
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Waktu terus berlalu,sudah hampir seminggu ini Vivian membalas semua pesan yang dikirimkan oleh barca. Dia tidak ingin barca curiga hingga dua hari lagi genap seminggu,Vivian sudah mengganti nomor nya dan tidak menghubungi barca lagi membuat Barca langsung terbang ke kota dimana Vivian berada.
Vivian mulai membuka usaha kecil-kecilan di negara yang cukup besar itu,hanya saja dia tinggal di daerah perkampungan yang sangat jauh dari kota.
Vero, teman Vivian yang bekerja di club sebagai batender. Dia melayani customer dengan memberikan campuran minuman yang menenangkan ,dia belajar di luar negri saat dia masih muda. Dia harus menghidupi nenek nya saat ini,karena itu lah dia belajar dengan giat dan mendapatkan banyak uang .
Vero merupakan seorang gay,dia penyuka sesama jenis. Karena itu lah Vivian lebih dekat dengan nya,apalagi Vero sudah memiliki kekasih yang cukup tampan dan kaya sehingga setelah menjadi kekasih pria itu. Vero tidak diijinkan untuk bekerja lagi,semua kebutuhan nya di penuhi oleh kekasih nya itu.
__ADS_1
Maka nya saat ini Vero ingin kembali ke kampung kecil nya,dia ingin mengunjungi nenek nya untuk sementara waktu dan membantu Vivian membuka usaha kecil disana. Dia menjual rumah kedua orang tua nya yang berada disamping rumah nenek nya,karena memang setelah membantu Vivian. Vero akan kembali ke negara kekasih nya dan tinggal disana bersama sang nenek selama nya .
Sedangkan toko yang dibeli oleh Vivian berada disebelah lainnya rumah nenek cari,sehingga vero bisa membantu Vivian sesekali sebelum meninggalkan Vivian disana sendirian.
"trima kasih karena sudah membantu ku vero, kau malaikat ku " ucap Vivian dengan lembut
"yoi....ngak masalah kok ,aku mengerti. Kamu dah bantu aku kesini aja aku dah seneng,tapi ingat janji mu. Jangan beritahu Alicia dan lira,aku ngak mau mereka khawatir pada ku say " ucap Vivian yang mulai mengingat kembali apa yang dia katakan pada Vero sebelum sampai disini.
Vivian membuka sebuah kedai kopi,bukan cafe karena tempat nya termasuk kecil. Toko yang memiliki satu kamar tidur dan satu kamar mandi ,itu pun tidak begitu besar karena memang toko itu dulu nya dibuat untuk pria lajang. Ada ruangan lain nya,seperti ruang tamu yang biasa digunakan untuk makan dan untuk meletakan bubuk kopi yang sudah dipesan juga sebuah dapur kecil.
__ADS_1
Dibagian belakang ada halaman kecil,biasa digunakan untuk menjemur pakaian . Warga di kampung ini masih mencuci menggunakan tangan,terkadang mereka pergi ke sungai yang berada tak jauh dari rumah mereka .
Vero membantu Vivian membereskan semua nya,karena toko itu sudah cukup lama tidak di tempati. Setelah semua selesai,Vivian dibantu vero pergi ke kota yang cukup jauh dari sana. Dia akan berbelanja keperluan toko,dia akan menjual kue dan kopi di toko itu nanti.
Apalagi di depan toko milik Vivian ada sebuah pabrik,jadi Vivian dan vero yakin kalau nanti nya akan banyak pembeli yang mampir kesana . Dulu juga seperti itu,hanya saja pemilik toko nya sudah menikah dan mendapatkan wanita yang cukup kaya . Mereka pindah dan menjual toko kecil itu dan hidup di kota lainnya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1