Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
Episode 93


__ADS_3

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


Setelah barca keluar dari kedai nya,tubuh Vivian melorot ke lantai. Dia menangis sejadi-jadi nya hingga mata nya sembab,isak tangis nya masih terdengar jelas saat oscar berlari masuk kedalam kedai dengan wajah panik.


"mbak.....mbak vivi" teriak oscar dengan cukup kuat membuat Vivian segera menghapus air mata nya dengan cepat


Oscar berniat mengambil pakaian ganti,karena dia lupa membawa nya tadi. Tapi saat sampai didepan kedai,dia melihat keadaan yang muali ramai dan jalanan yang macet . Dia yakin jika ada kecelakaan atau sesuatu yang lain,makanya dia mencoba mencari tau apa yang terjadi hingga akhirnya dia melihat barca yang terduduk dengan luka di bagian wajah nya.


Barca diserempet mobil,dia yang memang tidak berniat hidup lagi memilih untuk duduk. Semua salah barca bukan pengendara itu,karena barca lah yang berjalan ke jalanan yang ramai saat itu.


"ada apa?jangan teriak-teriak,mili lagi tidur" ucap Vivian dengan ketus,dia merasa kesal melihat tingkah oscar yang berlarian dan berteriak sesuka hati nya saja.


"pak barca,dia kecelakaan didepan " jawab oscar membuat jantung Vivian seperti berhenti.

__ADS_1


Vivian berdiri dan berlari keluar,dia berusaha untuk tenang dan melihat semua nya. Saat keluar dari dalam kedai nya,dia mendengar beberapa orang berteriak ke arah Barca yang hanya diam di aspal tengah jalan. Barca seperti tidak berniat untuk menyingkir dari sana,walaupun semua orang memaki dan memarahi nya.


Barca tidak peduli,dia membuat kemacetan disana semakin parah. Vivian berusaha untuk mendekat,tapi tak lama dia melihat tasya sudah berlari mendekati nya lebih dulu. Tasya ingin membantu barca untuk menyingkir dari sana tapi tanpa disangka,tangan tasya ditepis oleh barca.


"pergi,jangan ganggu aku. Aku ingin disini,jika kalian ingin menabrak ku. Tabrak saja,aku ngak akan menuntut kalian. Leboh cepat aku mati,malah lebih baik" ucap Barca dengan tegas dan cukup kuat


Semua orang disana terkejut,mereka melotot dan kembali memarahi dan memaki barca dengan keras. Vivian yang lebih terkejut,sedangkan tasya tidak bisa melakukan apa pun lagi.


"Kalau mau mati jangan disini"


"sana ke laut aja "


Semua orang mengumpat dan memarahi barca,tasya memilih untuk mundur. Dia menatap ke arah vivian yang juga ada disana,dia yakin jika semua nya karena Vivian tapi dia juga tidak bisa ikut campur dengan apa yang terjadi pada Vivian dan barca.

__ADS_1


Vivian mendekati barca,dia menarik tangan barca dan hendak membantu pria itu. Air mata nya sudah mengalir dengan deras di pipi nya,dia tidak menyangka jika Barca akan melakukan hal gila seperti ini.


"pergi.....jangan ganggu aku " teriak barca,dia menghempaskan tangan Vivian juga tanpa melihat siapa yang menarik tangannya


"Aku ingin mati,aku ngak akan ganggu kalian lagi . Pergi...." teriak barca dengan keras,air mata nya sudah mengalir dengan deras di pipi nya juga


"barca....."


Suara Vivian menghentikan tangisan nya,dia mengangkat kepala nya dan menatap ke arah vivian. Dia tersenyum dan terus menatap Vivian yang sudah menangis,Vivian berlutut dan duduk disamping barca. Dia memeluk tubuh barca sambil trus menangis, dia tidak tau kalau Barca akan menjadi satu ini.


bersambung


Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2