, aku mau buang air kecil " Mas Arkha tertawa kecil mendengar ucapan ku barusan.


"Aku gak bisa buang air kecil jika kamu tungguin begini, pergilah ke luar dulu nanti jika sudah selesai akan aku panggil" ucapku kekeh dengan pendirian, mas Arkha terlihat menghela nafas mungkin agak sedikit jengkel kita berdebat hanya karena masalah kecil.


'" Ya sudah mas tunggu di luar, kamu panggil saja jika sudah selesai" kulihat mas Arkha keluar dan menutup pintu kamar mandi.


Setelah selesai aku segera memanggil mas Arkha, aku terduduk di atas closet karena kepala rasanya seperti berputar putar.


"Sudah selesai? tanya nya, aku pun mengangguk mas Arkha langsung menggendong ku membawa ku keluar dari kamar mandi. sampai di kamar mas Arkha menurunkan ku di atas ranjang lalu dia ambilkan makanan yang tadi dia bawa.


" Mau di suapin? tanya nya membuatku salah tingkah, aku langsung menggeleng kan kepala.

__ADS_1


"Mas pasti banyak pekerjaan biar aku di sini sendiri saja dulu gak apa " ucapku.


"Nanti pekerjaan bisa di kerjakan di sini, tinggal bawa laptop nya saja, sudah makan lah yang banyak biar cepet sehat" ucapnya sambil mengacak pelan rambut ku, ya ampun ternyata mas Arkha se sweet ini bagaimana dia dulu mencintai kekasihnya, pasti di perlakukan hal sama mungkin bisa jadi lebih dari ini. tiba tiba rasa cemburu menyusup kedalam hati, membayangkan mas Arkha memperhatikan wanita lain rasanya membuat ku sedikit tak Terima. aku tau aku sangat lah egois padahal kedua kakak mauduku jangan kan di perlakukan seperti ini di ajak bicara saja jarang.


Aku segera memakan makanan yang mas Arkha bawa meski rasanya mulut ku terasa pahit, makanan yang masuk rasanya jadi hambar gak ada rasa.


"Mas keluar dulu, nanti mas kembali makanan ini harus sudah kamu habis kan jangan di sisakan " ucapnya kemudian berlalu meninggalkan kamar. aku menelan dengan susah payah saliva ku makanan sebanyak ini harus di habiskan, aku gak bisa janji.


____


"Mas, mas Arkha tunggu mas" Marisa berjalan menghampiri Arkha yang hendak masuk kedalam ruang kerja.


"Ada apa? tanya nya dingin.


" Ini aku tadi buat cake cheese kesukaan kamu, makan ya " Marisa menyodorkan piring berisi cake itu ke hadapan Arkha dengan senyum yang terus menghiasi wajah cantiknya.


"Bawa saja, kamu makan sendiri atau berikan pada pelayan" ucapnya tanpa melihat ke arah Marisa.


" Mas tak bisakah kau menghargai usahaku untuk menjadi istri yang baik untuk mu, aku selalu berusaha menjadi apa yang kau ingin kan, aku selalu berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mu terlepas bagaimana kau memperlakukan ku, tak bisa kah kau memperlakukan ku sama dengan memperlakukan Irni, kami juga istri mu mas" Arkha menatap tajam Marisa yang mulai menangis di hadapan nya.


"Simpan air matamu, aku tak akan pernah iba hanya karena melihat air matamu itu" Arkha pergi meninggalkan Marisa yang masih menatap kepergian suami sampai punggung Arkha menghilang di balik pintu ruang kerja nya.


Marisa mengusap kasar air matanya, dia segera pergi meninggalkan tempat itu dan membuang cake buatan nya ke tempat sampah.

__ADS_1


"Tega kamu mas, aku tau aku lah yang memintamu untuk menikahi ku, tapi bukan pernikahan seperti ini yang ku ingin kan" Kilatan amarah terpancar jelas di wajah cantik nya.


__ADS_2