
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Barca kembali dengan cepat,belum sampai seminggu dia sudah berada di apartemen Vivian. Dari bandara dia sengaja kesana,dia menekan password di depan pintu tapi password itu sudah diganti,sehingga dia hanya bisa memencet tombol nya saja .
klik
Pintu apartemen terbuka,disana berdiri wanita cantik dan seksi yang pernah di lihat oleh barca. Barca yang merasa khawatir dengan keadaan Vivian langsung menerobos masuk kedalam apartemen itu,wanita itu hanya diam saja dan tersenyum lembut.
"vi....vi....sayang "
Teriakan barca terdengar cukup kuat,dia berjalan menuju kamar yang dulu sering dia tiduri dengan Vivian. Kamar itu terlihat berbeda,tempat tidur dan dekorasi nya juga sudah berbeda.
"kakak cari kak Vivian ?" tanya wanita yang hanya memakai dress tipis ditubuh nya .
__ADS_1
"kamu....tasya kan? dimana Vivian ?" tanya Barca, membuat wanita cantik didepannya tersenyum senang karena barca mengingat nama nya. Padahal selama ini Vivian yang selalu menyebut nama tasya,bahkan berusaha menjodohkan nya dengan Barca.
"kakak ngak tau ?kak Vivian sudah menjual apartemen ini ,tadi nya sama om Bram tapi aku tukar tambah sama apartemen aku yang di samping dan om Bram mau. Jadi nya sekarang apartemen ini punya ku " jelas tasya dengan nada senang nya
Vivian memang sempat mengatakan pada tasya untuk terus mengejar barca,karena dia yakin kalau tasya adalah wanita yang baik untuk barca. Jadi Vivian terus menyemangati tasya agar tidak menyerah untuk mengejar cinta barca
"hah.....ngak Mungkin,kami baru dua hari ngak bertemu. Mana mungkin Vivian pergi gitu aja" bentak barca dengan nada kesal nya...
Barca pergi tanpa mengatakan apa pun,dia menuju ruangan administrasi apartemen dan meminta keterangan mengenai apartemen Vivian dan semua nya benar. Kemudian barca meminta pada mereka untuk melihat aktifitas Vivian do apartemen seminggu yang lalu,dia yakin ada sesuatu yang terjadi makanya Vivian pergi begitu saja
"Papa...." gumam barca dengan nada geram nya,dia melihat bagaimana Arka mengancam Vivian dan memberikan uang pada nya begitu saja.
Barca juga melihat Arka keluar dengan membawa koper dan semua barang nya dari dalam apartemen,hati nya merasa sakit saat melihat Vivian terjatuh dilantai dengan menangis dan memegangi dada nya .
__ADS_1
Barca mengucapkan terima kasih dan memberikan beberapa uang untuk para penjaga cctv,dia melajukan mobil nya kembali menuju rumah kedua orang tua nya. Dia ingin membeirkan pelajaran pada papa nya karena sudah berani mengancam Vivian seperti itu.
"sayang....kamu dah pulang,kok cepat ?bukan nya dua hari lagi?" tanya mama barca dengan lembut,mata wanita paruh baya itu menatap ke arah belakang barca. Biasanya ada Vivian disana,tapi hati ini barca tidak membawa Vivian
"dimana calon mantu mama?kok ngak diajak sih?" tanya mama barca dengan wajah cemburu berat pada sang anak.
"tanya aja sama papa,papa sudah mengancam Vivian dan menyuruhnya menjauhi aku ma" jawab Barca dengan emosi,dia tidak perduli lagi kalau kedok papa nya terbongkar oleh mama nya.
Arka yang baru saja keluar dari kamar nya berjalan mendekati barca dan istri nya,dia menatap ke arah Barca tidak suka karena ucapan barca yang mengadu pada istri nya. Tapi tanpa Arka sangka,ternyata barca memukul wajah Arka dengan cukup keras.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ
__ADS_1