
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Malik terus menggerakan pinggulnya ,kali ini dia melakukan nya dengan cepat karena dia sudah tak bisa menahan nya lagi . Dia sangat ingin secepat nya menyebarkan benih nya didalam milik sonia agar bisa menghasilkan anak ,dia benar-benar ingin memiliki anak dari rahim sonia.
"kau sempit sekali sayang ,aah aaku sudah tidak bisa menahan nya lagi sssshhhtt" teriak malik dengan cukup keras,begitu juga dengan sonia. Dia sudah mencapai pelepasan entah yang ke berapa kali nya,dia juga ngak tau karena memang milik malik membuat nya puas.
Setelah percintaan yang dahsyat,kini mereka sudah tidur sambil berpelukan . Tadi nya Malik ingin melakukannya lagi ,tapi dia tidak tega melihat sonia sudah tertidur dan terlihat kelelahan. Apalagi besok mereka akan menikah dan semua orang tau,dia sudah mengundang semua nya bahkan para wartawan karena dia ingin semua orang tau sonia miliknya .
Pagi nya,malik bangun lebih dulu. Dia bangun karena mendengar suara pintu kamar hotel itu di ketuk dari luar,dia melihat sonia yang masih tidur dengan nyenyak nya.
Malik turun dari tempat tidur dan memakai pakaian nya ,kemudian dia mengecup kening sonia sebelum dia berjalan menuju pintu untuk membuka pintu nya sebelum sonia terbangun.
__ADS_1
tok...tok...tok...
Lagi pintu itu diketuk,hingga akhirnya dia membuka nya dengan cepat . Terlihat dua orang wanita sedang berdiri bersama dengan hadi ,dia terkejut tapi kemudian dia mengingat kalau hari ini dia akan menikah.
"pak,semua nya sudah siap. Tinggal menunggu anda dan bu sonia,para tamu undangan juga pasti akan datang sebentar lagi " ucap hadi dengan tenang
"hhmm....kalian masuk lah,aku akan bangunkan sonia dulu " ucap malik,dia langsung berbalik dan meninggalkan mereka didepan pintu.
"Sayang....bangun,kita harus menikah. Tamu undangan dan pemuka agama sudah menunggu kita " bisik malik sambil mendekap tubuh sonia dari belakang,dia tidak ingin orang lain melihat tubuh mulus sonia.
Walaupun sudah berumur, tapi tubuh sonia masih terasa kenyal dan berisi bahkan tubuh sonia terasa mulus dan putih seperti terawat padahal dia tidak melakukan apa pun. Karena memang murni dari sana nya, dia ngak sempat untuk melakukan perawatan pada dirinya .
__ADS_1
Kalau memang dasar nya cantik,ya mau diapain juga cantik. Ngak di apa-apa in juga cantik, begitu lah menurut malik. Dia menciumi wajah sonia dengan cepat,membuat sonia terbangun dan menatap nya dengan bingung
"ada apa?aku masih ngantuk " ucap sonia dengan suara serak nya membuat sesuatu didalam diri malik memberontak,dia ingin sekali memasuki sonia lagi tapi hal itu ngak mungkin dia lakukan saat ini.
"mereka sudah menunggu mu,kita akan menikah. Kau harus mandi lebih dulu " jawab Malik yang langsung meraup bibir sonia dengan lembut membuat sonia terkejut juga malu
"hhmmmpp....kamu ih,ngak malu hah. Itu ada orang " bentak sonia sambil mendorong dada bidang milik malik ,dia melotot melihat wajah malik yang sudah tertawa kecil.
Malik berdiri dan mengangkat tubuh sonia yang masih dibalut oleh selimut, sonia juga merasa bingung tapi dia tetap diam saja apalagi saat dia melirik kebelakang nya . Ada pak hadi ,pria yang dia tau adalah manager di restauran tempat nya bekerja.
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ