
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Samuel langsung memeluk tubuh lira dengan erat,dia merasa sangat senang karena lira menerima nya dengan cepat. Samuel mengajak lira untuk tidur,malam ini samuel tidak ingin membuat lira kelelahan karena dia berniat membuat lira lelah saat malam pengantin mereka.
Lira menuruti samuel untuk tidur,mereka tidur berpelukan sampai pagi hingga akhirnya lira bangun lebih dulu . Lira menatap wajah samuel yang terlihat masih terlelap,wajah samuel yang tampan. Lira jadi teringat tubuh atletis milik samuel yang begitu menggoda nya,apalagi batangan samuel yang terbilang sangat besar dari batangan milik pria-pria yang pernah dia layani dulu.
Seketika wajah lira bersemu,dia tersenyum lebar kemudian bangkit dari tidur nya menuju kamar mandi. Dia terbiasa bangun pagi,sehingga dia bisa melakukan semua nya sendiri tanpa bantuan orang lain.
Setelah membersihkan diri,lira keluar dari kamar dengan dress yang dibelikan oleh samuel. Dia berjalan menuju dapur yang amis berada dilantai atas,dia tau dapur itu karena semalam dia sempat melihat nya.
Deg...
Lira terkejut melihat seorang wanita cantik dan anggun sudah berada didapur itu,dia tidak yakin jika wanita didepannya ini merupakan karyawan samuel karena setau lira karyawan samuel memakai pakaian seragam. Dia melihat nya semalam,semua nya memakai seragam.
__ADS_1
Jantung lira berdegub dengan kencang,dia tidak ingin berpikiran buruk tapi saat ini hanya itu yang bisa dia pikirkan. Dia jadi yakin kalau wanita yang sedang bergelut didapur ini adalah wanita milik samuel,dia melihat wanita itu membuatkan makanan dan minuman kesukaan samuel.
Lira tau apa yang tidak dan disukai oleh samuel,mereka pernah berbagi cerita dulu. Makanya samuel selalu merasa nyaman jika berdekatan dengan Lira,dada lira terasa sesak. Dia tak menyangka jika hati nya yang tadi berbunga-bunga kini sudah terluka,mata nya sudah berkaca-kaca dan air mata nya akan segera turun dari mata nya jika saja dia mengedipkan mata nya saat ini.
"eh ...kakak ipar sudah bangun?Ayo sini,aku sudah masak untuk sarapan kita " ucap dara yang sudah selesai memasak.
Dara memang selalu bangun lebih pagi,dia akan menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan putri nya dan menyiapkan nya untuk pergi ke sekolah,jika hari libur dara juga melakukan hal yang sama. Hanya saja dia tidak mengajak putri kecil nya untuk ke sekolah, melainkan untuk berolah raga ditaman dekat rumah mereka .
Deg...
"kak...kok masih berdiri disana sih ? ayo kesini,bantuan aku nyusunin makanan nya diatas meja. Aku mau bangunin anak dan suami aku dulu ya" jelas dara yang langsung mendekati tubuh lira yang masih terpaku tak jauh dari dapur.
"aku dara,adik satu-satu nya kak samuel. Kakak ipar,kak lira kan?selamat bergabung di keluarga kami " ucap dara sambil memeluk tubuh lira.
__ADS_1
Lira merasa malu dan masih terkejut,wanita yang bernama dara ini seperti nya seumuran dengan nya. Atau lebih tua dari nya,tapi dara malah memanggilnya kakak.
"aku ke kamar dulu ya" ucap dara tanpa menunggu jawaban dari lira,dia sudah berjalan dengan cepat menuju kamar yang tak jauh dari dapur.
Kaki lira lemas,dia seperti ingin jatuh ke lantai jika tangannya tidak menahan meja didepan nya. Dengan perlahan dia mulai menenangkan diri nya, menarik nafas panjang dan membuang nya dengan perlahan hingga akhirnya dia tenang .
Lira mulai menyusun masakan yang dibuat dara,dia mencuci peralatan bekas dara memasak dan tak lama lira merasakan seseorang memeluk nya dari belakang dan mencium leher nya dengan lembut. Meninggalkan jejak disana ,membuat tubuh lira menegang.
"sayang....kok cepet banget bangun nya ? Kamu masak semua nya ?" tanya Samuel,ya....pria yang memeluk tubuh lira dan memberikan cap di leher nya adalah samuel.
"bukan....yang masak dara,dia adik om?" jawab lira
"Hhmmm...hanya dia yang aku punya,keluarga ku. Tapi saat ini aku sudah punya kamu, kamu sudah menerima ku untuk menjadi suami mu kan? " ucap Samuel sambil membalikan tubuh lira agar menatap ke arah nya
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘