Gadis Pemuas Nafsu

Gadis Pemuas Nafsu
GPN 08


__ADS_3

Setelah obrolan ku waktu itu dengan mas Arkha, kami tak lagi menjaga jarak mas Arkha juga tak lagi sedingin waktu di awal awal kami menikah, tapi itu hanya berlaku padaku sampai membuat kak Marisa menegur ku.


"hei bocil, kau pasti kasih mas Arkha pelet yah sampe dia berubah hangat gitu padamu," tegur kak Marisa, sambil menatap ku sinis.


"maksud kakak apa?"


"gak usah sok polos deh, kau ini ya muka saja sok polos jarang ngomong tapi ko bisa berbuat curang," ucapnya kemudian melenggang pergi begitu saja. aku hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kakak maduku yang satu itu.


" hey, kenapa melamun?" kak Rania menepuk pundak ku, aku tersenyum ke arahnya.


"enggak ko kak, gak apa tadi abis ngobrol sama kak Marisa"


"gak usah hiraukan dia, cuekin aja apa yang dia omongin gak usah di masukin kedalam hati"


"iya kak"


"sepertinya kau berhasil ya Ir" ucapnya sambil menyenggol bahuku.


"maksud kakak apa?"


"aku diam diam suka memperhatikan kalian loh, dan sepertinya suami kita punya rasa sama kamu Ir" ucapnya sambil tersenyum.


"emmm, itu anu aku sakit perut kak, aku pulang duluan yah" menghindar adalah cara terbaik untuk sekarang aku belum mau membahas masalah ini dulu apalagi kalau sampai ke dengeran sama kak Marisa bisa makin runyam urusan.


___


Di sebuah ruangan privat dalam restoran bintang lima Arkha tengah duduk dengan beberapa rekan kerjanya membahas masalah proyek yang akan mereka kerjakan.


"jadi bagaimana tuan Arkha apa anda setuju dengan usul saya?"


"ya sempurna, saya harap nanti proyek kita tidak akan ada kendala apapun kedepan nya, berjalan lancar seperti biasanya"


"tentu tuan, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk proyek kita ini"


"saya percaya kalian tidak akan pernah membuat saya kecewa" Arkha tersenyum samar.

__ADS_1


"Tuan ada nyonya Eva yang ingin bertemu beliau ada di ruangan privat sebelah" Arkha mengeryit saat mendengar ucapan Heru.


"ada apa dia mau menemui ku?" tanya nya.


"saya kurang tau tuan"


"hmm baiklah kita kesana sekarang, kalian makan lah habis kan makanan ini sudah saya bayar, saya ada keperluan yang lain "


"baik tuan," Arkha berjalan dengan langkah panjang nya, di ikuti oleh Heru di belakang nya.


"ada apa kau ingin bertemu dengan ku Eva?" tanya Arkha tanpa basa basi.


"bisakah kita bebicara hanya berdua saja" Eva melirik Heru, Heru yang mengerti pun tanpa di suruh tuan nya langsung berjalan keluar dari dalam ruangan itu.


"Arkha, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu, ini tentang Helen" wajah Arkha yang tadinya datar kini terlihat ada sedikit kemarahan di sana.


"aku sudah tidak peduli dengan nya, bagiku dia sudah mati " ucapnya dengan nada sedikit kesal.


"Arkha, dia sedang sakit dan dia ingin sekali bertemu dengan mu tolong Arkha temui Helen, dia ingin meminta maaf padamu" Eva mencoba membujuk Arkha berharap rencana nya berhasil.


"baiklah, nanti akan aku sampai kan tapi nanti tolong di pikirkan lagi dia ingin meminta maaf padamu sebelum dia meninggal, Helen sekarang tengah sakit keras Arkha dan kita gak pernah tau sampai kapan dia akan bertahan melawan penyakitnya"


"ya aku mengerti," Arkha mulai tak pokus mengobrol, tiba tiba kepalanya seperti berputar tubuhnya juga mulai terasa panas, Eva yang melihat gelagat aneh Arkha mengernyit heran.


"Arkha, apa kau baik baik saja?" tanya nya khawatir.


"aku gak apa, tolong panggilkan Heru" Eva pun dengan cepat memanggil Heru yang tengah menunggu di depan ruangan.


"anda kenapa tuan,?"


"tolong bawa saya pulang, saya nggak enak badan" ucapnya.


"baik tuan" Heru memapah tuan nya membawanya ke tempat di mana mobil mereka terparkir, meninggalkan Eva yang Kebingungan di dalam sana.


Setelah memasuki mobil, Heru menjalan kan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar tuan nya segera sampai di rumah, setelah satu jam perjalanan mereka pun sampai di depan rumah Arkha.

__ADS_1


"Perlu saya bantu anda turun tuan?" Tawar Heru saat melihat tuan nya dalam keadaan tidak baik baik saja.


"tidak usah, kau pulang lah" ucapnya, kemudian keluar dari mobil dan berjalan dengan sempoyongan masuk kedalam rumah.


____


Di rumah nya Irni tengah tertidur dengan lelap, seperti mimpi dirinya merasa ada yang menindih tubuh nya, kulit leher nya meremang saat nafas hangat menyentuh leher nya.


"m-mas Arkha kamu ngapain di sini?" tanya ku terkejut mata yang tadi begitu berat untuk terbuka kini menjadi terbuka dengan sempurna tak ada lagi kata mengantuk.


ku lihat mas Arkha menatap ku sayu, tubuhnya terasa sedikit panas juga tegang, wajah putih nya terlihat sedikit memerah, tiba tiba rasa takut ku rasakan saat melihat mas Arkha melepas jas kerja nya.


"Irni, tolong layani saya malam ini" tiba tiba tubuhku menengang saat mendengar suara serak mas Arkha, yang meminta hak nya.


"mas kamu kenapa begini?" tanya ku semakin panik saat melihat mas Arkha melepas ikat pinggang nya kemudian mendekat kembali mengikis jarak dengan ku. badan ku semakin menegang saat mas Arkha menarik tengkuk ku dan menyatukan bibirnya, aku yang mulai terbuai sentuhan lembut nya pun perlahan mulai membalasnya meski kaku, jelas saja ini yang pertama untukku. (MP nya sensor yah๐Ÿ˜)


Akhirnya sekarang aku sudah menjadi istri mas Arkha yang sesungguhnya, dia telah melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami, Selesai sudah aku menjalan kan tugas ku sebagai seorang istri,aku tak pernah menyangka kalau aku akan menyerahkan kesucian ku malam ini pada suami ku.


"Terima kasih" ucapnya parau. mas Arkha memeluk tubuh polos ku kemudian tertidur dengan lelap tubuh nya yang tadi terasa panas kini sudah normal kembali. entah aku harus senang atau sedih dengan semua ini namun tak ada kata penyesalan dalam diriku.


Sinar matahari pagi membangun kan ku, tumben Ella belum datang kesini pikir ku, ku lihat di samping ku sudah kosong tak ada orang, kemana mas Arkha apa aku semalam hanya mimpi? ku lihat tubuhku masih polos tanpa busana. aku pun tersadar kalau apa yang terjadi tadi malam itu bukan lah mimpi tapi itu kenyataan.


Aku mencoba bangkit dari tempat tidur dan berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh, selesai mandi ku lihat ada noda merah di atas seprai berwarna putih yang membalut kasur ku. aku tersenyum samar teringat begitu sempurna nya mas Arkha saat mengagahiku, dia memberikan malam pertama terbaiknya, memperlakukan ku dengan lembut.


setelah aku memakai baju, segera ku bereskan seprai bernoda darah itu sebelum Ella datang, akan sangat memalukan jika sampai Ella tau tentang ini, tapi aneh nya sampai sekarang sudah mau jam 8 Ella belum juga datang ke rumah ku, kemana dia sebenernya.


Setelah mengganti seprai ku dudukan diriku di atas ranjang sambil menahan rasa perih di area sensitif ku. tak lama kemudian pintu terbuka telihat Ella datang dengan membawa nampan berisi makanan.


"El, kenapa kau tak membangun kan ku?" tanya ku.


"maaf nyonya, tadi tuan melarang saya untuk membangun kan anda, katanya anda sedang sakit"


"lalu dia kemana?"


"tuan sudah berangkat kerja nyonya, oh iya ini saya bawakan makanan sesuai dengan yang di pesankan tuan Arkha nyonya makan sekarang ya" Aku tersenyum malu, ternyata suami ku mulai mau menujukan perhatian nya padaku sekarang.

__ADS_1


maaf telat up pengen nya up tadi malam untuk malam pertama nya, tapi malah bisanya up sekarang siang siang ๐Ÿ˜…๐Ÿ™ˆ smoga kalian suka sama ceritanya, jangan lupa kasih dukungan ya dearโค


__ADS_2