Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
GPN 12


__ADS_3

"Sudah bangun? Bagaimana apa sekarang sudah lebih baik?" ucapnya, Ku lihat mas Arkha datang dengan seorang dokter. Apa aku di rumah sakit? Pertanyaan itu muncul di pikiran ku.


"Sudah lebih baik" Ucapku, aku memegang kepalaku yang masih terasa berat juga tubuh ku masih terasa begitu lemas.


"Biar saya periksa dulu" Aku pun hanya terdiam saat dokter mulai memeriksa ku dari denyut nadi, jantung, lidah juga mata.


"Bagaimana keadaan nya dok?" Tanya mas Arkha gelisah Terlihat dari raut wajah nya yang tak tenang.


"Gak ada masalah yang serius, nyonya hanya kecapean saja, jangan terlalu banyak pikiran apalagi sampai di buat stres ini saya resep kan vitamin yang harus rutin di minum" Dokter itu menyerahkan secarik kertas yang langsung di Terima oleh mas Arkha.


"Terimakasih dokter," Mas Arkha mengantarkan dokter itu keluar, tak lama kemudian dia datang lagi menghampiri ku yang masih terbaring lemah.


"Aku kenapa mas, ko bisa ada sini apa ini di rumah sakit?" Tanyaku penasaran. Mas Arkha mengusap lembut rambut ku lalu meraih tangan ku dan mengecupnya.


"Jangan melakukan hal seperti tadi, mas sampai panik di buat nya sebenarnya ada masalah apa sampai membuat mu menangis sampai tak sadarkan diri?" Tanya mas Arkha lembut. bukan nya menjawab pertanyaan ku dia malam berbalik tanya Baru kali ini kudengar suara mas Arkha yang lembut memang aku tak pernah dia bentak tapi mas Arkha belum pernah bicara selembut dan sehati hati sekarang.


Aku menatap nya dalam, mas Arkha juga menatapku. Ku hembuskan nafas berat sebelum aku mulai bercerita sebetulnya aku belum mau memberi tahu mas Arkha tentang papa, tapi jika aku gak memberitahu nya siapa yang akan menolong ku untuk membantu papa keluar dari dingin nya lantai lapas.


"Ceritakan jika ingin ada yang di ceritakan jangan di pendam sendiri" Ucapnya membuat ku lebih mantap untuk bercerita dan meminta bantuan mas Arkha untuk mengeluarkan papa dari penjara meskipun aku kurang yakin akan berhasil.


"Sebenarnya tadi Maura telpon aku mas, dia minta tolong buat bantu keluarin papa dari penjara " Ku lihat mas Arkha masih dengan wajah yang tenang belum ada expresi apa apa di sana.


"Lalu?" Tanya nya.

__ADS_1


"Aku ingin membantu papa, tapi aku bisa apa sementara aku ingin keluar dari sini saja tidak mas perbolehkan " Kulihat mas Arkha menghela nafas lalu kembali menatap ku.


"Sebenarnya mas sudah tau kasus papa kamu dari beberapa hari yang lalu, tapi mas gak mau kasih tau kamu supaya kamu gak kepikiran" Aku menatap mas Arkha terkejut bisa bisanya dia menyembunyikan ini semua dari aku.


"Mas, bisakah aku bantu papa keluar dari dalam penjara?" Tanya ku, kulihat mas Arkha mengangguk.


" Tanpa kamu minta aku bakal bantu papa kamu keluar dari dalam penjara, tapi akan sangat sulit karena papa kamu kena pasal pembunuhan berencana" Aku kembali terkejut mendengar ucapan mas Arkha, sejauh itu dia tau kasus papa. Apa dia memata matai papa selama ini.


"Sudah jangan banyak pikiran sekarang kamu istirahat mas mau panggil Ella untuk membawakan kamu makanan, urusan papa biar mas yang urus kamu gak usah khawatir" Aku mengangguk lemah, lalu mas Arkha bangkit dan meninggalkan ku sendirian di ruangan ini, dia bilang akan memanggil Ella berarti ini bukan di rumah sakit lalu di ruangan apa aku sekarang.


Ku dengar suara pintu terbuka, Ella masuk dengan membawa nampan berisi makanan sambil tersenyum Ella menghampiri ku.


"Nyonya sudah baikan, makan dulu ya tadi saya panik sekali saat melihat anda tak sadarkan diri" Ucapnya sambil membuka satu persatu tutup makanan yang dia bawa.


"Anda ada di ruang perawatan nyonya, ada di rumah utama ruangan ini di khusus kan untuk istri istri tuan Arkha di periksa dan di rawat jika mereka sakit karena tuan Arkha tidak mungkin membawa istri istrinya keluar dari dalam rumah ini" Ucapnya membuat ku mengangguk mengerti.


"Nyonya makan dulu, terus minum vitamin nya untuk sementara sebelum anda pulih anda akan tinggal di rumah utama dulu dan tidur di kamar tuan Arkha" Aku cukup terkejut mendengar ucapan Ella pasalnya dalam Perjanjian sangat tidak di perbolehkan istri mas Arkha tidur di dalam kamar nya, jangan kan untuk tidur sekedar masuk saja tidak boleh.


"Baiknya nanti ku tanyakan pada mas Arkha tentang perjanjian itu, dia yang buat dia pula yang melanggar" Batin ku.


Selesai makan aku segera meminum vitamin yang Ella berikan, ternyata di sini sudah komplit semua tak perlu lagi pergi ke apotek jika ada yang sedang sakit, semua perlengkapan medis, obat obatan dan yang lain nya sudah tersedia.


"Mas Arkha kemana Ella?"

__ADS_1


"Tuan Arkha sedang menemui tuan Heru di ruang kerjanya, jika anda sudah kuat jalan mari saya antar ke kamar tuan di lantai atas" Aku sedikit ragu untuk ikut dengan Ella masalahnya mas Arkha belum memberi tahu ku secara langsung.


"Apa yang kau ucapkan itu benar El, bagaimana jika nanti aku di usir saat sudah masuk kedalam kamar mas Arkha" Kulihat Ella terkekeh pelan, entah apa yang dia tertawakan apa mungkin dia mentertawakan aku.


"Sudah kuat belum, kalau sudah kuat ayok saya antar kan atau mau nunggu tuan Arkha biar nanti di gendong" Ucapnya sambil tersenyum usil, membuatku tersenyum malu.


Aku segera turun dari ranjang tempat ku berbaring barusan, tubuh ku masih saja terasa lemas, tapi kepala sudah tak begitu pusing Ella menuntunku keluar ruangan rumah besar ini terasa sepi, padahal begitu banyak pelayan di sini tapi seperti tanpa penghuni.


"Ke sini nyonya, kita naik lift saja kalau naik tangga lama" Ucapnya membuatku sedikit terkejut, ternyata di rumah ini ada lift nya. Ella membawaku masuk kedalam lift berukuran sedang hanya muat untuk 3 orang saja seperti nya kulihat Ella menekan tombol 3 berarti rumah ini juga ada 3 lantai tapi yang kulihat hanya ada dua lantai saja.


"El, apa rumah ini ada 3 lantai? Tapi kulihat hanya ada dua lantai saja" Tanya ku pada Ella yang sedari tadi terus menopang tubuhku yang terasa lemas jika saja Ella tak menahannya sudah di pastikan aku bakal ambruk.


"Rumah ini memang ada 3 lantai, lantai ketiga itu di khusus kan untuk ruangan pribadi tuan Arkha, termasuk kamarnya ada di sana juga" Aku mengangguk mengerti lift pun sudah berhenti di lantai tiga Ella membantuku keluar dengan agak susah payah, aku yang memiliki tubuh tinggi sementara Ella tubuh nya hanya sampai bagian leher ku saja tentu akan agak kesulitan memapah ku sejauh ini.


Sampai di depan pintu kamar Ella membuka kamar itu tanpa ragu, berbeda dengan ku yang merasa sangat gugup dan ada sedikit rasa takut untuk memasuki kamar mas Arkha saat kulihat kamar mas Arkha yang begitu besar dan mewah namun tetap desain khusus laki laki.


"Duduk di sini nyonya, ternyata anda berat juga " Ucapnya sambil terkekeh, Membuatku ikut tertular. ku edar kan pandangan ke setiap sudut kamar mas Arkha terlihat begitu nyaman.


"Nyonya saya kembali ke bawah ya, anda gak apa kan di sini sendiri dulu nanti tuan Arkha juga gak lama lagi kembali"


"Emm, baiklah El, Terima kasih sudah membantuku sampai di sini" Ella hanya tersenyum, kemudian keluar dari dalam kamar. Tak lama setelah kepergian Ella knop pintu kembali berputar menandakan akan ada yang masuk kedalam kamar ini.


"Bagaimana kalau mas Arkha mengusir ku saat dia tau aku ada di kamar nya "

__ADS_1


__ADS_2