
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Barca sudah menjemput Vivian lebih cepat,dia sudah menyiapkan sebuah cincin bermata berlian berwarna putih. Yang menandakan cinta tulus dari nya ,dia berharap Vivian menerima nya kali ini. Selama ini Vivian selalu menolak nya,walaupun tidak secara langsung tapi dia berusaha menghindari barca jika Barca masih mengatakan mengenai menikahi nya.
"kamu dah siap ?" tanya Barca .
Vivian baru saja selesai memakai pakaian dan kini dia sedang ingin mengoleskan make up tipis diwajah nya agar tidak terlalu pucat,Vivian hanya tersenyum melihat Barca yang sudah masuk kedalam kamar nya sesuai hati.
Barca sudah mengetahui password apartemen milik Vivian,dia bahkan mengaku sebagai tunangan dari Vivian pada bagian keamanan di apartemen itu . Barca juga bebas keluar masuk apartemen nya ,tanpa perduli apa yang dipikirkan oleh Vivian.
Sebagian penghuni apartemen sudah mengetahui mengenai Vivian yang sering membawa pria kedalam apartemen nya, mereka tidak perduli sama sekali hanya saling bertegur sapa saja
"kau selalu begitu ,tidak pernah mau menunggu didepan saja" ucap Vivian dengan ketus.
"ha...ha....aku sudah merindukan mu,makanya datang lebih cepat tapi seperti nya kau tidak merindukan ku ya? Besok aku akan pergi,kau tidak boleh merindukan ku karena pekerjaan ku sangat banyak,tapi kau harus memberikan kabar pada ku setiap hari " Jawab barca dengan tawa nya yang cukup keras
cup
__ADS_1
Barca mencium Vivian yang sudah memakai lipstik nya,membuat Vivian cemberut. Barca kembali tertawa,dia suka mengambil kesempatan untuk mencium Vivian karena jika dia minta maka Vivian tidak akan mau melakukannya.
Selama ini barca berpikir jika Vivian merupakan wanita yang bisa dibayar dengan uang,pertama kali barca bertemu Vivian. Dia juga menawarkan uang agar Vivian tidak mengganggu papa nya dan bersedia menikahi Vivian, tapi Vivian malah menolak nya bahkan mengembalikan mobil yang diberikan oleh Arka pada Barca.
Saat itu barca merasa penasaran,dia mencari tau mengenai kehidupan Vivian hingga akhirnya dia tau kalau papa nya memanfaatkan kepolosan dari Vivian untuk menjadi wanita simpanan nya yang berakhir dengan kehamilan. Barca yang merasa kasihan pada kehidupan Vivian,memilih untuk tetap menikahi Vivian. Dia ingin mencoba mengambil hati Vivian tapi tetap saja hal itu tidak siram oleh Vivian,dia malah ingin pergi menjauh dari kehidupan Arka.
"hah....aku Ngak suka kamu cium begitu,kamu itu anak ku" ucap Vivian dengan ketus.
Sudah sering Vivian mengatakan hal itu,tapi barca tidak perduli dan selalu menjawab dengan tawa dibibirnya . Entah kenapa barca sering sekali tersenyum dan tertawa bila melihat kelakuan Vivian ,apa pun itu.
"kau itu anak dari pria yang menghamili ku,jelas dong kalau kau itu juga anak ku. Walaupun bukan lahir dari rahim ku tapi kau anak tiri ku " jelas Vivian seperti biasa nya.
Barca masih tertawa,dia mendekati Vivian yang sudah berdiri dan berjalan keluar dari kamar nya. Barca menggandeng tangan Vivian dengan erat,Vivian memang lebih tua setahun dari barca tapi barca tidak perduli.
"tapi anak nya udah ngak ada,nanti aku yang buat untuk mu agar bisa jadi anak kita " jawab Barca dengan tenang,Vivian hanya menggelengkan kepala nya saja.
Vivian memang sangat ingin mempunyai seorang anak ,agar dia memiliki keluarga sendiri walaupun nanti nya dia harus membesarkan anak nya sendiri. Rencananya sehabis pulang dari rumah kedua orang tua barca,maka Vivian akan mengambil kesempatan untuk melakukannya dengan Barca sebelum barca pergi dari kota ini.
__ADS_1
"malam bu vivi,ini mas barca ya ?" sapa seorang wanita yang berpenampilan cantik dan elegan.
Wanita itu adalah wanita yang tinggal tak jauh dari unit apartemen milik Vivian,dia pernah menanyakan mengenai barca karena dia merasa menarik dan suka pada pria kekar itu.
"malam sya,kamu ngak jalan-jalan sama teman mu? ini kan malam minggu " jawab Vivian dengan lembut
"Ngak bu,lagi pengen sendirian aja hhmm....mas barca apa kabar ?" ucap wanita yang bernama sasya itu.
"apa aku mengenal mu ?" tanya Barca yang dari tadi menatap tajam pada wanita didepan nya ini,dia tidak suka melihat wanita yang seperti merayu dirinya .
"eekkhmmm...barca,ini sasya. Dia tetangga mama,kamu jangan bersikap ketus begitu dong. Ngak baik,sasya ini menyukai mu " jelas Vivian dengan lembut..
Mata barca membulat sempurna mendengar ucapan Vivian, dia kesal karena Vivian berbuat seenak nya pada nya. Dia yakin kalau Vivian sudah mengatakan yang tidak-tidak pada sasya,tapi dia tidak perduli pada semua nya .
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1