Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan

Gadis Penipu Terjerat Cinta Mantan
Bab 11 - Karena Sendok Makan


__ADS_3

Kevin berjalan perlahan, dia menatap satu demi satu para pelayannya, yang di tatap hanya bisa menunduk tanpa mampu mendebat. Meski mereka tahu siapa dalang di balik kejadian ini, Informasi itu tak mampu melewati kerongkongannya.


"Apa tidak ada yang ingin menjawab?!" teriak Kevin lagi, mereka masih tetap bungkam.


"Baiklah, aku anggap kalian semua bersalah dalam kasus ini, satu minggu ke-depan kalian semua akan bekerja tanpa di gaji, itu sudah termasuk hukuman yang ringan. Jika aku mau, aku bisa saja memecat kalian semua, karena tidak becus bekerja, melindungi terpidana sama dengan melakukan kejahatan," ujar Kevin penuh ketegasan.


"Vin, kamu terlalu berlebihan! Tidak semua orang bersalah disini, kamu tidak adil pada mereka yang tidak tahu apa-apa," protes Kelly.


"Bukankah aku sudah memberi kesempatan untuk bicara tadi, tapi semua hanya bungkam. Aku ingin mereka merenungkan kesalahan mereka dengan cara memberi hukuman, aku ingin rumahku menjadi tempat teraman bagi keluargaku itu saja. Tapi sepertinya kamu tahu sesuatu," tebak Kevin.


"Apa maksudmu? Aku tidak ada hubungan apa pun dengan masalah ini," dalih Kelly.


"Justru kau yang paling memungkinkan untuk membuat Kalina pergi dari rumah ini, sekeras apa pun kau mencoba membuat aku dan Kalina berpisah, kau tidak akan pernah berhasil!" wajah Kelly berubah murka, ingin sekali dia mendebat Kevin membuat dia menyadari bahwa hanya dia lah yang paling pantas menyandang status sebagai Istri seorang Kevin Alterio.


Kevin menyambar tangan Kalina menarik dan membawanya mengikuti langkah kakinya.


Brak...!!


Kevin membanting pintu, di menghempaskan Kalina hingga jatuh di atas ranjang, "sudah ku bilang hiduplah dengan baik di rumah ini," glek... Saliva ia tenggak, sungguh kemarahan Kevin tampak menyeramkan.


"Apa yang tidak aku berikan padamu? Kehidupan yang layak, status, cinta, semuanya aku berikan pada-mu Lin, tapi kau malah ingin kembali ke-duniamu menjadi seorang pencuri. Berapa uang yang kamu butuhkan, katakan padaku?" Mulut Kalina hanya bisa membisu, dia tak punya alasan untuk mendebat Kevin.


"Kenapa diam? Ayo katakan padaku!" Kevin mengguncang bahu Kalina.


"Aku tidak bermaksud untuk meninggalkanmu Vin, aku hanya bosan di rumah tanpa ada kegiatan," dalih Kalina.


"Bohong! Baru satu hari kamu tinggal disini, kamu bilang merasa bosan, bahkan setiap lantai yang ada di rumah ini pun belum semua kamu pijak, bagaimana kamu bisa merasa bosan."

__ADS_1


"Katakan padaku, apa Kelly yang menyuruhmu pergi?"


"Tidak ada yang menyuruhku pergi," tanggap Kalina, dia tak mampu menatap bola mata Kevin.


"Kau tidak pernah berbakat menjadi seorang pembohong Lin. Sudahlah, yang penting kamu sudah kembali ke-rumah ini, tapi sebagai hukuman beberapa hari ke-depan kamu dilarang keluar kamar, kecuali saat bersamaku."


"Hah, ko gitu sih Vin? Aku akan semakin bosan kalau di kamar terus," protes Kalina.


Kevin kembali menatap tajam mata Kalina, "tidak ada bantahan!" tegasnya.


Kalina berdecak kesal, dia menghempaskan diri di atas ranjang, huft... helaan napasnya terdengar kasar, "terserah kamu lah Vin, kurung saja, kurung aku semau-mu, biar aku mati kehabisan napas di kamar ini."


"Itu tidak akan terjadi, aku akan menyiapkan tabung oksigen untukmu." Kalina hanya mendelik merasa kesal dengan jawaban Kevin.


"Aku masih ada rapat, aku harus kembali ke-kantor, tinggal-lah dengan baik di kamar ini, jika kamu kembali membuat onar, aku akan menutup setiap celah di kamar ini hingga kau tidak akan bisa melihat cahaya lagi." Kevin keluar kamar sembari mengunci pintu.


Gagang pintu kembali berputar, sepertinya Kevin kembali lagi, "Lin, ayo kita makan, ini makan siang pertama kita setelah menikah," ajaknya sembari menyentuh pundak Kalina yang tengah berbaring memunggunginya.


"Kau saja, aku tidak mau," tolak Kalina bergeming.


"Kau yakin, makanan ini enak loh. Aku tahu kamu belum makan sejak pagi." Kalina hanya diam, dia masih berbaring di posisi yang sama.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau, aku akan menghabiskan makanannya sendiri." Kevin meraih piring berisi makanan tersebut dan mulai makan, dia sengaja membuat suara cukup keras agar Kalina tergoda.


Kevin melirik tubuh Kalina yang berbaring dengan gelisah. Kevin menyunggingkan senyum kala pertahanan gadis itu runtuh, Kalina bangkit dengan wajah di tekuk.


Kevin menyodorkan satu sendok makanan ke-depan mulut Kalina, yang langsung di raih oleh bibir gadis itu pelan, Kevin mengangkat ujung alisnya dengan bibir tersungging.

__ADS_1


"Makanlah yang banyak, aku suka gadis yang gemuk," ujaranya yang seketika mendapat pelotot-tan dari Kalina.


Kevin cengengesan sambil kembali menyuapi mulut Kalina, "ayo makan lagi."


"Kamu gak makan Vin?" tanya Kalina, karena sedari tadi Kevin hanya menyuapinya.


"Aku sudah kenyang karena melihat-mu makan," tanggapnya, sambil kembali menyuapi Kalina.


"Heleh, lebay kamu Vin, mana ada cuma nonton jadi kenyang," cibir Kalina.


"Kalau gitu suapi aku," pintanya.


"Kenapa harus di suapi, piringnya ada di kamu," Kalina terdiam seketika, dia menatap wajah Kevin dan piring makan itu silih berganti, "itu sendok bekas kamu Vin?" Kevin menyeringai.


"Gimana enak kan?" seketika wajah Kalina berubah bak tomat masak, dia menutup mulutnya merasa malu. Bukannya so-suci tapi Kalina memang masih belum pernah tersentuh lelaki mana pun, kecuali Kevin, dulu saat mereka masih pacaran pun mereka hanya jalan dan belajar bersama, Kevin tak pernah melakukan hal yang aneh-aneh, bahkan saat Kevin meminta satu ciuman pun Kalina hanya menempelkan jari ke bibirnya dan bibir Kevin secara bergantian, entah itu bisa di sebut ciuman atau bukan.


Uhuk...Uhuk..., "emang gak ada sendok lain apa, kenapa harus sendok bekas kamu," gerutu Kalina dia melempar pandang ke arah lain.


"Kenapa harus cari yang lain, jika satu sendok sudah ada di genggaman. Lagi pula aku tidak kena penyakit menular, jadi tidak usah takut," Kevin terkekeh, dia malah menggoda Kalina dengan candaannya.


Kevin kembali menyodorkan se-sendok makanan ke depan mulut Kalina, namun kali ini langsung Ia tolak, "sudah cukup, aku sudah kenyang," dalihnya.


"Baiklah." Diluar dugaan Kevin malah kembali makan sisa makanan Kalina, dia tampak menikmatinya.


"Katanya gak lapar?" Kalina masih belum bisa menetralkan air mukanya.


"Iya itu tadi, tapi setelah melihat sendok ini perutku jadi lapar, apa lagi rasa makanannya jadi tambah enak," Kevin mengerlingkan matanya, perkataannya sukses membuat wajah Kalina kembali memerah.

__ADS_1


"Gombal banget sih kamu Vin," komentar Kalina, yang langsung di hadiahi acakan di rambutnya.


__ADS_2