
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Alicia hanya bisa memandang Vivian yang berjalan dengan cepat ke arah luar,sedangkan Barca berlari mengejar Vivian dan akan mengantarkan wanita hamil muda itu kembali ke apartemen nya .
Vivian celingukan mencari taksi atau motor yang lewat disana,dia ingin segera pergi dari sana dan tidak berurusan dengan keluarga Arka lagi. Siapa pun itu,baik Arka ataupun Barca. Dia ingin menyendiri dan mengurus semua nya sendiri,dia tidak butuh tanggung jawab apa pun dari Barca atau pun Arka.
"vi....kamu mau kemana?sudah aku katakan ,kita akan pulang bersama " banyak Barca yang sudah bisa menarik tangan Vivian.
"Maaf,tolong jauhi aku. Aku ingin hidup dengan baik,aku ngak butuh kamu atau papa mu untuk tanggung jawab " jawab Vivian dengan ketus
"ayo ,masuk kedalam mobil" perintah Barca sambil menarik tangan Vivian tapi Vivian menahan nya,dia menghempaskan tangan Barca yang kembali menarik tangannya .
"Ngak usah ,aku ingin pulang sendiri saja" jawab Vivian dengan tegas.
Barca sudah tak sabar dengan wanita hamil muda itu,dia mengangkat tubuh wanita itu dan memanggul nya di bahu nya. Dia yakin jika Vivian tidak akan mau ikut bersama nya,sehingga dia hanya perlu mengangkat tubuh Vivian dan memasukan nya kedalam mobil miliknya.
__ADS_1
"hei.....turunkan Aku,sudah aku katakan. Kau tidak usah memperdulikan aku,aku ngak butuh tanggung jawab kalian dan aku janji ngak akan mengganggu kalau selama nya " teriak Vivian dengan ketus dan kesal
"diam lah,aku akan tetap menikahi mu . Walaupun tidak ada anak didalam perut mu,aku akan bertanggung jawab karena papa ku sudah mengambil kesucian mu " jelas Barca saat mereka sudah sampai didalam mobil nya .
Vivian melotot,dia tidak percaya jika Barca mengetahui hal itu dengan jelas. Dia menatap ke arah Barca dengan tatapan tajam nya,dia tidak butuh dikasihani. Bagi nya menjauh dari keluarga Arka lebih baik,dia tidak mau berhubungan dengan mereka lagi .
"Aku tidak butuh itu,kau bisa pergi setelah mengantarkan aku pulang . Aku harap tidak pernah bertemu dengan mu lagi,jadi tolong jauhi aku " jelas Vivian yang sudah tidak bisa keluar dari dalam mobil milik Barca
Pria itu sudah mengunci pintu mobil dan menjalankan mobil nya menuju apartemen milik Vivian yang sudah dijual nya,sebentar lagi Vivian akan pindah dari sana dan kota itu. Dia tidak akan mau berurusan dengan Arka ataupun Barca sama sekali,dia ingin pergi menjauh dari kedua nya .
Vivian menutup pintu mobil milik Barca dengan keras,dia berjalan dengan cepat menuju gedung apartemen nya. Dia ingin sekali pergi segera dari sana,dia sedikit berlari tanpa melihat ada lubang di jalanan didepan nya.
Bruuuk....
"awww...."
__ADS_1
Teriak Vivian,dia terjatuh ke aspal depan gedung apartemen itu. Membuat Barca yang dari tadi hanya memperhatikan dari dalam mobil langsung berlari keluar,dia mendekati tubuh Vivian yang sudah terjatuh dan memegangi bagian perut nya.
"Vivian...." panggil barca dengan nada khawatir,Barca melihat darah mengalir di bagian paha Vivian.
Kemudian dengan cepat Barca menggendong Vivian,dia melihat wajah Vivian yang sudah pucat karena melihat darah yang mengalir di paha nya. Vivian menatap ke arah Barca yang berada tepat didepan nya,tangan nya juga sudah mengalungkan di leher barca karena dia takut jatuh.
"Barca....anak ku,ssshhtt....perut ku sakit ,apa apa anakku baik-baik saja " ucap Vivian dengan nada khawatir,dia takut sesuatu terjadi pada bayi nya yang baru beberapa bulan.
"semua akan baik-baik saja,kamu ngak perlu khawatir. Dia pasti kuat didalam sana " jawab Barca yang sudah menjalankan mobil nya menuju rumah sakit terdekat.
"sakit....Barca,Ini sakit " desis Vivian dengan rintihan di bibir nya .
"tenang lah,sebentar lagi kita sampai " jawab Barca dengan tatapan lembut nya,satu tangannya mengelus puncak kepala milik Vivian dan berusaha menenangkan wanita itu .
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘