
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
Malam ini merupakan malam panjang bagi keduanya,mereka melakukan lagi dan lagi hingga dini hari. Barca tidak membiarkan tubuh Vivian menganggur begitu saja ,berkali-kali juga barca menyemburkan benih didalam rahim milik Vivian. Dia berharap Vivian bisa hamil anak nya dan mereka hidup bersama berdua selama nya tanpa ada pengganggu ,walaupun Arka tidak akan merestui mereka. Barca tidak perduli sama sekali,dia hanya akan membawa Vivian pergi ke kota nya.
Pagi ini,Vivian bangun lebih dulu . Dia harus memastikan kalau Barca berangkat ke kota nya,karena sore hari nya dia juga akan pergi dari sini. Dia akan menitipkan kunci apartemen pada pihak keamanan disini,kemudian memberitahukan pada pembeli apartemennya kalau apartemen nya telah kosong dan bisa ditempati.
Semalam Vivian mendapatkan telpon dari pembeli apartemen,mereka sudah mentransfer sisa uang nya dan meminta Vivian pergi minggu ini. Jadi tidak ada alasan lagi untuk Vivian menunggu,lagi pula dia sudah menemukan pekerjaan di negara kecil lainnya yang akan di tempati. Dia tidak memberitahukan kota dan tempat tinggal nya pada Alicia dan lira,karena mereka hanya akan berhubungan melalui media sosial .
Vivian akan mengganti nomor ponsel nya setelah berada disana,hanya sesekali dia akan membuka media sosial nya karena dia tidak ingin Alicia dan lira mengetahui tempat tinggal nya dan memberitahukan semua nya 0ada barca.
"sayang....bangun ,nanti kamu terlambat ke bandara " ucap Vivian dengan lembut
Barca menarik tubuh Vivian dan memeluknya ,dia menghirup aroma sabun ditubuh Vivian kemudian membuka mata nya dengan cepat. Membuat Vivian tersenyum kecil,Vivian mengecup bibir barca.
__ADS_1
cup
"kamu udah mandi?" tanya Barca yang mencium leher Vivian dengan lembut.
"Hhmmm....kenapa?Kau mau mandi bersama?harus nya kau bangun lebih dulu, jadi kita bisa mandi bersama "jawab Vivian sambil tangannya meraba rahang tegas milik Barca
"ya....ayo kita mandi bersama " ucap Barca yang langsung bangkit dan menggendong tubuh Vivian.
Vivian hanya bisa tertawa dengan keras,dia tidak menolak sama sekali walaupun tubuh nya sudah merasa lelah dan sudah mandi tapi dia ingin memberikan pelayanan yang baik pada Barca untuk terakhir kali nya.
Tubuh kedua nya sudah berada didalam bath up,wajah Vivian sudah basah sehingga barca tidak menyadari kalau Vivian sudah menangis dengan tersenyum. Vivian berusaha tersenyum ,walaupun hati nya sakit.
Setelah bergumul dikamar mandi,Vivian membantu barca memakai pakaiannya. Begitu juga dengan nya,dia hanya memakai pakaian santai . Dia akan mengantarkan barca ke bandara,kemudian dia akan membereskan barang-barang nya segera dan mengantarkan nya ke rumah kedua orang tua barca .
__ADS_1
"sarapan yuk,aku sudah buatkan nasi goreng telur ceplok kesukaan mu " ajak Vivian sambil bergelayut manja dilengan barca.
Barca mengangguk dan tersenyum,dia memang sangat menyukai masakan Vivian. Terasa pas di lidah nya,dengan bergandengan tangan mereka menuju dapur.
Vivian terus menatap wajah barca,wajah yang terakhir kali akan dia lihat dalam hidup nya. Pria yang bisa membuat nya jatuh cinta,tapi semua nya sudah terlambat. Dia akan mengenang dan menikmati saat-saat terakhir bersama dengan barca,jadi dia menatap wijaya barca dengan senyuman manis nya .
"Kenapa melihat ku seperti itu hhmmm? kau sudah menyadari kalau aku lebih tampan dari pria-pria yang mendekati mu hah?" tanya Barca dengan menyipitkan sebelah mata nya
"ha...ha....ya,kau sangat tampan. Aku suka,atau lebih tepat nya aku sudah jatuh cinta pada mu " jawab Vivian tanpa malu .
"benarkah?berarti kau menerima lamaran pernikahan ku minggu depan kan?" tanya Barca dengan semangat dan mata yang berbinar-binar
Vivian hanya menganggukan kepala nya saja dan tersenyum,dia tidak mungkin mengatakan kalau dirinya akan pergi dan meninggalkan semua nya disini sekarang.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘